Halaman : 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33


Fakultas Dakwah dan Komunikasi Melepas 53 Mahasiswa dalam kegiatan Praktek Kerja Lapangan Terpadu By : admin
   

Fakultas Dakwah & Komunikasi IAIN Mataram Tahun Akademik 2013/2014 kembali melepas keberangkatan mahasiswa untuk berkiprah di masyarakat NTB. Peran aktif mahasiswa tersebut ditempa melalui kegiatan Praktik Kerja Lapangan Terpadu. Dalam arahannya, Wakil Dekan I, Imran M.Si menekankan perlunya menjaga nama baik almamater, banyak belajar dari pengalaman langsung dan selalu siap mengaplikasikan ilmunya. Beliau mengingatkan bahwa mahasiswa harus siap menghadapi situasi baru, menyesuaikan diri dengan lingkungan dan tentunya pandai menempatkan diri. Di tempat yang sama , Ketua Panitia PKLT FDK IAIN Mataram Dr. Thohri mengingatkan tujuan dilaksanakannya PKLT adalah agar mahasiswa mampu mengintegrasikan teori dan praktik. Mahasiswa diharapkan tidak hanya paham interkoneksi ilmu, integrasi ilmu tetapi harus integrasi-interkoneksi ilmu dan amal. PKLT adalah kesempatan emas untuk berkarya setelah menimba teori selama 3,5 tahun.

PKLT tahun ini melibatkan 53 mahasiswa dari dua jurusan yakni jurusan Pengembangan Masyarakat Islam dan Komunikasi Penyiaran Islam. Adapun lembaga yang menjadi mitra FDK IAIN Mataram selama PKLT adalah Lembaga Pemerintah dan NGO/LSM. Mahasiswa PKLT kali ini tersebar di BP PAUDNI, LPP TVRI, LPP RRI, Lombok Care, Global FM, KPID, SKB, YPA, PSMP Paramita, dll.

Doktor lulusan UPI Bandung ini juga menyampaikan bahwa dari tahun ke tahun respon masyarakat terhadap IAIN Mataran terutama Fakultas Dakwah semakin menggembirakan. Banyak mahasiswa yang direkrut bekerja sebelum selesai kuliah.

 
PELATIHAN QUANTUM WRITING MAHASISWA BIDIK MISI JURUSAN AS - FSEI IAIN MATARAM By : admin
   

Keberhasilan mahasiswa merupakan potret kesuksesan pendidikan di perguruan tinggi. Seorang mahasiswa dianggap berprestasi jika ia mampu mencapai hasil maksimal baik di dalam maupun di luar kampus. Lulus tepat waktu, Indeks Prestasi tinggi, mampu menulis dan menghasilkan karya ilmiah adalah wujud prestasi seorang mahasiswa. Namun demikian, tidak semua mahasiswa mampu membuktikan dirinya berprestasi, terutama prestasi menulis. Beberapa mahasiswa mampu meraih indeks prestasi yang tinggi dan lulus tepat waktu, tapi belum tentu mampu menulis. Di sisi lain, lebih banyak mahasiswa yang tidak mampu lulus tepat waktu, indeks pretasi rendah dan tidak memiliki softskill menulis.

Jurusan Ahwal Al-Syakhshiyah (AS) FSEI IAIN Mataram menyadari sepenuhnya kondisi tersebut. Untuk itulah Jurusan AS menggelar kegiatan bertajuk  “Pelatihan Quantum Writing Bagi Mahasiswa Program Bidik Misi Semester III Jurusan AS FSEI IAIN Mataram” pada tanggal 28 Januari 2014 di Lesehan Dini Gerimax, Mataram. Tujuan kegiatan ini untuk memaksimalkan potensi 20 mahasiswa semester III penerima Beasiswa Bidik Misi yang dianggap memiliki potensi lebih dibanding mahasiswa lainnya. Pelatihan ini dimaksudkan untuk mengasah keahlian softskill mereka di dunia tulis-menulis.

Tuti Harwati, M.Ag., Ketua Panitia dan Ketua Jurusan AS, menegaskan: “Pelatihan softskill Quantum Writing ini dilaksanakan karena komitmen Jurusan AS untuk mengasah minat dan bakat menulis mahasiswa bidik misi sebagai penerima beasiswa berprestasi. Ini penting, karena mahasiswa bidik misi selain harus memiliki IP tidak boleh kurang dari 3,00 di kampus, juga harus dibekali dengan kemampuan menulis supaya berprestasi juga di luar kampus”.

Sekretaris Jurusan AS, Ahmad Muhasim sekaligus sekretaris panitia menambahkan “Pelatihan Quantum Writing ini sangat penting bagi mahasiswa sekarang. Sebab, saat ini mahasiswa justru lebih sibuk facebookan, telponan, sms-an dan lain sebagainya. Akhirnya, waktu dan konsentrasi mereka untuk serius berprestasi di kampus buyar. Jurusan AS ingin membangkitkan gairah menulis mahasiswa, khususnya bagi mahasiswa bidik misi yang dituntut untuk memiliki prestasi lebih. Salah satunya harus bisa menulis.”

Narasumber yang diundang dalam Pelatihan Quantum Writing tersebut adalah para pakar berpengalaman dalam dunia tulis-menulis., antara lain: Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag., Dr. Fawaizul Umam, M.Ag., dan Dr. Kurniawan, MH.

Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag menyatakan bahwa “Manusia dan jin itu tercipta untuk menyembah kepada Allah. Caranya menyembah sudah ditentukan oleh Allah. Jadi profesi manusia di hadapan Allah adalah penyembah, dan bukti keprofesionalan seseorang hamba ditentukan oleh seberapa taat ia menyembah Allah. Demikian juga dengan gelar mahasiswa. Ia dituntut untuk membuktikan keprofesionalannya sebagai mahasiswa dengan berapa IP yang diraih, lulus tepat waktu atau tidak, dan mampu menulis atau tidak. Itu semua harus dibuktikan supaya dikatakan sebagai mahasiswa yang berprestasi. Kalau itu tidak bisa, jangan pernah mengaku jadi mahasiswa.”

Menulis tidak hanya diwjibkan bagi mahasiswa. Menurut Dr. Kurniawan, MH., “Berdasarkan Surat Edaran Dirjen Dikti No. 152/E/T/2012 Tentang Publikasi Karya Ilmiah, maka para dosen justru lebih diwajibkan untuk senantiasa menulis dan mempublikasikan karya ilmiahnya, baik dalam bentuk buku, jurnal terakreditasi, artikel dan lain sebagainya. Akan tetapi, sama seperti mahasiswa, tidak setiap dosen mampu menulis dengan cepat dan berkualitas. Oleh karena itu, pelatihan Quantum Writing ini juga perlu bagi para dosen.”

Untuk bisa menghasilkan tulisan yang berkualitas tentu saja tidak mudah dan memerlukan proses yang panjang. Karena itu, banyak kalangan menilai bahwa menulis itu sulit, dan akhirnya malas menulis mulai membudaya. Menurut Dr. Fawaizul Umam, M.Ag., “Menulis bisa dimulai dengan hal-hal yang sederhana dan menyenangkan tapi mampu membuat orang lain terpengaruh. Quantum kan artinya ledakan dahsyat, sehingga Quantum Writing artinya bagaimana supaya tulisan sederhana dari hal-hal sederhana itu memiliki daya ledak tinggi hingga bisa menimbulkan efek akademis yang luar biasa. Dengan metode Quantum Writing, menulis ilmiah sekarang bisa semudah membuat status di media sosial seperti facebook, twiter dan lain-lain”.

Pada akhir acara, para peserta diwajibkan membuat satu tulisan. Ini dimaksudkan supaya para peserta tidak hanya memahami Quantum Writing secara teori, tapi juga mampu secara praktik.

 
Leppim IAIN Mataram Luncurkan Buku dan Website By : admin
   

Bertempat di Auditorium IAIN Mataram, Rabu (6-2-14), Lembaga Pengkajian-Publikaksi Islam & Masyarakat (Leppim) meluncurkan website www.leppim.com. Acara ini dirangkai dengan peluncuran buku-buku terbitas Leppim dalam 3 tahun terakhir.

University press di lingkungan IAIN Mataram ini memandang perlu untuk memiliki website sendiri dalam rangka mewadahi teraksesnya publikasi yang dilakukan oleh Leppim oleh khalayak yang lebih luas dan beragam. Direktur Leppim, Abdul Wahid, M.Ag., M.Pd., mengemukakan, produksi pemikiran sosial keagamaan yang dilakukan oleh civitas akademika IAIN Mataram jangan hanya berkutat dan dinikmati oleh kalangan terbatas di lingkungan IAIN Mataram, tetapi juga harus menjadi konsumsi dan milik kalangan masyarakat luas, sehingga lembaga ini ikut mewarnai dinamika dan perubahan sosial yang terjadi. Menyadari lembaga ini sebagai pusat atau gudangnya pemikiran keagamaan dan kemasyarakatan, Leppim ikut merancang dan terlibat dalam suatu komunikasi timbal balik antara akademisi dan masyarakat secara lebih baik lagi, sehingga kampus tidak terjebak dalam sangkar emas yang melenakan. Ke depan, menurut Wahid, Leppim akan menggencarkan penerbitan buku-buku yang berbasis pada khazanah dan kekayaan sosial budaya lokal yang ada di kawasan timur-tenggara Indonesia, berdasarkan hasil-hasil kajian dan penelitian terutama dari dosen dan mahasiswa IAIN Mataram. Dengan demikian lembaga ini akan terus mengibarkan sayapnya dalam pengembangan masyarakat lokal. Masih Wahid, hasil-hasil kajian yang dibukukan ini akan digitalisasikan kemudian diluncurkan dalam bentuk e-book yang bisa diunduh oleh masyarakat luas. Harapannya, dengan website ini, jendela-jendela keilmuan yang ada di IAIN Mataram akan terbuka lebar, sehingga pancaran ilmunya bisa menjangkau dunia, dan sebaliknya.

Sementara itu, rektor IAIN Mataram, Dr. H. Nashuddin, M.Pd., mengharapkan bahwa kreativitas para civitas akademika IAIN Mataram senantiasa terpacu terus meskipun di sana-sini terdapat berbagai hambatan. Kraetivitas dan produksi pemikiran dari kalangan dosen IAIN mataram jangan terbatasi oleh ruang dan waktu, karena di situlah esensi pengabdian keilmuan itu. Dalam cita-cita IAIN Mataram yang hendak bertransformasi menjadi UIN Mataram, kehadiran nuansa-nuansa kreativitas akademik yang menginspirasi dan menggairahkan, sangat dibutuhkan. Dalam sambutannya sesaat sebelum peluncuran, rektor menyampaikan komitmennya untuk mendukung segala bentuk kreativitas yang memungkinkan rencana menuju UIN terealisasi lebih cepat.

Dalam acara yang dimeriahkan oleh penampilan musisi kondang Ari Julian yang berkolaborasi dengan Power Sholawat NTB ini, Leppim juga menganugerahkan Leppim Award I kepada unsur civitas akademika IAIN Mataram yang diaanggap telah memberikan sumbangsih yang signifikan dalam geliat Tri Dharma perguruan tinggi. Penghaargaan itu jatuh kepada Dr. Suprapto, M.Ag., dosen fakkultas Dakwah dan Komuniasi, yang baru saja menyelesaikan jenjang pendidikan doktoralnya di UIN Sahida Jakarta dengan predikat cumlaude. “Ini penghargaan yang luar bisa, menjadi pemicu semangat untuk terus mengabdi dan berkreasi,” ujarnya usai menerima plakat yang diserahkan oleh Rektor.