Halaman : 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40


PEMILIHAN DEKAN DAKWAH IAIN MATARAM PERIODE 2013-2014 By : admin
   

d_dakwah2

d_dakwah1

Panitia Pemilihan Dekan Dakwah IAIN Mataram mengundang Dosen PTAI (UIN, IAIN, STAIN) Seluruh Indonesia untuk berpartisipasi dalam Pemilihan Dekan Fakultas Dakwah IAIN Mataram Periode 2013-2014, untuk persyaratan dan kelengkapan dapat download di sini

 
MAHFUD MD KE IAIN MATARAM By : admin
   

Lagi-lagi IAIN Mataram membuat acara yang sensasional dan akademik. Kali ini tidak tanggung-tanggung. Yang dihadirkan adalah Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) RI, Tokoh nasional sekaligus digadang-gadang sebagai Capres alternatif yaitu Prof. Dr. H. Moh. Mahfud MD, SH. Kuliah Umum dan Diskusi Publik mengambil tema: "Islam dan Masa Depan Kepemimpinan Bangsa" diselenggarakan oleh Fakultas Syari'ah IAIN Mataram.  Acara yang diselenggarakan di hotel Grand Legi tersebut dalam pantauan Lombok Post, peserta yang hadiri lebih dari 500 peserta dari unsur dosen, mahasiswa, politisi, pondok pesantren,LSM, Media lokal dan nasional, peradilan, Rektor dan Ketua Perguruan Tinggi se-Pulau Lombok, TNI dan Polri.

Perlu kami tegaskan, bahwa upaya-upaya akademik seperti ini, insya Allah, akan terus kami lakukan, sebagai bentuk realisasi dari komitmen akademik seluruh civitas akademika Fakultas Syari'ah untuk merealisasikan VISI dan MISI IAIN Mataram, VISI dan MISI REKTOR IAIN Mataram, serta sebagai bentuk tanggungjawab intelektual, yang mungkin dapat menghantarkan IAIN Mataram, menjadi UIN Mataram. Insya Allah, Amin. Dan, semua itu, tidak lain, adalah berkat dan hasil dari seluruh civitas akademika Fakultas Syari'ah, baik dosen, pegawai, dan juga mahasiswa. Selain itu, penting pula ditegaskan, terlaksananya kegiatan tersebut, termasuk yang sedang dan akan dilakukan pada hari ini, jelas atas dukungan kuat bapak Rektor IAIN Mataram, yang secara penuh mendukungnya, kata Dekan Fakultas Syari'ah, Dr. H. Mutawalli, dalam laporan atas nama panitia.

Laporan panitia tersebut diamini oleh Rektor IAIN Mataram, Dr. H. Nashuddin, M.Pd, dalam sambutan di acara tersebut. Merupakan kehormatan tersendiri bagi IAIN Mataram, beliau (Prof. Dr. H.Moh. Mahfud MD, SH) mempunyai kesempatan hadir di sini, di tengah kesibukan sebagai Ketua MK, mengisi undangan dari berbagai kalangan, membaca dan menyelesaikan perkara-perkara konstitusional dari hari ke hari. Hal ini menambah daftar panjang para intelektual yang hadir memberikan pencerahan dan berbagi pengetahuan  bagi civitas akademika IAIN Mataram dan masyarakat NTB. Sekedar sebagai penyegar ingatan, minggu lalu, kita telah sukses menyelenggarakan seminar internasional, dengan pemateri Prof. Jasser Audah dari Qatar dan Ali Abdul Mun'im dari Mesir. Dan insya allah menurut informasi akan terjalin kerjasama antara IAIN Mataram dengan Qatar Foundation dalam bentuk saling mengirim para peneliti, kata Rektor IAIN Mataram.

Rektor IAIN Mataram menambahkan: seperti kita ketahui bahwa sebagai implementasi dari visi besar IAIN adalah menjadi Perguruan Tinggi Islam terkemuka di wilayah Indonesia Timur dan memberikan kontribusi nyata (shadaqoh ilmiahnya) bagi masyarakat NTB, IAIN terus berbenah diri semaksimal mungkin (haqqo jihadih). Kerjasama terus dilakukan dengan berbagai pihak seperti Pemda dan terakhir dengan Islamic Development Bank (IDB), dengan kawalan Kementerian Agama RI.

IAIN Mataram, merupakan salah satu bagian dari  Four in One, selain IAIN Medan, Iain Palembang Dan IAIN Semarang, yang dipercaya untuk meningkatkan diri menjadi UIN lewat bantuan IDB.

Kesiapan dan kesigapan IAIN Mataram dalam merespon perubahan akan memperkuat posisi iain menjadi institusi pendidikan yang mampu menghasilkan alumni yang berkualitas sehingga mampu berdiri setara dalam pergaulan masyarakat dunia, ikut berperan aktif dalam menggerakkan roda ekonomi dan pembangunan bangsa (daerah NTB), dan menghasilkan karya yang mampu mendorong peningkatan keunggulan bangsa.

Berbagai upaya untuk meningkatkan daya saing IAIN Mataram secara nasional dan internasional akan dilakukan secara terus menerus dan terarah sesuai dengan kemampuan sumberdaya yang dimiliki oleh IAIN Mataram. Dengan cara seperti ini diharapkan akan terjadi percepatan kemampuan IAIN Mataram untuk mempunyai daya saing di tingkat nasional dan internasional. Amin

Dalam rangka mendorong percepatan perkembangan IAIN Mataram dalam nuansa akademiknya, sekaligus penguatan semangat transformatif IAIN Mataram menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram, maka kedepan akan diperbanyak kegiatan-kegiatan yang bernuansa akademik seperti ini, insya Allah AICIS (Annual International Confrence on Islamic Studies) 2013, akan dilaksanakan di IAIN Mataram.  Kami mohon dukungan semua pihak. Insya Allah di tahun 2014 kita siap menjadi UIN, kata Rektor IAIN Mataram.

Gubernur, dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Sekda NTB, H M Nor, SH, MH, menyambut baik semua kegiatan yang dilaksanakan di IAIN Mataram, termasuk alih status menjadi UIN MATARAM. Untuk alih status tidak usah menunggu 2014, hari ini juga kita dukung, kata Sekda, yang disambut dengan tepuk tangan meriah dari peserta kuliah umum.

Sementara itu Prof. Dr. Mahfud dalam orasi ilmiahnya banyak menyinggung isu-isu aktual yang menjadi agenda pokok umat Islam dan calon pemimpin bangsa masa depan. Masalah peristiwa Sumbawa juga tidak luput dari uraiannya. Untuk menyelesaikan masalah kebangsaan, dibutuhkan kerja keras dan sistem kepemimpinan yang kuat atau "strong leadership". Jangan menghindar lalu suruh orang lain untuk itu, kalau benar diklaim sebagai prestasi, tapi kalau salah orang lain yang disuruh  itu yang dimakan sama orang lain. Itu tidak benar,". Ujarnya.

Terkait dengan kasus Sumbawa, Pak Mahfud setuju diselesaikan dengan pendekatan hukum. Penegakan hukum harus sungguh tanpa pandang bulu, kata Capres alternatif ini. Diskusi ditutup pada pukul 12.00 dan ketika ditanya respon peserta terhadap diskusi itu, mereka sangat antusias dan berharap IAIN Mataram terus memfasilitasi seminar berkualitas seperti ini. I Nyoman Suarna, A.Md, SH, MH dari STAHN, misalnya, senang bisa belajar langsung dari tokoh Nasional seperti Pak Mahfud, makanya saya berupaya untuk bertanya tadi , katanya kepada Sekretaris panitia, Ahmad Nurjihadi. 

 

 
IAIN MATARAM GELAR KULIAH UMUM DAN DISKUSI PUBLIK BERSAMA KETUA MAHKAMAH KONSTITUSI By : admin
   

mahmudmdSetelah sukses menggelar Seminar Internasional pada hari Sabtu lalu di Hotel Santika dengan tema, TOWARD A NEW PARADIGM OF ISLAMIC AGENDA FOR HUMAN DEVELOPMEN bersama PROF. JASSER AUDA dari Qatar dan Ali Abdul Mun'im dari Mesir, hari ini (Sabtu, 26 Januari, 2013), IAIN Mataram menggelar Kuliah Umum dan Diskusi Publik, bertempat di Hotel Grand Legi, dengan Narasumber Prof. Dr. H. Moh. Mahfud, MD, SH, SU, ketua Mahkamah Konstitusi RI.

Alhamdulillah, kerja akademik yang sedang dan akan berlansung pada hari ini merupakan rangkaian dari "JIHAD ILMIAH" Fakultas Syari'ah, IAIN Mataram, yang telah berlangsung sejak penghunjung tahun 2011, pada saat itu, telah ditandatangani kerjasama dengan berbagai instansi baik pemerintah, maupun lembaga-lembaga lainnya di tingkat provinsi. Kerjasama itu, kami sebut dengan "Sillaturahmi Akademik." Kemudian, tahun 2012, Fakultas Syari'ah, menjalin kerjasama dengan BNPT Jakarta, dan Jakarta Intepreneur College, serta melaksanakan Seminar Internasional dan akan menjalin kerjasama dengan Wolonggong University, Austaralia. Maka, kegiatan hari ini jelas menjadi rangkaian yang diharapkan nanti dapat menjadi magnet tersendiri bagi pengembangan IAIN Mataram untuk masa-masa yang akan datang, Kata Dekan Fakultas Syari'ah IAIN Mataram, Dr. H. Mutawalli, MA, yang sekaligus penanggungjawab acara.

Diskusi pada hari ini yang mengambil tema "ISLAM DAN MASA DEPAN KEPEMIMPINAN BANGSA DI INDONESIA" merupakan tema pilihan cerdas. Bagaimana pun, tema tersebut cukup kontektual dan aktual. Kontektualitas dan aktualitas tema ini, setidaknya, dapat ditilik dari dua perspektif, (1) perspektif warisan intelektual Islam (al-Turats al-Islami, The Heretage of Islam), dan, (2) dari perspektif pola kepemimpinan Indonesia dimasa kini.

Pertama, perspektif warisan intelektual Islam hendak berusaha merevitalisasi bagaimana konstruksi kepemimpinan dalam Islam. Dalam perspektif Islam, kepemimpinan meniscayakan sikap 'adil, tegas, terbuka, visioner, objectif, menempatkan kepentingan umat atas kepentingan pribadi, kaya ide, baik secara teoretis-praksis, dan toleran. Dalam konteks ini, setidaknya, ada tiga persyaratan penting:

Pertama, pemimpin yang bersih (al-‘Adalah). Karena pemimpin adalah teladan bagi publik, karenanya ia harus betul-betul tidak mempunyai catatan hitam di masa lalunya. Pemimpin yang bersih menjadi bagian terpenting mencitrakan organisasi (pemerintahan) yang bersih pula. Lebih dari itu, diharapkan dapat memberikan makna transenden bagi politik, yang selama ini selalu dicitrakan "kotor" dan "busuk". Rekonstruksi untuk menjaring pemimpin dan kepemimpinan yang bersih harus menjadi bagian terpenting dalam pendewasaan demokratisasi.

Kedua, pemimpin yang tegas (al-Kifayah). Dalam konteks penegakan hukum, dibutuhkan pemimpin yang benar-benar meletakkan kebenaran dan keadilan di atas segala-galanya. Dalam konteks pemberantasan korupsi diperlukan pemimpin yang tegas, sehingga penyakit yang menggurita bangsa ini dapat dituntaskan. Pemimpin yang tegas akan mengutamakan kemaslahatan umum di atas kepentingan golongan tertentu. Di sini, ketegasan seorang pemimpin untuk kepentingan bangsa harus menjadi salah satu kriteria penting dalam menentukan pemimpin.

Ketiga, pemimpin yang cerdas (al-‘Ilm). Pemimpin diandaikan sebagai arsitek miniatur publik. Karenanya, ia harus mempunyai kecerdasan dan ketangkasan dalam mengambil langkah-langkah strategis guna mewujudkan perubahan yang berpihak pada kepentingan publik. Kaidahnya, pemimpin yang cerdas lebih dianjurkan oleh agama daripada pemimpin yang kurang cerdas. Seorang pemimpin harus berani dan siap menerima kritikan, tidak arogan. Sebab, pemimpin adalah orang yang arif (bijaksana). Pemimpin niscaya juga bersikap toleran, bukan otoriter. Toleran adalah pandangan tentang sebuah penghargaan, sedangkan otoriter adalah cermin dari sikap merampas hak demokratis seseorang.

Sementara itu Dr. Masnun, M.Ag selaku ketua panitia menambahkan, kegiatan diskusi publik hari ini dihadiri oleh 400 lebih peserta. Selain civitas akademika IAIN, panitia juga mengundang Guberbur, Kapolda, Ketua DPRD, Walikota, Rektor perguruan tinggi, lembaga peradilan, kehakiman, kejaksaan, KPU, Banwaslu, KIPD, Ombudsman, Ormas-ormas, pesantren, partai politik, dan sejumlah instansi dan lembaga terkait lainnya. Ditambahkannya, hajat kegiatan ini adalah untuk mencari format dan model kepemimpinan bangsa yang dapat diterima oleh publik secara luas.  

Menurut Kabag HUMAS, IAIN Mataram, Drs. Tamjidillah, M.Pd, kegiatan-kegiatan di IAIN Mataram, akhir-akhir ini memang sangat ramai dan padat. Hari Jumat kemarin, di IAIN Mataram dari pagi sampai sore, ada rapat koordinasi Panitia AICIS  XIII, sebuah perhelatan ilmiah akbar dan paling bergengsi bagi Kementerian Agama RI, yang juga akan berlangsung di Mataram bulan Nopember tahun ini.