Halaman : 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37


FAKULTAS SYARIAH MENGADAKAN SEMINAR INTERNASIONAL By : admin
   

Ikhtiar aktualisasi hukum Islam di Indonesia masih saja memunculkan situasi yang polemis, bahkan paradoks, tidak hanya pada segmen teknis yuridis melainkan pula bersinggungan dengan realitas politik yang peka. Ada beberapa kondisi yang melatari hal-hal tersebut. Pertama, wacana hukum Islam berada pada titik tengah antara paradigma agama (entitas sakral) dan paradigma negara (entitas profan). Tarik menarik yang terjadi antara dua paradigma itulah -melaksanakan misi ‘suci' agama dan legitimisi negara atas pluralitas-yang kemudian secara inkonkreto menebarkan asap ketegangan (antagonistis). Situasinya jelas mengapa peranan hukum Islam menjadi rumit? Karena hukum Islam berada di wilayah agama sekaligus negara. Kedua, aktualisasi hukum Islam berada di "daerah rawan konflik" antar agama itu sendiri. Untuk itu, upaya menggali dan mengungkap sinergi antara Syariah Islam dan konstitusi harus selalu menjadi agenda prioritas bersama seluruh warga negara Indonesia sampai kapan pun, khususnya dari sudut pandang ilmiah. Demikian Penjelasan Dr.H.Mutawalli,MA selaku Dekan Fakultas Syaraiah IAIN Mataram di sela-sela acara pembukaan Seminar Internasional sehari di Hotel Jayakarta Senggigi pada tenggal 18 Desember 2012. 

Untuk menjawab situasi tersebut lanjutnya, Fakultas Syari'ah IAIN Mataram mengadakan Seminar Internasional dengan tema: "Islamic law in the Perspektif of epistemology and Indonesian constitution" di Hotel Jayakarta. Hadir sebagai pembicara adalah Prof. Yudian Wahyudi, MA., Ph.D (Asisten Deputi Bidang Bimbingan Umat Beragama, Pendidikan Agama dan Keagamaan Kemenkokesra RI), Prof. Nadirsyah Hosen, LLM.,MA., Ph.D (University of Wollongong, Australia), Prof. Dr. H. Khoiruddin Nasution, MA (Direktur Pascasarjana, UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta), Dr. Mutawalli, MA dan Dr. Miftahul Huda, keduanya dari IAIN Mataram.

Dalam sambutannya ketika membuka acara tersebut, Rektor IAIN Mataram yang diwakili Pebantu Rektor Bidang Administrasi Akademik Prof.Dr.HM.Taufik,MA menyatakan sangat mengapresiasi ini dan kegiatan-kegiatan yang bernuansa akademik daam rangka pengembangan semangat intelektualitas di IAIN Mataram sembari berharap semoga hasil dari kegiatan ini dapat memenuhi harapan dan tujuan yang diinginkan bersama oleh civitas akademika Fakultas Syariah khususnya dan IAIN Mataram pada umumnya.

Menurut ketua panitia, Dr. HM. Zaidi Abdad, MA, acara Seminar Internasional ini diselenggarakan untuk memberikan pemahaman yang utuh tentang persoalan epistemologi hukum Islam dan dinamika konstitusionalnya dalam sistem tata hukum di Indonesia. Selain itu dengan adanya kegiatan akademik yang melibatkan peserta luar IAIN, seperti PA, PTA, Kemenag  sepulau Lombok dan pembicara dari luar negeri seperti dari Australia, kita dapat memperluas jaringan komunikasi dan kemungkinan penjajakan kerjasama, apalagi IAIN Mataram sedang berbenah diri menjadi UIN Mataram, kata Zaidi yang diperkuat oleh Pembantu Rektor Akademik IAIN Mataram dalam sambutan pembukaan. Cita-cita IAIN menjadi UIN Mataram, mendapat apresiasi tinggi dari Prof. Yudian yang bertindak selaku Keynote speaker acara tersebut. Dengan membaca al-Fatihah, saya dukung seribu persen IAIN Mataram menjadi UIN, kata Yudian yang juga alumni Harvard University, AS.

Secara umum para pembicara memberikan catatan perlunya menyelesaikan permasalahan hukum Islam yang berkembang di Indonesia dengan pendekatan integratif yaitu berdasarkan pada nash-nash hukum (teks) dibantu oleh sains modern, ilmu sosial dan humaniora. Kasus ijtihad MK yang mengeluarkan keputusan  mengakui anak di luar nikah, beberapa waktu yang lalu, menjadi pertanyaan sengit peserta seminar, terutama dari hakim-hakim PA dan PTA. Bagi sebagian orang, MK membuat norma baru dengan menyatakan: " Anak yang dilahirkan di luar perkawinan mempunyai hubungan perdata dengan ibunya dan keluarga ibunya serta dengan laki-laki sebagai ayahnya yang dapat dibuktikan berdasarkan ilmu pengetahuan dan teknologi dan/atau alat bukti lain menurut hukum mempunyai hubungan darah, termasuk hubungan perdata dengan keluarga ayahnya". Dari komunitas yang kontra terhadap ijtihad MK tersebut, menganggap putusan tersebut masih parsial, cacat secara substansial, dianggap melegalkan kumpul kebo dan mempunyai implikasi sosial hukum yang begitu jauh. 

 

 
IAIN MATARAM MENGADAKAN SEMLOKA DESAIN PARADIGMA KEILMUAN DAN LANDASAN PENGEMBANGAN KURIKULUM By : admin
   

Rektor IAIN Mataram Dr.H.Nashuddin M.Pd, membuka Seminar dan Lokakarya (Semiloka)  Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Mataram di Jayakarta Hotel Senggigi. Dalam sambutannya beliau menjelaskan bahwa dengan berbagai program kegiatan yang telah dilaksanakan dan dipersiapkan kedepan harus diformulasikan dalam konsep maupun inplementasi dalam berbagai aktifitas pendidikan khususnya dalam proses pembelajaran, maka IAIN Mataram terus melakukan transformasi paradigmatik yang bertumpuk pada pengembangan keilmuan untuk menyiapkan diri sebagai institusi pendidikan tinggi yang memiliki karakter tersendiri dan memiliki keunggulan kompetitif  dan kreatif sesuai dengan visi-misi yang diemban yaitu mengembangkan dan mengintegrasikan ke-Islaman, ke-Ilmuan dan ke-Indonesiaan bagi kemanusiaan dan peradaban. Semiloka diharapkan terwujudnya hasil kesepakatan mengenai paradigma keilmuan dan landasan Pengembangan Kurikulum IAIN Mataram seperti yang diharapkan bersama. Mengakhiri sambutannya Rektor berharap keseriusan para peserta dalam mengikuti kegiatan ini sehingga memperoleh hasil yang diinginkan.

Prof.Dr.HM.Taufik MA koordinator panitia kegiatan dan juga selaku Pembantu Rektor Bidang Akademik IAIN Mataram menjelaskan bahwa, kegiatan ini bernama Seminar dan Lokakarya Paradigma Keilmuan dan Landasan Pengembangan Kurikulum IAIN Mataram HORIZON ILMU TAUHIDIN / Afaq al-Ulum al-Tauhidiyah/Horizone of the Tauhidical Sciences. Kegiatan ini lanjutnya dilaksanakan selama 3 hari yaitu mulai tanggal 14 sd 16 Desember 2012. Adapun tujuan umum dan target Semiloka ini menurutnya adalah tersosialisasikannya pemaknaan dan pemahaman serta pentingnya integrasi intekoneksi ilmu-ilmu agama dengan ilmu-ilmu umum kepada seluruh warga masyarakat kampus IAIN Mataram, khususnya civitas akademika dan lebih khusus lagi bagi para dosen dalam kebermaknaan peradaban dan kemanusiaan, juga terwujudnya hasil kesepakatan mengenai paradigma Keilmuan dan Landasan Pengembangan Kurikulum IAIN Mataram yang diberi nama HORIZON ILMU TAUHIDIK dalam bentuk buku dengan format buku ber - Index Serial Books Number (ISBN).

Kegiatan yang bertujuan untuk terus dapat mengembangkan dan memperkokoh paradigma keilmuan dan semangat pengembangan yang kuat kedepan bagi IAIN Mataram ini,  menurt HM.Taufik  adalah diikuti oleh 75 orang yang terdiri dari para Guru Besar dan Doktor, para Dosen senior dan yunior di masing-masing fakultas ditambah dengan para kepala unit di tingkar Rektorat dan tingkat Fakultas.

Ditanya mengenai judul-tema Kajian Semiloka IAIN Mataram HM.Taufik menjelaskan bahwa judul-tema dimaksud adalah pertama; Desain Umum Integrasi-Interkoneksi antara ilmu-ilmu Agama dengan ilmu-ilmu umum, ke-dua; Desain Pengembangan Keilmuan Tarbiyah, Saintek dan Sosio-Humaniora, ke-tiga Desain Pengembangan Keilmuan Syari'ah, Hukum, Politik dan Ekonomi Islam, ke-empat Desain Pengembangan Keilmuan Dakwah, Psikologi, Komunikasi dan Informasi, ke-lima Model Implentasi Integrasi ke dalam Kurikulum. Dari sekian banyak judul tema tersebut, yang menjadi  Narasmber menurutnya antara lain adalah Prof.Dr.H.Nur Syam,M.Si Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Dr.H.Nashuddin,M.Pd Rektor IAIN Mataram, Prof.Dr.HM.Taufik,MA, PR I IAIN Mataram, Prof.Dr.H.M.Amin Abdullah dosen senior UIN Sunan Kalijaga Jokjakarta pakar Filsafat Islam, Prof.Dr.H.Mulyadhi Kartanegara dosen senior UIN Sarif Hidayatullah Jakarta pakar Filsafat Ilmu, dan Drs. Mohammad Siddik,MA pakar Islamisasi Ilmu dari Malaisia serta Doktor-Doktor  IAIN Mataram yang berkompeten sesuai bidang masing-masing antara lain seperti Dr.Muhammad,M.Pd, Dekan Fakultas Tarbiyah, Dr.H.Mutawalli,MA, Dekan Fakultas Syari'ah dan Dr.Subhan Abdullah,MA Pjs.Dekan Fakultas Dakwah, Dr.Jamaluddin,MAg, Direktur Pasca Sarjana dan para Doktor Muda IAIN Mataram.

Harapan dari kegiatan Semiloka ini menurut Taufik adalah  menghasilkan kesepakatan-kesepakata mengenai paradigma keilmuan dan landasan pengembangan kurikulum di IAIN Mataram dengan dikemas dalam bentuk buku yang berjudul HORIZON ILMU TAUHIDIK dengan format buku yang ber-Index Serial Books Number. 

 

 
IAIN MATARAM MEWISUDA SARJANA S1 SEMESTER GENAP TAHUN 2012 By : admin
   

MATARAM - Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Mataram Dr.H.Nashuddin,M.Pd hari ini Sabtu 10 Nopember 2012 mewisuda 339 orang wisudawan/wisudawati dari 3 fakultas.

Dalam sambutannya Naashuddin menjelaskan bahwa momentum Hari Pahlawan ini menjadi spirit bagi civitas akademika IAIN Mataram untuk menciptakan pahlawan-pahlawan penerus bangsa yang herois dan agamais yang siap menghadapi tantangan global. Upaya ke arah tersebut IAIN Mataram sudah dan terus membenahi dari meningkatkan penguatan kerja akademik dengan memberikan pelayanan yang prima ke pada seluruh civitas akademika IAIN Mataram, mulai dari anggaran penelitian dosen terus ditingkatkan, penunjang Tri Dharma dikembangkan, dan pengabdian kepada masyarakat terus diintensifkan, transfaransi dan akuntabilitas terus diupayakan. Kesemua itu lanjutnya menjadi konsen untuk menunjukkan kerja akademik yang lebih baik dan progresif demi mencapai mimpi besar menuju terciptanya miliu kampus yang berdedikasi, akuntabel, religius, dan unggul.

Disamping itu lanjut Rektor,  Akselerasi menuju perubahan yang lebih baik adalah upaya ke arah kemajuan dimulai dari pimpinan, telah, sedang dan akan terus membenahi diri dalam arti yang sangat luas seperti membenahi pelayanan akademik, membenahi pelayanan administratif dan membenahi pelayanan kepada mahasiswa dan masyarakat.

Lebih lanjut beliau menjelaskan bahwa hal tersebut telah dilakukan dan akan terus ditingkatkan seperti Pertama, penyelenggaraan perkuliahan, telah dapat dilaksanakan sesuai waktu yang direncanakan dengan frekuensi kehadiran dosen 90% aktif. Kedua, penertiban pelayanan akademik bagi mahasiswa telah diupayakan. Ketiga, koordinasi dan komunikasi antar pejabat di lingkungan civitas akademik sangat kondusif dan harmonis. Dan yang Keempat, adalah pembenahan sarana dan prasarana seperti perluasan gedung Aula dan kelengkapan sarana perkuliahan,

Kelengkapan sarana dan prasarana tersebut menurutnya perlu diimbangi dengan melakukan pengelolaan sumber daya manusia (SDM), sumber daya dana (SDD), dan sumber daya fasilitas (SDF) secara amanah, transparan, demokratis, egaliter, elegan, tanpa monopoli, dan bertanggungjawab terhadap masyarakat maupun pemerintah, dalam rangka meningkatkan kapasitas pelayanan terhadap peserta didik/mahasiswa.

Kedepan lanjut Rektor peran-peran yang dapat dilakukan dalam menciptakan sumberdaya manusia dalam hal ini sumber daya mahasiswa yang berkualitas, produktif, kompetitif,  mandiri, cendekia dan islami antara lain adalah melakukan fungsi-fungsi pembinaan dan kaderisasi mahasiswa yang berorientasi pada kebutuhan riil masyarakat, dengan melakukan modifikasi pola-pola pembinaan dan kaderisasi yang sesuai dengan perkembangan zaman, membuka kesempatan yang luas bagi terjadinya dialektika kemasyarakatan, dan selanjutnya melakukan keberpihakan (komitmen) secara jelas terhadap kepentingan masyarakat sesuai dengan visi dan misi lembaga, melakukan kajian-kajian kebijakan strategis dengan mengoptimalkan fungsi-fungsi unit di lembaga sebagai kelompok pengembang, dan pemikir visioner, serta mengenalkan dan menginternalisasikan fungsi-fungsi manajemen, metoda kepemimpinan, dan praktik-praktik penyelenggaraan lembaga secara moralis dan religius sebagai bagian dari sarana peningkatan mutu Tridharma Perguruan Tinggi.

Mengahiri sambutannya Rektor berharap kepada suluruh Wisudawan/wisudawati sebagai generasi penerus adalah Kesiapan. Siap dalam arti siap jasmani dan rohani, siap hati dan lisan. siap teori dan praktek, siap ilmu, dan siap ikhlas untuk menghadapi masyarakat. Intinya siap berpikir cerdas, berkerja keras dan berkerja ikhlas. Itu kata kunci yang harus dicamkan oleh para wisudawan dan wisudawati sembari berpesan selalu menjaga nama baik al-mamater,  mengamalkan ilmu yang proleh, hargai dan hormati guru, dosen, orang tua serta jadilah manusia yang pandai berterima kasih kepada Allah dan sesame, demikiaan harapannya.

Muh.Sa'i, MA selaku Ketua panitia dan juga selaku Pembantu Dekan dibidang Kemahasiswaan Fakultas Dakwah IAIN Mataram menjelaskan bahwa dari 339 wisudawan/wisudawati tersebut dari fakultas Tarbiyah sejumlah  258 orang Fakultas Syariah 50 orang dan dari Fakultas Dakwah 31 orang. Jumlah tersebut lanjutnya masing-masing  memperoleh predikat cumlaude sebanyak 60 orang selebihnya adalah berpredikat amat Baik dan Amat baik.  

Bagi wisudawan/wisudawati terbaik (Cumlaude) tersebut lanjutnya akan diambil 11 orang mewakili 11 jurusan   dari 3 fakultas yang adadi IAIN Mataram untuk memproleh penghargaan dari Rektor berupa Tabanas. Hal tersebut lanjutnya, sebagai penghargaan atas ketekunan dan kecerdasannya dalam menyelesaikan perkuliahan tepat waktu dan karena memperoleh nilai yang sangat memuaskan selama perkuliahan, juga memotivasi mahasiswa/mahasiswi lainnya untuk segera menyelesaikan studi tepat waktu di IAIN Mataram.

Sebelas orang tersebut adalah Muhamad Ahyar Rasidi dengan indeks prestasi 3,89 (cumlaude) sebagai peringkat pertama dari juruasan PGMI, yang secara berurutan diikuti oleh Nurul Zuhriyah jurusan PBA, Ahmad Suhabuddin jurusan IPS, Riana  jurusan Matematika, Dina Marlina dari jurusan PAI dan Sukarman Hadi Jaya Putra dari jurusan IPA masing-masing dari Fakultas Tarbiyah. Sedangkan dari fakultas Syari'ah masing-masing Saidatun Aini indeks prestasi 3.83 (cumlaude) dari jurusan MUA, Lena Marlina jurusan AS dan Mega Hayati dari jurusan EI. Sementara fakultas Dakwah adalah Aditya Pranata Indeks Prestasi 3.81 jurusan PMI dan Muzakir dari jurusan KPI.

ersyaratan menjadi alumni lulusan terbaik ungkap  Muh.Sa'i, mahasiswa tersebut harus menyelesaikan study tepat waktu, Indeks Prestasi Komulatif (IPK) pada masing-masing jurusan harus terbaik, berakhlaq dan berbudi pekerti yang baik, aktif dan berprestasi selama menjalankan studi di IAIN Mataram.

Mengahkiri penjelasannya Muh.Sa'i, berharap semoga acara wisuda ini dapat berlangsung lancar dan sukses serta dapat dijadikan sebagai ajang silaturahmi antara mahasiswa, orang tua/wali mahasiswa, dan seluruh civitas akademika IAIN Mataram.