Halaman : 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33


PASCASARJANA IAIN ORIENTASI MAHASISWA BARU By : admin
   

Program Pascasarjana (PPs) IAIN Mataram, menggelar Orientasi Akademik Mahasiswa Baru (OAM) berlangsung selama tiga hari mulai dari tanggal 14 sd 16 September 2012 bertempat di kampu satu jln.Pendidikan No.35 Mataram. Kegiatan ini dibuka langsung Rektor IAIN Mataram, Dr. H. Nashuddin, M.Pd. Yang hadir dalam acara tersebut Pembantu Rektor I Bidang Akademik, Prof.Dr.HM.Taufik, M.Ag. PLh.Dekan Fakultas Dakwah Dr.Subhan Abdullah Acim,MA dan seluruh pejabat pada program Pascasarjana IAIN Mataram, demikian penjelasan Nuruddin,SH.MHi selaku panitia pelaksana.

Dalam sambutannya Nashuddin menjelaskan bahwa Program Pascasarja merupakan salah satu program unggulan bagi IAIN Mataram yang pada saat ini memasuki usia dua tahun yang tergolong usia masih prematur. Namun yang sangat menggembirakan adalah seiring dengan terus meningkatnya jumlah mahasiswa, terpenuhinya jumlah dosen, dan semakin ditingkatkannya pengadaan sarana dan prasarana perkuliahan yang lengkap dan memadai dalam rangka terwujudnya penyelenggaraan pendidikan yang baik dan berkualitas, maka untuk tahun anggaran 2012 ini akan dibangun gedung pascasarjana berlantai tiga yang berlokasi di kampus dua, demikian tegas Rektor.

            Hal yang sama pula disampaikan Direktur Pascasarjana, Dr. Jamaluddin, MA, bahwa dengan   keberadaan PPs akan menjadi  harapan besar bagi sejumlah kalangan atas kemajuan dan perkembangan yang diraih. Hal demikian dapat dijadikan ujung tombak dalam mengawal IAIN Mataram menjadi universitas yang unggul dimasa yang akan datang. Salah satu indikatornya adalah meningkatnya jumlah peminat calon mahasiswa baru, sebab semakin banyak peminat, maka semakin banyak pula kemungkinan  mendapatkan calon-calon mahasiswa yang berkualitas. Kalau peminatnya sedikit, maka tingkat seleksinyapun sedikit berkurang, lain halnya kalau banyak peminatnya akan lebih leluasa kita memilih mahasiswa-mahasiswa yang terbaik. Oleh karena itu maka promosi dan sosialisasi perlu ditingkatkan, terutama di kawasan pulau Sumbawa, kedepan akan dijadikan sasaran prioritas sosialisasi dalam rangka peningkatan SDM guru pendidikan agama islam di Nusa Tenggara Barat.
            Lebih lanjut Jamal menjelaskan bahwa maksud dan tujuan orientasi ini adalah untuk memberikan wawasan kepada mahasiswa baru tentang proses dan system pelaksanaan administrasi akademik pada program PPs, sehingga setiap mahasiswa secara lebih dini sudah mengetahui  hal-hal yang harus dipersiapkan dalam mengikuti proses perkuliahan pada program pascasarjana. Disamping itu lanjunya, melalui kegiatan ini diharapkan tumbuh dan tercipta suasana harmonis dikalangan  civitas akademika PPs serta dapat menjalin hubungan kekeluargaan dan saling membutuhkan satu sama lain dalam rangka tercapainya arah dan tujuan yang sama.

Kemudian Ketua Panitia, Dr.H.Musari,M.Pd, menjelaskan bahwa mahasiswa yang mengikuti kegiatan orientasi berjumlah 106 orang dari kedua program studi Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Ahwal al Syakhsiyah  (AS). Mereka akan diberikan materi  antara lain, Visi  dan Kebijakan dalam pengembangan IAIN  Mataram,  Arah dan orientasi pengembangan akademik  IAIN  Mataram  dalam menjawab kebutuhan pasar,  Re-orientasi  arah dan kebijakan pengembangan PPs  sekarang dan masa mendatang, Teknik pencarian leteratur  melalui media online, Prosedur dan system layanan administrasi keuangan dan pendidikan PPs IAIN Mataram, Sistem pelaksanaan pendidikan pada prodi PAI dan AS (Pedoman Pendidikan PPs) dan terakhir Visit library.

 
Kuliah Umum Marzuki Alie : Mewujudkan Pendidikan Islam Bermutu dan Berdaya Saing By : admin
   

Ketua DPRD RI Dr.H.Marzuki Alie,MM. Memberikan kuliah umum di Kampus dua IAIN Mataram Hari Senin 17 September 2012 dengan Tema "Ikhtiar mewujudkan pendidikan islam yang bermutu dan berdaya saing". Yang hadiri dalam acara tersebut adalah Unsur pimpinan di IAIN Mataram, terdiri dari Rektor dan Pembantu Rektor, par pimpinan fakultas seperti Dekan dan  pembantu dekan di tiga fakultas, para ketua dan sekretaris Jurusan di masing-masing fakultas, unsur Dosen di seluruh fakultas, para pejabat struktural dan seluruh pegawai administrasi di tingkat Rektorat maupun fakultas di lingkungan IAIN Mataram. Para mahasiswa seperti mahasiswa program S1, Program Pascasarjana dan program non reguler. Demikian penjelasan Ali Jadid,M.Pd selaku panitia pelaksana kegiatan tersebut.

Kuliah umum ini lanjut Jadid adalah sebagai bentuk komitmen pimpinan untuk memberikan pelayanan yang baik buat seluruh civitas akademika IAIN Mataram. "kita sangat bersyukur atas kesediaan beliau untuk bersedia datang ke Kampus IAIN Mataram. Sebagai mana kita ketahui bahwa dengan jadwal dan kesibukan beliau yang sangat padat, beliau masih bersedia sempat datang menemui dan memberikan pengetahun yang bermanfaat bagi kita dalam rangka mewujudkan keinginan kita bersama untuk membangun IAIN Mataram yang unggul, maju dan berdaya saing, untuk itu sangatlah kita syukuri. Mudah-mudahan apa yang disampaikan menjadikan pelajaran yang berharga bagi kita semua dan bermanfaat bagi lembaga kita IAIN Mataram dan bagi kehidupan bangsa Indonesia pada umumnya.

Marzuki dalam Orasinya sesuai dengan tema diatas bahwa dalam merumuskan tujuan pendidikan islam ada empat hal yang perlu diperhatikan menurutnya yaitu: pertama tujuan dan tugas mulia manusia dimuka bumi, baik secara vertikal maupun horisontal; kedua keterbatasan kemampuan manusia; ketiga tuntutan masyarakat dan dinamika peradaban manusia; keempat dimensi-dimensi kehidupan ideal islam. Dari uraian tersebut dijelaskannya bahwa Pendidikan Islama adalah sistem pendidikan yang dapat memberikan kemampuan seseorang untuk memimpin kehidupannya sesuai dengan cita-cita dan nilai-nilai islam yang telah menjiwai dan mewarnai corak kepribadiannya.

Lebih lanut dijelaskan bahwa selama ini kaian yang berkembang di IAIN sebagaimana tercermin dalam fakultas-fakultas dan jurusan, hanya terbatas pada pengembangan pengetahuan islam. Akibatmnya kritik yang muncul IAIN dianggap kurang relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan tuntutan pembangnan, karena bersifat sangat sektor yaitu memenuhi kebutuhan sarana yang mendapatkan pengetahuan tinggi mengenai agama islam. IAIN dengan paradigmanya sekarang menurutnya dipandang tidak memungkinkan untuk melahirkan manusia yang kompetitif di era globalisasi yang didominasi oleh iptek, sehingga IAIN dituntuk  melahirkan manusia yang  menguasai iptek sekaligus hidup dalam nilai-nilai agama (islam). Salah satu upaya yang paling mungkin dilakukan IAIN agar dapat melahirkan manusia yang kompetitif ialah memperbaiki kurikulum, selama ini asas umum yang menjadi landasan kurikulum dalam pendidikan islam adalah: asas agama, filsafat, psikologi dan asas sosial yang diderivasi pada program studi atau mata kuliah. Dengan adanya   evaluasi kurikulum maka kesempata untuk menambah kurikulum yang saat ini diperlukan menurutnya seperti kurikulum kewirausahaan yang akan mewujudkan mata kuliah kewirausahaan, civik edukation, bahasa maupun budaya. Kurikulum kewirausahaan menurutnya adalah pengembangan jiwa usaha wajib dibewrikan secara kontinyu di perguruan tinggi, agar mahasiswa memiliki pola pikir, sikap dan tindakan yang mengutamakan inovasi, kreativitas dan kemandirian. Hal ini bisa dimulai dengan membuat kurikulum tentang kewirausahaan. Sedangkan methode pembelajaran dilakukan dengan memberikan pemahaman teori tentang kewirausahaan dan kemudian mengadakan kera praktek atau studi lapangan keusaha-usaha kecil dan menengah.  

Menutupi orasinya Marzuki menyimpulkan bahwa didalam islam ada dimensi ideal yang perlu dikembangkan yaitu upaya meningkatkan kesejahteraan, yang mendorong manusia untuk selalu berusaha dan memadukan antara kepentingan kehidupan dunia dan akhirat. Pendidikan di IAIN menurutnya harus mampu mewujudkan dimensi-dimensi tersebut melalui evaluasi kurikulum sehingga mampu mewujudkan sumber daya manusia yang beriman dan bertaqwa, sekaligus menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi mandiri dan mampu bersaing di era globalisasi.

            Rektor IAIN Mataram beserta seluruh jajarannya menyambut gembira dan bersyukur  kepada Dr.H.Marzuki Alie selaku ketua DPR RI yang sempat hadir berkunjung ke kampus IAIN Mataram, sebagaimana dimaklumi bahwa dengan kesibukannya yang sangat ketat, beliau menyempatkan diri untuk hadir di kampus IAIN Mataram, oleh karena itu patut kita bersyukur dan berterima kasih atas kunjungannya, semoga atas kehadirannya membawa angin segar bagi civitas akademika, bermanfaat, mendapatkan barokah bagi kelanjutan pembangunan dan proses pembelajaran di kampus IAIN Mataram. 

 

 
STADIUM GENERAL FAKULTAS TARBIYAH IAIN MATARAM By : admin
   

Studium General merupakan kegiatan rutin di lembaga Perguruan Tinggi setelah menjalani kegitan libur semester, baik semester ganjil maupun semester genap.

Drs.Supardi,M.Pd selaku Ketua Panitia menjelaskan bahwa Stadium general yang berlangsung di kampus 2 IAIN Mataram ini bertemakan "Internalisasi Pendidikan Karakter dalam Kehidupan Akademik di Perguruan Tinggi" sedangkan Narasumbernya adalah Dr.Abdurrahaman Abdullah,MA. Anggota DPR-RI Dapil NTB, Tahun 2009-2014 dipadati peserta.

Yang hadir dalam acara tersebut lanjutnya adalah unsur Pimpinan IAIN Mataram, Dekan dan para Pembantu Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Mataram, Para Dosen Senior di lingkungan IAIN Mataram, para Ketua Jurusan pada fakultas Tarbiyah, para Pejabat, Mahasiswa dan Seluruh Mahasiswa baru Fakultas Tarbiyah IAIN Mataram tahun 2012-2013.

Para mahasiswa antusias mendengar paparan Abdurrahaman Abdullah ketika membahas tentang Pendidikan Karakter. Pendidikan Karakter menurutnya setiap orang bertanggung jawab atas perbuatannya artinya setiap orang bertanggung jawab atas karakter dirinya, dilanjutkannya bahwa karakter bukan knowing, tetapi doing, karena karakter adalah sifat-sifat perilaku sebagai ciri pembeda seseorang. Lebih lanjut dijelaskannya bahwa ada 6 nilai universal pendidikan karakter menurutnya adalah pertama: honesty (jujur) berarti apa yang diucapkan sama dengan apa yang dilakukan tanpa perlu ada orang yang melihat; kedua: trust Orang yang jujur otomatis dapat dipercaya (trust); ketiga: fair (adil) adalah bagaimana memperlakukan orang lain secara adil dengan memberikan kesempatan yang sama tanpa membedakan agama, suku atau golongan; keempat, jika sudah mampu konsisten memperoleh karakter positif (honesty, trust dan fair), maka dengan sendirinya mudah mendapatkan yang keempat: yaitu respect (menghargai/penghargaan) dari orang lain, kemudian lanjutnya bahwa respect akan tumbuh manakala sudah mampu menghargai perbedaan yang dimiliki orang lain sehingga tidak mudah terjebak menghakimi orang lain; Sedangkan yang kelima Care adalah peduli untuk bergerak menolong kesulitan orang lain tanpa pamrih dan selanjutnya bahwa karakter ini sangat dekat dengan nilai kasih sayang. Seperti bersabar, mamaafkan, dan bersedia menunda kesenangan berkorban demi orang lain; dan yang keenam Responsibility adalah mampu menyelesaikan beban tanggung jawab sampai tuntas dan tidak meninggalkan beban kesulitan pada orang lain.

Pembentukan karakter menurutnya adalah mulai dari diri sendiri sedangkan orang lain adalah merupakan sarana pendukung dan penunjang dalam pembentukan karakter manusia. Guru/Dosen yang berkarakter baik, bukan hanya mengajar mengenai apa itu kebaikan, tetapi juga menjadi murid pertama dari apa yang diajarkan, dengan kata lain berbuat baik dari kebaikan yang diajarkan. Lingkungan yang berkarakter baik adalah kumpulan dari para Guru/Dosen yang berkarakter baik, ditunjang oleh orang tua yang juga berkarakter baik, dan didukung pula oleh faktor-faktor lain seperti kurikulum dan sebagainya, demikian ungkapnya.

Dalam Sambutannya Rektor IAIN Mataram yang diwakili Pembantu Rektor I Bidang Akademik Prof.Dr.HM.Taufik,MA mengharapkan kepada para peserta untuk menyimak dan memperhatikan dengan serius apa yang disampaikan oleh penceramah kemudian dapat diamalkan dan direalisasikan untuk diri sendiri khususnya dan masyarakat pada umumnya.