Halaman : 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37


IAIN MATARAM MENGADAKAN SEMINAR INTERNASIONAL By : admin
   

Sebagai implementasi dari visi besar IAIN menjadi perguruan tinggi Islam terkemuka di wilayah Indonesia Timur dan memberikan kontribusi nyata (shadaqoh ilmiahnya) bagi masyarakat NTB, IAIN Mataram terus berbenah diri semaksimal mungkin (haqqo jihadih). Kerjasama terus dilakukan dengan berbagai pihak seperti PEMDA dan terakhir dengan Islamic Development Bank (IDB ), dengan kawalan Kementerian Agama RI. IAIN Mataram merupakan salah satu dari For in One, selain IAIN Medan, IAIN Semarang dan IAIN Palembang yang memperoleh bantuan IDB untuk melakukan transformasi menuju Universitas Islam Negeri (UIN).

Selain bangunan fisik yang dikembangkan oleh IAIN Mataram, penguatan kemampuan SDM (human development) seperti dosen, karyawan dan mahasiswa) adalah hal yang menjadi prioritas kami, kata Rektor IAIN Mataram, Dr. H. Nashuddin, M.Pd,  dalam sambutan pembukaan Seminar Internasional yang diselenggarakan oleh IAIN Mataram di Hotel Santika, hari Sabtu, 19 Januari 2013 kemarin.

Lebih lanjut, Rektor IAIN Mataram, pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) berbasis al-Qur'an lewat qur'anic centernya adalah proyek unggulan dari IAIN Mataram. proyek ilmiah ini sangat strategis bagi IAIN, karena posisinya berada di daerah populasi islamnya yang mayoritas, dimana al-Qur'an sebagai kamus kehidupannya dan diapit oleh komunitas yang sangat plural, secara etnik, budaya dan agama.

Nilai-nilai fundamental al-qur'an seperti keadilan (al-‘adalah), toleransi (tasamuh), egaliter (al-musawah), menghargai perbedaan (qabulul akhar), dan isu-isu kemanusiaan lainnya adalah tema-tema pokok yang harus dikhutbahkan oleh civitas academika IAIN Mataram.

Menurut Ketua Panitia, Prof. Dr. HM. Taufik, MA, juga Wakil Rektor Bidang Akademik, Seminar ini bertemakan: TOWARD A NEW PARADIGM OF ISLAMIC AGENDA FOR HUMAN DEVELOPMENT" menjadikan Al-Qur'an dan Maqashid Syari'ah sebagai perspektif.  Hadir sebagai pembahas adalah Prof. Jasser Auda, Ph. D (peneliti pada Centre for Islamic Legislation and Ethics "CILE", Qatar Foundation) dan Aly Abdelmoneim (peneliti dari Mesir, kandidat doktor).

Seminar ini diikuti oleh seluruh dosen IAIN Mataram, Mahasiswa Pascasarjana IAIN Mataram, Pimpinan PTAIS se-Pulau Lombok, LSM dan tamu undangan khusus dan diselenggarakan dengan target 1) untuk menjembatani dialog antara para sarjana muslim mengenai isu-isu kemanusiaan dalam perspektif al-Qur'an dan maqasid syari'ah. 2)  mendorong percepatan perkembangan IAIN Mataram dalam nuansa akademiknya, sekaligus meretas jalan bagi penguatan semangat transformatifnya menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram. Dan 3) untuk menjajaki kerjasama dengan berbagai pihak, terutama qatar foundation. Karena Prof. Jasser Auda adalah wakil direktur qatar foundation, lanjut Prof. Taufik.

Tawaran utama yang disampaikan oleh Prof. Jasser adalah penekan penggunaan Maqasid Syari'ah dalam memaknai doktrin Islam. Pembangunan sumber Daya Manusia misalnya di Pulau Lombok harus mempertimbangkan prinsip-prinsip Maqasid Syari'ah (Maksud-Maksud Tuhan/Syara') dan Maqashid Al-Halqi (keinginan-keinginan masyarakat).  Prof. Jasser memberikan paradigma baru dalam memaknai maqashid syari'ah yang selma ini menjadi wacana diskursif di kalangan intelektual muslim. Misalnya saja hifdzu al-nasl dalam teori maqasid asy-syari'ah lama dimaknai ulang dengan perlindungan terhadap keluarga dan institusi keluarga, hifdzu al-‘aql dalam teori maqasid asy-syari'ah lama dimaknai ulang dengan melipatgandakan pola pikir dan research ilmiah; mengutamakan perjalanan untuk mencari ilmu pengetahuan, menekan pola pikir yang mendahulukan kriminalitas kerumunan gerombolan; menghindari upaya-upaya untuk meremhkan kerja otak. Hifdzu an-nafs dalam teori maqasid asy-syari'ah lama dimaknai ulang dengan melindungi martabat kemanusiaan dan HAM. Hifdzu al-din dalam teori maqasid asy-syari'ah lama dimaknai ulang dengan menjaga, melindungi dan menghormati kebebasan beragama dan berkepercayaan. Hifdzu al-mal dalam teori maqasid asy-syari'ah lama dimaknai ulang dengan mengutamakan kepedulian sosial, pembangunan dan kesejahteraan sosial.

Sedangkan Ali Abdoel Mon'im dalam orasinya mengatakan,  Islam, dalam versi terakhirnya yang dibawakan Nabi Muhammad SAW, sejak hari pertama dideklarasikan dari gua hirā', lahir sebagai agama yang ber-world view (pandangan hidup) ilmiah, sistematis, dan konsekwen. Ketiga ciri world view Islami itu nampak jelas sejak awal mulanya Islam, sejak diwahyukannya ayat pertama Quran yang berbuyi: Iqra', alias: bacalah.

Quran dipenuhi dengan seruan untuk mendayagunakan akal, dan peringatan bagi orang-orang yang enggan menggunakan akalnya dengan seksama, baik pada aspek pengaitan (‘aql) antar fakta (‘alāmāt/āyāt, tanda-tanda/‘ilm) maupun pada aspek mengikat diri sendiri berdasarkan fakta itu (hijr atau hikmah).

ebagai turunan alami dari world view Islami yang ilmiah, sistematis, dan konsekwen, ‘Audahberupaya menjembatani antara ilmu-ilmu, baik yang diangap ‘ulūm al-dīn' maupun yang diangap ulūm al-dunia', baik ilmu-ilmu sosial maupun ilmu-ilmu alam. ‘Audah, dengan tegas, memadukan ilmu Syariat, ilmu-ilmu sosial dan ilmu-ilmu alam, khususnya pada karya fenomenalnya: Maqāsid al-Syariah as Philosophy of Islamic Law A Systems Approach.

Pada buku ini, meski ukurannya yang kecil, orientasi antar-disipliner nampak mengarahkan pengkajian Jāser‘Auda tentang al-Maqāsid, yang dipadukan dengan filsafat akhlak, Teologi Sistematik, pembangunan, ... dst. 

 

 
FAKULTAS DAKWAH IAIN MATARAM MELAKUKAN PEMBEKALAN PKL MAHASISWA By : admin
   

Rektor IAIN Mataram diwakili Pgs.Dekan Fakultas Dakwah IAIN Mataram Dr.Subhan Abdullah Acim,MA membuka Pembekalan Praktik Kerja Lapangan (PKL) Mahasiswa Fakultas Dakwah  IAIN Mataram. Yang hadir dalam acara tersebut para Wakil Dekan, Kabag TU, para Dosen Senior dan para  pejabat eselon IV di lingkungan fakultas dakwah.

Dalam sambutannya Subhan menjelaskan bahwa Pendidikan yang diselenggarakan di perguruan tinggi akan menghasilkan sumberdaya manusia yang terdidik, dan akan menjadi anggota masyarakat yang mampu secara akademik dan profesional baik secara praktis maupun teoritis. Pendidikan tinggi pada hakikatnya merupakan lembaga yang dapat menerapkan, mengembangkan, dan menciptakan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kesenian bagi generasi masa depan bangsa. Sebagai upaya mewujudkan hal tersebut menurutnya, fakultas dakwah perlu menyelenggarakan kegiatan PKL yang mengaplikasikan langsung ilmu pengetahuan yang mereka peroleh di bangku kuliah. sehingga mutu dan kualitas lulusannya dapat menjawab tuntutan dan tantangan zaman. Mengakhiri sambutannya Subhan berharap dengan kegiatan PKL ini fakultas dakwah dapat memperoleh umpan balik sebagai hasil pengintegrasian mahasiswa dengan instansi terkait dan masyarakat, sehingga pengembangan ilmu yang diasuh di fakultas dakwah dapat lebih marketable dan exeptable.

Mengakhiri sambutannya Subhan menjelaskan bahwa dalam rangka pengembangan kelembagaan maka fakultas dakwah telah mengadakan MoU dengan beberapa instansi terkait dan berikutnya MoU akan dilaksanakan terhdap lembaga/instansi yang digunakan sebagai lokasi PKL tahun ini. Kepada para panitia Subhan menyampaikan penghargaan yang tinggi atas partisipasinya mensukseskan kegiatan ini dan kepada peserta berpesan agar menjaga nama baik Civitas akademika IAIN Mataram umumnya dan Fakutas Dakah pada khususnya.  

Ketua Panitia Satriawan,MA. juga selaku Sekretaris Jurusan KPI pada Fakultas Dakwah menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan agar mahasiswa dapat mempraktikkan pengetahuan yang diperoleh selama di perkuliahan dan mampu menyampaikan pesan-pesan Agama Islam secara lisan, tulisan, tindakan nyata dalam rangka pengembangan masyarakat, baik di lingkungan formal maupun non formal. Sedangkan sasaran dari kegiatan ini bagi mahasiswa menurutnya adalah memperdalam penghayatan, cara berpikir dan bertindak secara interdisipliner, sehingga dapat menghayati arti kerja sama antara bidang ilmu, memiliki kemampuan dasar profesional dalam bidang dakwah, mampu mempergunakan media dakwah yang tersedia, dan dapat mengetahui secara langsung kondisi masyarakat sebagai sasaran dakwah.

Bagi civitas akademika IAIN Mataram lanjutnya dapat memperoleh umpan balik sebagai pengabdian mahasiswa di tengah-tengah masyarakat, sehingga kurikulum, materi perkuliahan dan ilmu pengetahuan yang diasuh, dapat lebih disesuaikan dengan tuntutan nyata di masyarakat, menjalin kerjasama, melakukan promosi dan sosialisasi bagi keberadaan fakultas dakwah khususnya dan IAIN Mataram pada umumnya. Sedangkan bagi masyarakat menurutnya, memiliki kesadaran terhadap pentingnya pembinaan mental spiritual, meningkatnya keterampilan masyarakat dalam memecahkan problem-problem kehidupan keagamaan, dan terselesaikannya berbagai masalah kehidupan social keagamaan bagi masyarakat baik secara kualitatif maupun kuantitatif.

ebih lanjut Satriawan menjelaskan bahwa kegitan PKL kali ini adalah paling spektakler bagi Fakultas Dakwah. Karena beberapa hal pertama ditinjau dari segi jumlah PKL sekarang ini mengalami peningkatan sampai dengan 300 % bahkan 400 % lebih banyak dibanding tahun-tahun sebelumnya tahun ini  129 orang, sementara tahun-tahun sebelumnya hanya 30 sampai dengan 40 orang. Kedua dari segi lokasi pada tahun ini 23 instansi/lembaga, sementara sebelumnya hanya 2 atau 3 lokasi bahkan cukup 1 lokasi saja. Sedangkan untuk kedepan akan lebih banyak lagi mengingat kehadiran jurusan BKI tidak bisa dianggap enteng karena jumlah mahasiswanya yang cukup banyak akan ikut mewarnai suasana. Bahkan nyaris akan meningkat dua kali lipat dari jumlah peserta PKL tahun ini, demikian ungkapnya.

Kegiatan PKL ini masih menurut Satriawan diawali dengan observasi lapangan dan telah dilaksanakan pada tanggal 02 sd 05 Januari 2013 lalu, dilanjutkan dengan pembekalan yang dilaksanakan pada hari Sabtu 14 Januari 2013 dan kemudian penempatan mahasiswa PKL dilaksanakan pada tanggal 21 Januari dan PKL berakhir pada tanggal 08 Maret 2013. Menyinggung masalah lokasi PKL yaitu lokasi RRI Regional Mataram, TVRI Mataram, Lombok TV, TV 9, Harian Lombok Post, Harian NTB Post, PSTW Puspakarma Mataram, PSKW Budi Rini Mataram, PSMP Para Mita Mataram, RPPSA Paramita Narmada, PSAA Harapan Mataram, RPPSA Putra Utama Narmada, YPA Mataram, Global FM, Radio Suara Kota FM, Radio Lombok Post FM, dan di beberapa lokasi Desa Binaan. 

 

 
REKTOR MEMBUKA WORKSHOP PENINGKATAN KOMPETENSI GURU By : admin
   

 

Rektor IAIN Mataram Dr.H.Nashuddin,M.Pd membuka Worksop Peningkatan Kompetensi Guru (PKG) bagi guru-guru PAI se - Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat. Workshop PKG angkatan pertama yang dilaksanakan oleh Program Pascasarjana (PPs) IAIN Mataram kuota tahun 2012 ini berlangsung selama 3 hari yaitu dari tanggal 06 sd 08 Januari 2013 bertempat di  gedung LPMP Provinsi NTB. Yang hadir pada acara tersebut adalah Pejabat Kemenag Kabupaten Lombok Barat dan Kota Mataram, para pejabat dilingkungan IAIN Mataram dan para dosen beserta Narasumber.

Dalam sambutannya Rektor menjelaskan bahwa kegiatan ini berlandasan pada UU no 14/2005: tentang Guru dan Dosen; Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada PAUD, jalur Pendidikan Formal, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah. Profesional menurutnya adalah Pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian, kemahiran, atau kecakapan yang memenuhi standar atau mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi artinya bahwa pekerjaan yang dilakukan oleh orang yang memiliki keahlian dalam bidang tertentu, dan tidak dapat diserahkan kepada orang yang tidak memiliki keahlian dalam bidang tersebut, artinya bahwa jangan pernah menyerahkan suatu urusan kepada orang yang bukan ahlinya demikian ungkapnya. Lebih jauh Rektor menjelaskan bahwa Workshop PKG bagi guru PAI ini adalah merupakan kelanjutan dari Pendidikan dan Latihan Profesional Guru (PLPG) yang pernah dilakukan sebelumnya sehingga memperoleh sertifikat guru Profesional.

Mengakhiri sambutannya Rektor berharap kepada seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan ini dengan sebaik-baiknya dengan mentaati segala aturan yang diberikan oleh pelaksana, setelah kembali ke masyarakat agar jaga nama baik guru dan hindari tanggapan-tanggapan negative masyarakat terhadap  para guru lebih-lebih guru Pendidikan Agama Islam.

Dalam sambutannya Direktur Pascasarjana IAIN Mataram Dr.Jamaluddin menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah berkat kerjasama antara Program Pascasarjana IAIN Mataram dengan Direktorat Pendidikan Agama Islam (PAIS) Kementerian Agama RI. Lebih lanjut Jamaluddin menjelaskan bahwa kepercayaan yang diberikan oleh Pendis kepada Pascasarjana IAIN Mataram adalah merupakan kepercayaan yang harus dijunjung tinggi dan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Kepercayaan yang diberkan ini merupakan langkah awal untuk memperoleh keprcayaan yang lebih besar dimasa-masa yang akan datang. Oleh karena itu maka untuk  memenuhi keinginan tersebut Jamaluddin mengajak para panitia dan seluruh Civitas Akademika Pascasarjana IAIN Mataram untuk melaksanakan kegiatan ini sebaik-baiknya dengan senantiasa menjunjung tinggi kebersamaan dan rasa tanggung jawab diantara kita semua.

Dr.H.Musari,M.Pd. sebagai Ketua panitia dan juga selaku ketua prodi PAI pada Program  Pascasarjana IAIN Mataram menjelaskan bahwa kegiatan Workshop PKG ini berlangsung berdasarkan SK Direktorat Pendidikan Islam Kementerian Agaama RI No DT.I.II/2/HM.02/1537/2012. tentang Kelengkapan Administrasi PKG Guru PAI SD, SMP, SMA, dan DT.I.II./2/1650/2012 tentang Petapan Peserta PKG Guru PAI. Sedangkan tujuannya adalah pertama peningkatan kemampuan dan kompetensi guru PAI dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pendidik dan pengajar yang professional, kedua meningkatkan skill Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Sedangkan targetnya adalah memahami terhadap pendalaman metode PTK, Implementasi PTK, dan diperuntukan bagi Guru PAI pada tingkat SD, SMP, dan SMA.

Lebih lanjut menurut Musari bahwa Calon Peserta Workshop PKG - PAI di Propinsi NTB menurutnya mencapai hampir enam ribuan orang, namun dari sekian banyak calon peserta tersebut lanjutnya, insyaallah akan mengikuti program yang sama secara bertahap melalui anggaran DIPA Kementerian Agama tahun 2013.

Ditanya persyaratan peserta yang berhak mengikuti Workshop ini Musari mengungkapkan bahwa persyaratannya adalah para guru PAI yang telah mengikuti Pendidikan dan Latihan Profesional Guru dan telah memiliki sertifikat PLPG, kemudian dilengkapi dengan persyaratan-persyaratan Administrasi lainnya. Peserta Workshop  PKG angkatan pertama ini lanjutnya berjumlah 120 orang guru PAI Sekolah dasar (SD) terdiri dari Kota Mataram 60 orang dan Kabupaten Lombok Barat 60 orang.

           Pelatihan PKG ini menurutnya diselenggarakan selama 32 jam pelajaran terdiri dari Materi penunjang pendalaman wawasan kompetensi guru dan PTK. Sedangkan pelaksanaan Implementasi PTK salama 2 s/d 3 minggu, kemudian evaluasi lapangan pada kegiatan Implementasi selama satu hari kemudian para peserta dipanggil kembali untuk melakukan presentasi laporan yang dibuat untuk menjadi bahan evaluasi.

Sebagai Narasumber dan Moderator dalam kegiatan ini lanjutnya adalah para pakar pendidikan Umum dan Agama pada program Pascasarjana IAIN Mataram sebanyak 33 orang Doktor demikian penjelasannya.