Halaman : 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33


Pengumuman Penerimaan Proposal Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat 2014 By : admin
   

PENGUMUMAN PENERIMAAN PROPOSAL KEGIATAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT 2014

 

Assamulaikum Wr. Wb

Kami sampaikan pengumuman kepada Bapak/Ibu dosen di IAIN Mataram, mulai tanggal 14 April sampai 7 Mei 2014 P2M-LP2M IAIN Mataram menerima pengajuan Proposal Pengabdian Kepada Masyarakat melalui program madrasah binaan dan desa binaan.

Format proposal sebagaimana panduan dapat diunduh disini

Demikian pengumuman ini kami sampaikan, atas perhatiannya disampaikan terima kasih.

 

 
Transformasi - Jurnal Pengabdian Masyarakat - Volume 7 Nomor 1 Januari-Juni 2011 By : admin
   

 

Anggitan unduh disini

Belenggu Budaya Santetan di Desa Randu Alas Kecamatan Kare Kabupaten Madiun 

Agus Afandi

 

Telisik unduh disini

Identifikasi Masalah Penelitian Sebagai Dasar Penetapan Kajian Skripsi Mahasiswa Fakultas Tarbiyah  IAIN Mataram

Supardi


Bincang unduh disini

Yayasan Peduli Anak: Peran Serta Masyarakat dalam Sistem Kesejahteraan dan Perlindungan Anak di Lombok, Nusa Tenggara Barat

Muchammadun

 

Agenda unduh disini

Kuliah Kerja Partisipatif Institut Agama Islam Negeri Mataram Desa Pakuan Kecamatan Narmada, Desa Karang Bayan dan Desa Sigerongan, Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat Tahun 2011

Muslihun, Kristayulita dan H. Lalu Zaenuri

 
Seminar Nasional - Penguatan Kontribusi Perguruan Tinggi Dalam Mewujudkan Good Governance By : admin
   

Pada hari Jum’at 04 April 2014 Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Mataram mengadakan kegiatan Seminar Nasional yang bertempat di Auditorium Kampus 1 IAIN Mataram  jln Pendidikan No. 35 dengan tema “Penguatan Kontribusi Perguruan Tinggi Dalam Mewujudkan Good Governance”. Seminar Nasional ini cukup istimewa karena yang menjadi Nara sumbernya adalah orang penting di Negeri ini yaitu putra dearah Nusa Tenggara Barat Ketua Mahkama Konstitusi Prof.Dr.Hamdan Zoelva,SH.MH, dengan pokok-pokok pikiran yang disampaikan adalah “Kontribusi Perguruan Tinggi dalam Penyelenggaraan Pemilu yang Bermartabat” sedangkan pembicara kedua adalah Dr.H.Ali Masykur Musa, M.Si,M.Hum. Wakil Ketua  BPK RI, tema yang disampaikan adalah “Etos Kebangsaan Dalam Menyelamatkan Keuangan Negara (Pemanfaatan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup).

                Turut serta hadir dalam kegiatan ini Gubernur Nusa Tenggara Barat, Musyawarah Pimpinan Dearah Prop.NTB, utusan dari berbagai Perguruan Tinggi dan sejumlah pejabat dari Kantor Wilayah Kemenag Propinsi NTB. juga turut serta segenap unsur pimpinan tiga fakultas IAIN Mataram (Fakultas Tarbiyah, Fakultas Syari'ah, dan Fakultas Dakwah), dosen, pegawai, dan mahasiswa IAIN Mataram dari semua jurusan, serta segenap mahasiswa Pascasarjana konsentrasi Pendidikan Islam dan Hukum Islam. Begitu juga segenap unsur pimpinan institut turut hadir.

Mengawali sambutannya, Dr. H. Nashuddin, M.Pd Rektor IAIN Mataram mengatakan bahwa menyambut baik kedatangan dua narasumber yang cukup istimewa bagi civitas akademika IAIN Mataram kali ini. Istimewa menurutnya karena yang menjadi narasumber Seminar Nasional kali ini salah satu putera daerah Nusa Tenggara Barat yaitu Prof.Dr.Hamdan Zoelva,SH.MH. yang merupakan orang penting di Negeri ini demikian, Rektor bangga. Tidak lupa pula Pak Rektor menyatakan kebanggaannya kepada Dr.H.Ali Masykur Musa,M.Si, M.Hum sebagai Wakil Ketua BPK RI selaku narasumber kedua dalam Seminar Nasional ini, sehingga dalam perjalanan sejarahnya, Seminar Nasional di IAIN Mataram selama ini baru kali ini narasumbernya adalah putra terbaik daerah Nusa Tenggara Barat, sembari berharap kepada dua narasumber ini dapat memperjuangkan IAIN Mataram menjadi UIN Mataram kedepan. Rektor juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada segenap civitas akademika IAIN Mataram yang telah mendukung kesuksesan acara ini.

Dalam penyampaian orasinya Prof.Dr.Hamdan Zoelva,SH.MH menjelaskan bahwa pada hakekatnya perguruan tinggi memiliki posisi yang sangat strategi bagi sebuah bangsa. Dari perguruan inggi akan muncul dan melahirkan orang-orang yang berkapasitas baik, yang akan membangun Negara ini dengan baik pula. Perguruan tinggi merupakan proyek peradaban masa depan. Bahkan kondisi  masa datang suatu Negara dapat diukur dari bagaimana wajah perguruan tinggi saat ini. Perguruan tinggi merupakan arena penyemaian wadah candradimuka untuk menghasilkan generasi yang lebih baik. Karena itu merurutnya, di Perguruan tinggi pula akan dijumpai mereka yang memiliki karakter pembaharuan, memiliki tradisi dan budaya intelektual serta memiliki gagasan-gagasan baru dalam menyikapi suatu permasalahan. 

Pada konteks demokrasi lanjutnya  khususnya terkait dengan pemilihan umum, perguruan tinggi sering gamang untuk melakukan berbagai bentuk kegiatan yang bersentuhan dengan pemilihan umum, terdapat kekhawatiran dikalangan kampus, karena apabila melakukan kegiatan yang berkaitan dengan pemilihan umum akan merusak prinsip independensi dan imparsialitas kampus sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan intelektualitas yang menjadi milik semua golongan dan partisan politik katanya. Kampus adalah tempat persemaian bagi para kader dan calon pemimpin bangsa yang akan terjun pada dunia politik dan kemasyarakatan.  Dalam kontek itulah lanjutnya mendesan bagi kita untuk memikirkan ke,bali peran perguruan tinggi dalam pembangunan Demokrasi. Perguuan tinggi harus bisa menjawab pertanyaan bagaimana perguruan tinggi memainkan perannya ditengah-tengah turbulensi politik suatu negara dan bagaimana seharusnya perguruan  tinggi berperan mewujudkan penyelenggaraan pemilu 2014 yang lebih baik dan bermartabat bagi pembangunan bangsa.  

Pemilu yang bermartabat menurutnya hanya akan terwujud apabila Pertama: Aturan hukum yang baik dan lengkap dalam pelaksanaan pemilu, akan sagat berpengaruh pada kwalitas pelaksanaan pemilu; kedua  budaya emokrasii politik kontestan pemilu, baik kandidat elit politik, maupun partai politik, haruslah tercermin dalam setiap ucapan, dan tindakannya sebagai kontestan pemilu; ketiga; Penyelenggara pemilu (KPU dan Bawaslu) bersikap netral dan professional; keempat ; warga masyarakat sebagai pemangku kepentingan umat dalam pemilu memunyai kesadaran sekaligus kecerdasan tinggi bagaimana melaksanakan haknya sebagai rakyat yang berdaulat. Kelima ; sengketa atau perselisihan hasil pemilu diselesaikan oleh lembaga pendidikan yang independent dan impersial yang putusannya dihormasi dan ditaati. 

Sedangakan Dr. Ali Masykur Musa menjelaskan bahwa   Negara kita membutuhkan pemimpin yang memilikiki karakter kuat dan tangguh sehingga mampu melindungi terhadap rakyatnya dari kemiskinan dan keterpurukan. Pimpinan yang mamu memberkan jalan keluar menuju kesejahteraan rakyatnya dengan memanfaatkan sumber daya alam  (SDA) secara adil dan merata ramah lingkungan. Dngan menyitir falsafah “Tri Dharma Amerika” semboyan Pangram Mangkubuwono  III, pemimpin yang memiliki etos kebangsaan dalam dalam menjada SDA dan lingkungan, harus ampu ebawa rakyatnya kedalam sikap Rumongo Melu Handarbeni (merasa memiliki), Rumongso Melu Hangrungkebi (rasa tanggungjawab), dan  Mulat Sariro Hangrosowani (mawas diri).