Halaman : 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40


Wamenag Keynot Speaker Studium General Mahasiswa IAIN Mataram By : admin
   

Studium General di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Mataram berlangsung lancar dan sukses. Studium general yang berlangsung di Aula IAIN Mataram yang mengambil tema "Menuju Pemahaman Keberagamaan Inklusif, Toleran dan Transformatif" yang dilaksanakan secara gabungan antara fakultas syari'ah dan fakultas dakwah ini dipadati peserta.
Menurut H. Musawar, M.Ag sebagai panitia dan juga selaku ketua jurusan Muamalah Fakultas Syari'ah, bahwa Kegiatan studium general ini dilaksanakan oleh dua Fakultas, yaitu Fakultas Syari'ah di bawah pimpinan Dr. Mutawalli, M.Ag dan Fakultas Dakwah dibawah pimpinan Dr. H. Subhan Abdillah Acim, M.A. Kegiatan Studium General lanjut musawar cukup berkesan, karena semua pihak dapat memberikan peran serta dalam mensukseskan acara tersebut, baik dari Dosen dan karyaman kedua Fakultas.
Yang hadir dalam acara tersebut civitas akademika, baik dari kalangan Dosen, pegawai dan mahasiswa, unsur Pimpinan baik dari Institut maupun dari fakultas, hadir pula Kakanwil Kemenag NTB Drs.H.Usman mendapingin Bapak Wamenag. Kegiatan ini lanjutnya dilaksanakan dengan beberapa rangkaian acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al Qur'an, laporan Dekan Fakultas Syari'ah Dr. H. Mutawalli, M.Ag. dilanjutkan dengan sambutan sekaligus membuka acara Studium General oleh Bapak Rektor IAIN Mataram, Dr. H. Nashudin, M.Pd.
Dalam sambutan ini Rektor IAIN Mataram menyampaikan beberapa hal antara lain Aula baru yang digunakan dalam acara stadium general kali ini adalah merupakan pencerahan baru bagi kita semua dan alhamdulillah diawali kegiatan yang dihadiri oleh Wamenag. Dalam menjalankan roda kepemimpinannya Rektor ingin menggapai mimpi membutuhkan usaha yang progresif, cerdas dan transformative, yaitu IAIN Mataram menjadi UIN Mataram tahun 2014 merupakan usaha bersama.
Perubahan adalah keniscayaan menuju kebaikan dan lebih baik demikian ungkap Rektor oleh karena itu lanjutnya IAIN harus berpartisipasi aktif demi kemaslahatan umat, misalnya IAIN harus menjadi lokomotif utama dan pertama untuk menyelesaikan konflik atas nama agama. Islam di Lombok diapit antara dua kutub yaitu Kutub Timur (Agama Kristen) dan Kutub Barat (Agama Hindu, Bali). Islam adalah rahmat lil'alamin, Islam adalah santun, toleran, inklusif, dll. Karenanya, tidak dibenarkan kekerasan dengan mengatasnamakan agama sebagai legitimasi pembenaran demikian ungkap rector.
Setelah acara pembukaan resmi dibuka oleh Rektor maka dilanjutkan dengan acara kuliah umum (stadium general) disampaikan oleh WAMENAG, Bapak Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA dengan moderator, Harfin Zuhdi, MA (Dosen Fakultas Syari'ah).
Dalam pemaparannya ada beberapa hal yang disampaikan WAMENAG adalah anatara lain Islam adalah agama yang dijelaskan oleh namanya sendiri: Islam artinya damai, sentosa, selamat. Karenanya Islam adalah agama damai, toleran, selamat, perfect, dll. Inna al-din ‘inda Allah "al-Islam", bukan "al-salam". Sebab, Islam bukanlah "values without norms". Jadi tidak hanya sekedar atau asal damai, selamat, dll, tapi ada norma yang mengatur. Islam tetap menganjurkan makan demi kesehatan (keselamatan), namun ada aturan "makan yang halal lagi baik dan pakai tangan kanan".
Teomorfis, "at-taqwim" berarti mengkombinasikan antara manusia sebagai makhluk biologis dan manusia sebagai hamba Allah. "Protes" malaikat kepada Allah terkait "kebijakan-Nya" menciptakan manusia yang terekam dalam Al-Qur'an. Sebab, manusia memiliki ciri-ciri senang melakukan kerusakan dan pertumpahan darah di muka bumi. Sepertinya kita dapat melihat semua prediksi malaikat tersebut di dunia nyata, dulu sampai sekarang manusia gemar melakukan pengrusakan alam dan kekerasan sehingga terjadi pertumpahan darah, entah atas nama apapun.
Setiap "asma" meminta lokus aplikasi, Malaikat hanya memiliki quwwatul jamaliyah. Malaikat tidak berdosa, sehingga "asma" Allah sebagai "Al-Ghofur" tidak "terpakai" misalnya. Manusia diciptakan untuk menyempurnakan "asma" Allah yang tidak mampu digenapkan oleh malaikat dari sisi quwwatul jalaliyah, yakni "asma" yang meminta lokus di atas.
Taubat ada tiga (3): taubat karena dosa (3), taubat karena lalai (2), dan taubat karena cinta kepada Allah (1). Jadi, taubat yang paling bagus tidaklah taubat karena melakukan dosa atau lalai, tapi taubat karena benar-benar cinta kepada Allah. 99 asma Allah, 80% sifat jamaliyah, sisanya jalaliyah. Karenanya asma-asma Allah yang bertebaran dalam Al-Qur'an adalah yang jamaliyah, spt Allah adalah Al-Rahman, Al-Rahim, dll. Nabi umat Islam juga pengasih, lembut, penyayang, tapi mengapa umatnya keras, tidak pengasih, tidak penyayang, bengis, radikal ? "kita hanya menghukum yang tampak" bukan kapasitas kita "menghukum yang tidak tampak", sebab itu seolah-olah kita mengambil "hak Tuhan".
Bismillah al-rahman al-rahim, artinya, versi Cak Nur, Nurcholish Madjid, bukanlah "dengan nama Allah....", karena itu berarti "atas nama Allah...". So, jangan main-main. Hati-hati. Kita adalah khalifah Allah, tidak sepantasnya kita menyalahgunakan "jabatan" kita untuk hal-hal yang tidak mencerminkan sifat-sifat Allah di muka bumi. Pencoretan "dengan kewajiban menjalankan syari'at Islam bagi pemeluk-pemeluknya" sebenarnya memiliki contoh dari Rasulullah ketika menandatangani Perjanjian Hudaibiah dulu, dimana Nabi tidak mengapa atas nama "ttd. Muhammad bin Abdullah", bukan "Muhammad Rasul Allah". Menurut Nabi SAW., itu tidak begitu penting.
Al-Millah dan al-Din, dalam bahasa Indonesia diartikan sama. Padahal dalam bahasa Al-Qur'an keduanya berbeda. Jadi, memahami Islam jangan cuma baca terjemahan. Islam konsisten menyatakan bahwa Hijrah dulu, baru jihad. Inilah konsep jihad awal dalam Islam. Islam juga menyuruh jihad dengan harta dulu, baru jiwa. Sebab jika terbalik itu berarti mati konyol. Selain itu, jihad juga seakar dengan kata ijtihad dan mujahadah. Oleh karena itu untuk berjihad diperlukan kecerdasan, usaha sekuat tenaga dulu sambil bermujahadah demi kesuksesan jihad. Jihad dan berijtihad, jangan lupa tahajjud (mujahadah). Oleh karena itu, segenap civitas IAIN Mataram harus kembali kepada pemahaman Al-Qur'an yang benar. Dalam Islam tidak dikenal tindakan teror, radikal, benci, dll.
Setelah kuliah umum disampaikan, sambutan mahasiswa/mahasisi yang mengikuti acara tersebut nampak sangat antosias, karena hal-hal yang disampaikan oleh Wamen cukup memberikan semangat dalam mengarungi dunia pendidikan.

 
PEMILIHAN DEKAN FAKULTAS DAKWAH IAIN MATARAM By : admin
   

MATARAM -Rapat Pleno Senat Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) IAIN Mataram dilaksanakan hari ini 20/2 pukul 08.30 sampai selesai, dengan mengagendakan pemungutan suara dan penghitungan suara dan penetapan hasil pemilihan. Demikian penjelasan Sekretaris panitia pemilihan Habib Alwi, M.Si. Kegiatan hari ini lanjut Habib telah diawali oleh tahapan-tahapan pemilihan yang telah berjalan satu bulan yang lalu berdasarkan Surak Keputusan Rektor Nomor: In.12/PP.00.9/SK/247/2013 tentang penetapan panitia pemilihan dekan fakultas dakwah IAIN Mataram periode 2013-2014.
Rektor IAIN Mataram dalam sambutannya saat debat kandidiat beberapa hari yang lalu mengatakan bahwa sesungguhnya acara pemilihan pemimpin di tingak Fakultas adalah bagian dari tradisi akademik yang harus dilakukan. Dengan demikian pergantian seperti ini sudah biasa dilakukan di setiap kampus. Lebih jauh dikatakannya bahwa sebenarnya acara seperti ini bagian dari demokrasi kampus. Rektor berharap semoga calon dekan terpilih nantinya mampu mengaplikasikan visi dan misi IAIN Mataram dan mampu mengoptimalkan program-program yang bisa membawa perubahan yang lebih baik kedepanya.
Sementara itu ketua panitia pemilihan Dekan FDK Dr. Faizah, MA mengatakan bahwa panitia sudah berkerja dengan maksimal berdasarkan tahapan-tahapan yang sudah ditetapkan pada waktu rapat pleno. Kemudian pengumuman penjaringan calon Dekan lewat Media cetak dan elektronik, dan dari hasil proses penjaringan tersebut, maka kandidat calon Dekan yang telah mendaftarkan diri adalah Dr.H.Subhan Abdullah Acim,MA, Dr.Fawaizul Umam,MA dan Dr.Fahrurrozi,MA.
Tahapan selanjutnya menurut Faizah adalah debat kandidat yaitu para kandidat calon Dekan mamaparkan visi, misi dan program kerja masing-masing didepan 9 orang anggota senat FDK seperti kandidat nomor urut 1 misalnya Dr.H.Subhan Abdullah Acim MA, memaparkan visi-misi dan program kerjanya yaitu menjadikan FDK sebagai Pusat kajian keilmuan, komunikasi, konseling dan pengembangan masyarakat yang unggul dan kompetitif. Untuk mewujudkan visi ideal tersebut maka misi yang akan dijalankannya adalah mengembangkan program Tri Dharma Pergutuan Tinggd dengan memperkuat 3 program besar yaitu Manajemen kelembagaan, Penguatan akademik dan Penguatan sumber daya.
Sedangankan kandidat urutan ke 2 Dr.Fawaijul Umam,MA, tidak dapat memaparkan visi misinya karena berhalangan hadir namun secara tertulis dijelaskan bahwa visi yang ingin diwujudkan adalah FDK merupakan Pusat kajian komunikasi, pengembangan masyarakat dan layanan bimbingan yang unggul dan berdaya saing, dengan misi yang dijalankan antara lain yaitu menanamkan nilai-nilai moral dan akhlak kepada mahasiswa, memperkokoh kemitraan dan tradisi riset melalui pengembangan multi disiplin kajian. Program kerja yang ingin di tampilkan adalah penguatan akademik, penguatan manajemen kelembagaan dan penguatan sumber daya.
Lain lagi dengan visi yang ingin diwujudkan oleh kandidat nomor urut 3 Dr.Fahrurrozi MA, yaitu Mewujudkan Fakultas Dakwah IAIN Mataram sebagai fakultas yang Berkompetisi, Akomudatif, Inovatif dan Keharmonisan disingkat (BAIK). Untuk mendukung visi tersebut lanjut Fahrurrozi maka misi yang dijalankannya adalah menjadikan fakultas dakwah sejajar dengan fakultas lain, membangun budaya akademik kompetitif, mengupayakan fakultas yang responsif dengan kebutuhan masyarakat, mengembangkan fakultas sesuai realitas masyarakat global dan digital, menciptakan suasana akrab dan harmonis, dan mengupayakan Fakultas Dakwah sebagai pusat (Academic Expectation) dan (Social Axpectation). Untuk mealisasikan visi-misi tersebut lanjut Fahrurrozi maka program yang ingin dijalankan adalah Program Kerja "Singkat" artinya (Sinkronisasi Agenda Kerja Akademik Terpadu) 2013-2014.
Sementara pada hari ini tanggal 20 Februari 2013 adalah hari yang ditunggu-tunggu yaitu pemungutan suara dan penetapan hasil pemilihan Dekan Fakultas Dakwah periode 2013-2014 (Pergantian Antar Waktu). maka tiba saatnya 9 orang anggota senat masing-masing Dr.H.Subhan Abdullah Acim,MA, (PD.I) selaku Pgs.Dekan merangkap sebagai ketua senat FDK, Muhammad Sa'i MA, (PD II), Dr.Fahrurrozi,MA, (PD III), Ahyar M.Pd sebagai (Kajur KPI), Imran,M.Si (Kajur PMI), Winengan,M.Si (Kajur BKI), St.Nurul Yakinah M.Ag (Sekjur KPI), Murdiyanto M.Si (Sekjur PMI) dan Rendra Khaldum,M.Ag (Sekjur BKI) adalah merupakan dewan penentu kepememipinan FDK-IAIN Mataram kedepan. demikian penjelasan Faizah.
Dari hasil kerja keras, pemikiran yang mantap, tekat yang bulat serta kebersamaan yang utuh dan solid, maka 9 orang anggota Senat Fakultas Dakwah memilih salah seorang diantara 3 orang kandidat terbaik tersebut yaitu Dr.H.Subhan Abdullah Acim.MA sebagai dekan fakultas Dakwah dan Komunikasi IAIN Mataram dengan perolehan suara 7 dan 2 suara bagi Dr.Fahrurrozi,MA, sementar Dr.Fawaijul Umam,MA. tidak memperoleh suara. Tahapan selanjutnya menunggu tanggapan dan keberatan para calon terhadap hasil penghitungan suara selama 3 hari yaitu dari tanggal 21 sd 23 Februari 2013, dan kemudian tanggal 25 Februari 2013 pengiriman berkas hasil pemilihan kapada Rektor IAIN Mataram untuk di SK-kan dan selanjutnya menunggu pelantikan sebagai Dekan difinitif oleh Rektor IAIN Mataram Dr.H.Nashuddin,M.Pd.

 
PENYAMPAIAN VISI MISI CALON DEKAN FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI IAIN MATARAM By : admin
   

MATARAM, Pada hari ini Senin, 18 Februari 2013 Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) IAIN Mataram mengadakan Debat Calon Dekan demikian ungkap ketua Panitia Pemilihan Dekan FDK IAIN Mataram Dr.Faizah,MA.
Pelaksanaan debat calon Dekan pada hari ini lanjut Faizah adalah merupakan rangkaian proses kegiatan pemilihan Dekan FDK. Kegiatan ini telah diawali dengan pengumuman penjaringan calon Dekan sejak tanggal 07 sd 11 Februari 2013 melalui Koran Lombok Post, Website IAIN Mataram dan media lainnya. Pengumuman penjaringan calon Dekan FDK menurut Faizah adalah ditujukan kepada para Dosen PTAI (UIN, IAIN, STAIN) seluruh Indonesia. Mereka diajak untuk berpartisipai sebagai kandidat calon Dekan pada pemilihan Dekan FDK IAIN Mataram periode 2013-2014, hal tersebut adalah merupakan persyaratan yang harus dilalui oleh panitia dalam rangka memenuhi aturan yang berlaku. Yang akan hadir dalam acara tersebut adalah para Dosen dan para pejabat dilingkungan fakultas Dakwah dan di lingkungan IAIN Mataram.
Fakultas Dakwah dan Komunikasi IAIN Mataram kata Faizah, dalam waktu dekat ini insya Allah akan memperoleh pimpinan baru setelah ditinggal oleh Drs.H.Hasan Mustafa karena tutup usia pada bulan Juni 2012 lalu. Periode Hasan Mustafa dari tahun 2010 sd 2014 ini, insya Allah akan dilanjutkan oleh salah satu diantara kandidat calon Dekan yang akan maju setelah hasil pengumuman penjaringan calon Dekan FDK beberapa hari yang lalu pada hari Rabu 20 Februari 2013. yaitu urutan ke 1 Dr.H.Subhan Abdullah Acim MA, urutan ke 2 Dr.Fawaizul Umam,M.Ag.dan urutan ke 3 Dr.Fahrurrozi,MA.
Rektor IAIN Mataram Dr.H.Nashuddin M.Pd menjelaskan bahwa para calon yang akan maju sebagai Dekan mampu mewujudkan visi ideal Fakultas Dakwah dan Komunikasi IAIN Mataram yaitu Terkemuka dalam bidang Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat Islam, juga dapat menjalankan misinya yaitu: mengembangkan pendidikan dan pengajaran, pengabdian kepada masyarakat, menyelenggarakan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni dalam bidang komunikasi dan pengembangan masyarakat. Melaksanakan pemberdayaan masyarakat yang berorientasi bagi kepentingan kemanusiaan, mengembangkan jaringan kelembagaan dan keilmuan dengan berbagai pihak, sehingga tercapai tujuan yang diinginkan yaitu mengahasilkan sarjana muslim yang berakhlak mulia, profesional, dan kreatif di bidang dakwah dan komunikasi yang berorientasi pada pemecahan masalah umat dan pengembangan masyarakat serta mampu memanfaatkan kearifan lokal dalam kompetisi global.
Dekan yang difinitif nantinya lanjut Rektor disamping mampu mengemban amanat untuk mewujudkan visi - misi FDK, juga harus mampu melaksanakan tugas pokok dan fungsi Fakultas Dakwa dan Komunikasi ditengah-tengah masyarakat yaitu dengan melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang baik dan benar, membina civitas akademika, membina organisasi kemahasiswaan dan alumni, menjalin hubungan kerjasama dengan perguruan tinggi dan/atau lembaga-lembaga lain didalam dan luar negeri serta mampu memenej organisasi kelembagaan FDK IAIN Mataram dengan baik, bermutu, akuntabel dan berdaya saing, demikian ungkap Rektor.
Proses Pemilihan Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi IAIN Mataram berawal dari pengumuman penjaringan calon Dekan tanggal 07 sd 11 Februari 2013, kemudian debat kandidat dilaksanakan tanggal 18 Februari 2013, pelaksanaan pemilihan dilaksanakan tanggal 20 Februari 2013 kemudian dilanjutkan dengan pengumuman hasil pemilu dan selanjutnya menunggu pelantikan Dekan difinitif oleh Rektor IAIN Mataram.

dilaksanakan di Auditorium jalan Pendidikan No. 35 Kampus 1 IAIN Mataram, demikian menurut Kabag Kerjasama dan Publikasi IAIN Mataram Drs.Tamjidillah,M.Pd.