Halaman : 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41


Pengumuman Hasil Remedial PLPG Kuota Tahun 2014 By : admin
   

Bedasarkan hasil rapat pimpinan LPTK Rayon 210 Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Mataram pada tanggal 24 Nopember 2014, dengan ini kami sampaikan pengumuman Hasil Remedial Ujian Tulis Nasional dan Remedial Peer Teaching pada Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) dalam Jabatan Kuota Tahun 2014 wilayah LPTK Rayon 210 IAIN Mataram dengan nama-nama peserta terlampir.

Surat Pengumuman Klik Download

Daftar Hasil Remedial klik Download

 

Bagi peserta yang dinyatakan TL (Tidak Lulus) untuk segera mengusulan diri kepada Mapenda/Pakis Kab/Kota masing-masing guna diprioritaskan mengikuti kegiatan Sertifikasi Guru Tahap Selanjutnya (Kuota Tahun 2015),

Demikian atas perhatian dan kerjasama yang baik disampaikan terima kasih

 

 
By : admin
   

SEMINAR NASIONAL HUKUM ISLAM
FAKULTAS SYARI’AH  IAIN MATARAM

Mataram, Rektor IAIN Mataram diwakili Prof.Dr.HM.Taufik,M.Ag  membuka acara Seminar Nasional Hukum Islam Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam di Jayakarta Hotel Senggigi Sabtu 15 Nopember 2014. Dalam sambutannya beliau mengungkapkan bahwa secara idealismenya hukum itu tujuannya adalah supaya orang menjadi baik dan bijak oleh karena itu hukum itu sesungguhnya harus tetap ada. Dengan demikian maka hukum Islam progresif yang dimaksud disini berhasil untuk ke arah itu. Mengakhiri sambutannya beliau berharap agar kegiatan ini bermanfaat bagi lembaga IAIN Mataram pada umumnya dan peserta seminar pada khususnya, dengan demikian beliau sangat berharap para peserta untuk mengikuti kegiatan ini secara serius dan sungguh-sungguh sehingga  dijadikan referensi dalam kehidupan sehari-hari terutama sekali bagi para dosen dalam ranga menghadapi para  mahasiswanya di kelas.

Dekan FSEI Dr.H.Mutawalli, MA dalam sambutannya mengutip Najmuddin at-Tufi, menyatakan ijtihad adalah “nyawa” hukum Islam, yang akan menjamin adanya progresifitas hukum Islam. Namun, Menurut Farid Esack, jangan sampai hukum Islam juga terlalu progresif, harus ada pengendali. Untuk itulah, seminar dengan tema “Membangun Hukum Islam Indonesia Progresif” ini merupakan sesuatu yang sangat ditunggu-tunggu dan penting.

Drs. Agus Mahmud, M.Ag selaku ketua Panitia Seminar menjelaskan bahwa Peserta dalam seminar ini berjumlah 100 orang, yang terdiri dari para dosen fakultas Syari’ah dan Ekonomi Islam serta undangan dari luar IAIN terutama berasal dari pejabat pengadilan Agama dan Kepala KUA di Lombok. Sedangkan tema kegiatan ini adalah “Membangun Hukum Islam Indonesia Progresif Sinergi Pendekatan Ushul Fikhi dan Etnografi”, Kegiatan ini lanjut Mahmud terdiri dari beberapa sesi yaitu pertama pemaparan materi oleh para nara sumber, sesi kedua adalah dialoh/diskusi dan sesi ketiga adalah diskusi panel yaitu mencari format sinergitas pendekatan usul figh dan etnografi dalam membangun hokum islam Indonesia progresif.

Adapun Narasumber dalam kegiatan ini menurut Mahmud adalah Prof.Dr.Nur Syam Sekjen Kementerian Agama RI dengan judul Materi yang disampaikan “Kajian Islam dalam Perfektif Etnografi”. Dalam pemaparannya beliau menjelaskan bahwa Rumpun ilmu, sebagaimana didalam UU no 12 Tahun 2012 adalah, Ilmu Agama, Ilmu Humaniora, Ilmu Sosial, Ilmu Alam, Ilmu Formal, Ilmu Terapan. Kemudian lanjutnya bahwa mengapa perlu integrasi ilmu, karena ilmu pengetahuan harus berkembang secara terus menerus. Semula menurutnya bahwa yang berkembang adalah filsafat dan agama, lalu ilmu alam dan ilmu social, kemudian selanjutnya ilmu humaniora dan seterusnya. Kemudian lanjutnya bahwa didalam sejarah perkembangannya filsafat menjadi ilmu pengetahuan kemudian induk dari semua ilmu, karena filsafat menanyakan tentang hakikat kebenaran, hakikat ilmu dan bahkan juga hakikat keyakinan atau kepercayaan.

Sedangkan Prof. Dr.H.Fathurrahman Djamil, MA Guru Besar  Hukum Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menyampaikan materi dengan judul “Membangun Hukum Islam Indonesia Progresi Pendekatan Ushul Fikh” dan Dr.Euis Nurlailawati,MA judul materi yang disampaiakan adalah “Membangun Hukum Islam Indonesia Progresif Pendekatan Etnografi”.

Lebih lanjut menurut Prof. Dr.H.Fathurrahman Djamil, MA dalam penjelasannya  bahwa mencari format syariah yang progresif dan berkearifan local merupakan wacana yang sudah lama dibincangkan oleh para ahli hukum islam.  Umumnya mereka berpendapat bahwa syariat yang terdapat dalam al-Qur’an dan as-Sunnah harus difahami sebagai norma etika dan norma yang bersifat universal dan berlaku untuk semua mayarakat, melintasi suku, bangsa, budaya, adat istiadat bahkan agama sekalipun.

 

 
HUMAS IAIN MATARAM MENGADAKAN SARASEHAN KEHUMASAN By : admin
   

HUMAS IAIN MATARAM MENGADAKAN
SARASEHAN KEHUMASAN

 

Mataram, 03/14 Rektor IAIN Mataram diwakili Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan Drs.H.Achsanuddin,M.Pd membuka acara Sarasehan Kehumasan IAIN Mataram Senin, 03 Nop 2014 di Lesehan Dini Cakranegara.

            Dalam sambutannya Achsanuddin menjelaskan bahwa Bagian Kehumasan adalah salah satu bagian yang ada di Perguruan Tinggi IAIN Mataram, yang mempunyai peran dan fungsi untuk mempublikasikan lembaga melalui berbagai macam materi publikasi serta kegiatan akademik maupun non akademik. Profesi Humas lanjutnya bukan hanya meng kliping berita atau mengirim surat, tetapi menjadi sangat penting dan strategis sebagai benteng pertahanan sebuah lembaga, peran penting kehumasan antara lain menurutnya adalah mempublikasikan setiap kegiatan akademik dan non akademik, menjalin komunikasi yang efektif dengan para stakeholder, membangun kerjasama antara perguruan tinggi dan instansi lain baik dalam maupun luar negeri, serta kegiatan promosi dan publikasi interen dan eksteren kelembagaan.

            Mengakhiri sambutannya berharap agar dengan kegiatan ini peserta dapat menyumbangkan pendapat dan ide-idenya terhadap perkembangan dan kemajuan kehumasan IAIN Mataram sekaligus mengajak para peserta agar menjadi tenaga kehumasan, yaitu tenaga mulia yang selalu menginformasikan hal-hal penting bagi kepentingan lembaga IAIN Mataram sebagaimana Nabi Muhammad SAW menyampaikan missi ke Rasulannya, menyampaikan kepada seluruh umat manusia di dunia.

            Kepala Biro AUAK IAIN Mataram dalam pemaparannya mengharapkan adanya perubahan paradikma kehumasan dan keprotokolan di IAIN Mataram, Humas merupakan cermin atau wajah dari lembaga itu sendiri, oleh karena itu diminta kepada para pelaku kehumasan untuk selalu gerak cepat dan dapat menyesuikan tugas dan tanggung jawabnya sebagai panutan dan harapan institusi. Juga harapannya menjalin kerjasama dengan Pemerintah Provinsi NTB dalam rangka pengembangan kehumasan IAIN Mataram kedepan.

Narasumber dari Pemda NTB menjelaskan Humas Memegang Peranan Yang Sangat Strategis Untuk Menjalankan Fungsi Koordinasi, Publikasi, Dokumentasi, Serta Berbagai Hal Terkait Dengan Pengelolaan Potensi Dan Informasi Pembangunan Yang Dibutuhkan Masyarakat.

Selain Itu, Tantangan Pengelolaan Pemerintahan Yang Transparan, Juga Menjadi Salah Satu Agenda Strategis Dan Bahkan Prioritas Pembangunan, Yang Dapat Diwujudkan Melalui Peran Kehumasan.

Dengan Melihat Dinamika Dan Kompleksitas Pekerjaan Yang Ada, Maka Sumberdaya Manusia Yang Bekerja Di Unit Kerja Kehumasan-Pun, Dituntut Harus Memiliki Kriteria Dan Kompetensi Khusus, Sehingga Mampu Bekerja Dengan Optimal Untuk Dapat Mengelola Informasi Dan Komunikasi Publik Yang Baik,  Menganalisis Isu Atau Pemberitaan, Yang Dirilis Di Media Massa Cetak Maupun Elektronik.

Dengan Demikian Penguatan Kompetensi Humas Pemerintah Saat Ini Dituntut Untuk Memiliki Kompetensi Dan Kemampuan Dalam Melaksanakan Seluruh Tugas Dan Fungsinya Dengan Profesional. Karena Apabila Tidak, Maka Tentunya Berbagai Upaya Pembangunan Yang Dilaksanakan Tidak Akan Optimal, Tanpa Dibarengi Dengan Berbagai Rangkaian Kegiatan Kehumasan, Seperti Sosialisasi, Diseminiasi, Penjaringan Aspirasi, Publikasi Dan Lain-Lain.

            Ketua Panitia Drs.Tamjidillah,HM.Amin, M.Pd  selaku ketua Panitia Sarasehan sekaligus sebagai Kabag Umum dan Humas IAIN Mataram menjelaskan bahwa Kegiatan Sarasehan ini sengaja di lakukan untuk menjaring ide-ide dan pendapat para peserta dalam hubungannya dengan perkembangan kehumasan di IAIN Mataram, sekaligus mengajak seluruh peserta sarasehan untuk menjadi tenaga kehumasan yang peduli terhadap lembaga IAIN Mataram. Tugas tenaga kehumasan antara lain lanjut Tamjid adalah  melaksanakan fungsi keprotokolan yaitu menata tempat, menata upacara dan menata penghormatan. Dengan melaksanakan tugas dan fungsi tersebut para pegawai dan dosen IAIN Mataram insya Allah akan menjadi orang yang sukses.

            Kegiatan Sarasehan ini lanjut Tamjid diikuti oleh para Pejabat Struktural, Dosen yang berkompeten dalam bidang kehumasan dan para Kepala UPT dan Staf Kehumasan dan lainnya berjumlah 35 orang. Sedangkan Narasumber adalah Pejabat Humas Pemda Prop.NTB, Rektor dan Kepala Biro AUAK IAIN Mataram.