Halaman : 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39


WORKSHOP BLUE PRINT MANAJEMEN By : admin
   

IAIN Mataram menggelar workshop penyusunan blue print manajemen pendidikan tinggi agama Islam, sebagai rangkaian proyek pengembangan 4 in 1 IAIN, yaitu meliputi IAIN Mataram NTB, IAIN Walisongo Jawa tengah, IAIN Raden Fatah Palembang dan IAIN Medan Sumatera Utara. Kegiatan ini dibuka (18/12) oleh Pembantu Rektor I IAIN Mataram, Prof. Dr. HM.Taufik, MA  mewakili  Rektor IAIN Mataram. 

Kegiatan  workshop manajmen ini sangat penting dalam rangka menyusun tata kelola PT yang baik. Kegiatan manajemen modern dimulai dari plaining yang baik, bagaimana merumuskan visi misi, sasaran  dan target yang akan dicapai dalam waktu tertentu, demikian dikatakan Drs. H. Mizan Asyari, MA, Kasi pengendali mutu, Dirjen Pendidikan Tinggi Agama Islam, Kementerian Agama RI.

Dalam penjelasannya, Ketua Panitia Drs. H. Lukman Hakim, M. Pd, mengatakan bahwa kegiatan ini akan berlangsung selama empat hari, yaitu tanggal 18-21 Desember 2012 bertempat di Hotel The Sentosa Senggigi Lombok, diikuti oleh 70 orang peserta yang merupakan perwakilan 4 IAIN yang tergabung dalam 4 in 1, yaitu IAIN Mataram, IAIN Walisongo, IAIN Raden Fatah Palembang dan IAIN Medan. Keempat IAIN tersebut akan  mendapatkan dukungan dana dari Islamic Development Bank (IsDB) untuk kegiatan civil works, furniture and equipment.

Lebih lanjut tegas Lukman,  output dari workshop ini adalah tersedianya blue print manajemen pengembangan pendidikan tinggi bagi 4 IAIN. Untuk memberikan masukan dalam penyusunan draf blue print yang akan disusun oleh tim pokja manajemen, dihadirkan beberapa narasumber yang kompeten diantaranya Dr. Silvy Dewayani (UGM Yogyakarta), Dr. H. Makhlani  (IsDB) dan Drs. Jarot Wahyudi, SH., MA. (UIN Yogyakarta). 

 

 
FAKULTAS SYARIAH MENGADAKAN SEMINAR INTERNASIONAL By : admin
   

Ikhtiar aktualisasi hukum Islam di Indonesia masih saja memunculkan situasi yang polemis, bahkan paradoks, tidak hanya pada segmen teknis yuridis melainkan pula bersinggungan dengan realitas politik yang peka. Ada beberapa kondisi yang melatari hal-hal tersebut. Pertama, wacana hukum Islam berada pada titik tengah antara paradigma agama (entitas sakral) dan paradigma negara (entitas profan). Tarik menarik yang terjadi antara dua paradigma itulah -melaksanakan misi ‘suci' agama dan legitimisi negara atas pluralitas-yang kemudian secara inkonkreto menebarkan asap ketegangan (antagonistis). Situasinya jelas mengapa peranan hukum Islam menjadi rumit? Karena hukum Islam berada di wilayah agama sekaligus negara. Kedua, aktualisasi hukum Islam berada di "daerah rawan konflik" antar agama itu sendiri. Untuk itu, upaya menggali dan mengungkap sinergi antara Syariah Islam dan konstitusi harus selalu menjadi agenda prioritas bersama seluruh warga negara Indonesia sampai kapan pun, khususnya dari sudut pandang ilmiah. Demikian Penjelasan Dr.H.Mutawalli,MA selaku Dekan Fakultas Syaraiah IAIN Mataram di sela-sela acara pembukaan Seminar Internasional sehari di Hotel Jayakarta Senggigi pada tenggal 18 Desember 2012. 

Untuk menjawab situasi tersebut lanjutnya, Fakultas Syari'ah IAIN Mataram mengadakan Seminar Internasional dengan tema: "Islamic law in the Perspektif of epistemology and Indonesian constitution" di Hotel Jayakarta. Hadir sebagai pembicara adalah Prof. Yudian Wahyudi, MA., Ph.D (Asisten Deputi Bidang Bimbingan Umat Beragama, Pendidikan Agama dan Keagamaan Kemenkokesra RI), Prof. Nadirsyah Hosen, LLM.,MA., Ph.D (University of Wollongong, Australia), Prof. Dr. H. Khoiruddin Nasution, MA (Direktur Pascasarjana, UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta), Dr. Mutawalli, MA dan Dr. Miftahul Huda, keduanya dari IAIN Mataram.

Dalam sambutannya ketika membuka acara tersebut, Rektor IAIN Mataram yang diwakili Pebantu Rektor Bidang Administrasi Akademik Prof.Dr.HM.Taufik,MA menyatakan sangat mengapresiasi ini dan kegiatan-kegiatan yang bernuansa akademik daam rangka pengembangan semangat intelektualitas di IAIN Mataram sembari berharap semoga hasil dari kegiatan ini dapat memenuhi harapan dan tujuan yang diinginkan bersama oleh civitas akademika Fakultas Syariah khususnya dan IAIN Mataram pada umumnya.

Menurut ketua panitia, Dr. HM. Zaidi Abdad, MA, acara Seminar Internasional ini diselenggarakan untuk memberikan pemahaman yang utuh tentang persoalan epistemologi hukum Islam dan dinamika konstitusionalnya dalam sistem tata hukum di Indonesia. Selain itu dengan adanya kegiatan akademik yang melibatkan peserta luar IAIN, seperti PA, PTA, Kemenag  sepulau Lombok dan pembicara dari luar negeri seperti dari Australia, kita dapat memperluas jaringan komunikasi dan kemungkinan penjajakan kerjasama, apalagi IAIN Mataram sedang berbenah diri menjadi UIN Mataram, kata Zaidi yang diperkuat oleh Pembantu Rektor Akademik IAIN Mataram dalam sambutan pembukaan. Cita-cita IAIN menjadi UIN Mataram, mendapat apresiasi tinggi dari Prof. Yudian yang bertindak selaku Keynote speaker acara tersebut. Dengan membaca al-Fatihah, saya dukung seribu persen IAIN Mataram menjadi UIN, kata Yudian yang juga alumni Harvard University, AS.

Secara umum para pembicara memberikan catatan perlunya menyelesaikan permasalahan hukum Islam yang berkembang di Indonesia dengan pendekatan integratif yaitu berdasarkan pada nash-nash hukum (teks) dibantu oleh sains modern, ilmu sosial dan humaniora. Kasus ijtihad MK yang mengeluarkan keputusan  mengakui anak di luar nikah, beberapa waktu yang lalu, menjadi pertanyaan sengit peserta seminar, terutama dari hakim-hakim PA dan PTA. Bagi sebagian orang, MK membuat norma baru dengan menyatakan: " Anak yang dilahirkan di luar perkawinan mempunyai hubungan perdata dengan ibunya dan keluarga ibunya serta dengan laki-laki sebagai ayahnya yang dapat dibuktikan berdasarkan ilmu pengetahuan dan teknologi dan/atau alat bukti lain menurut hukum mempunyai hubungan darah, termasuk hubungan perdata dengan keluarga ayahnya". Dari komunitas yang kontra terhadap ijtihad MK tersebut, menganggap putusan tersebut masih parsial, cacat secara substansial, dianggap melegalkan kumpul kebo dan mempunyai implikasi sosial hukum yang begitu jauh. 

 

 
IAIN MATARAM MENGADAKAN SEMLOKA DESAIN PARADIGMA KEILMUAN DAN LANDASAN PENGEMBANGAN KURIKULUM By : admin
   

Rektor IAIN Mataram Dr.H.Nashuddin M.Pd, membuka Seminar dan Lokakarya (Semiloka)  Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Mataram di Jayakarta Hotel Senggigi. Dalam sambutannya beliau menjelaskan bahwa dengan berbagai program kegiatan yang telah dilaksanakan dan dipersiapkan kedepan harus diformulasikan dalam konsep maupun inplementasi dalam berbagai aktifitas pendidikan khususnya dalam proses pembelajaran, maka IAIN Mataram terus melakukan transformasi paradigmatik yang bertumpuk pada pengembangan keilmuan untuk menyiapkan diri sebagai institusi pendidikan tinggi yang memiliki karakter tersendiri dan memiliki keunggulan kompetitif  dan kreatif sesuai dengan visi-misi yang diemban yaitu mengembangkan dan mengintegrasikan ke-Islaman, ke-Ilmuan dan ke-Indonesiaan bagi kemanusiaan dan peradaban. Semiloka diharapkan terwujudnya hasil kesepakatan mengenai paradigma keilmuan dan landasan Pengembangan Kurikulum IAIN Mataram seperti yang diharapkan bersama. Mengakhiri sambutannya Rektor berharap keseriusan para peserta dalam mengikuti kegiatan ini sehingga memperoleh hasil yang diinginkan.

Prof.Dr.HM.Taufik MA koordinator panitia kegiatan dan juga selaku Pembantu Rektor Bidang Akademik IAIN Mataram menjelaskan bahwa, kegiatan ini bernama Seminar dan Lokakarya Paradigma Keilmuan dan Landasan Pengembangan Kurikulum IAIN Mataram HORIZON ILMU TAUHIDIN / Afaq al-Ulum al-Tauhidiyah/Horizone of the Tauhidical Sciences. Kegiatan ini lanjutnya dilaksanakan selama 3 hari yaitu mulai tanggal 14 sd 16 Desember 2012. Adapun tujuan umum dan target Semiloka ini menurutnya adalah tersosialisasikannya pemaknaan dan pemahaman serta pentingnya integrasi intekoneksi ilmu-ilmu agama dengan ilmu-ilmu umum kepada seluruh warga masyarakat kampus IAIN Mataram, khususnya civitas akademika dan lebih khusus lagi bagi para dosen dalam kebermaknaan peradaban dan kemanusiaan, juga terwujudnya hasil kesepakatan mengenai paradigma Keilmuan dan Landasan Pengembangan Kurikulum IAIN Mataram yang diberi nama HORIZON ILMU TAUHIDIK dalam bentuk buku dengan format buku ber - Index Serial Books Number (ISBN).

Kegiatan yang bertujuan untuk terus dapat mengembangkan dan memperkokoh paradigma keilmuan dan semangat pengembangan yang kuat kedepan bagi IAIN Mataram ini,  menurt HM.Taufik  adalah diikuti oleh 75 orang yang terdiri dari para Guru Besar dan Doktor, para Dosen senior dan yunior di masing-masing fakultas ditambah dengan para kepala unit di tingkar Rektorat dan tingkat Fakultas.

Ditanya mengenai judul-tema Kajian Semiloka IAIN Mataram HM.Taufik menjelaskan bahwa judul-tema dimaksud adalah pertama; Desain Umum Integrasi-Interkoneksi antara ilmu-ilmu Agama dengan ilmu-ilmu umum, ke-dua; Desain Pengembangan Keilmuan Tarbiyah, Saintek dan Sosio-Humaniora, ke-tiga Desain Pengembangan Keilmuan Syari'ah, Hukum, Politik dan Ekonomi Islam, ke-empat Desain Pengembangan Keilmuan Dakwah, Psikologi, Komunikasi dan Informasi, ke-lima Model Implentasi Integrasi ke dalam Kurikulum. Dari sekian banyak judul tema tersebut, yang menjadi  Narasmber menurutnya antara lain adalah Prof.Dr.H.Nur Syam,M.Si Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Dr.H.Nashuddin,M.Pd Rektor IAIN Mataram, Prof.Dr.HM.Taufik,MA, PR I IAIN Mataram, Prof.Dr.H.M.Amin Abdullah dosen senior UIN Sunan Kalijaga Jokjakarta pakar Filsafat Islam, Prof.Dr.H.Mulyadhi Kartanegara dosen senior UIN Sarif Hidayatullah Jakarta pakar Filsafat Ilmu, dan Drs. Mohammad Siddik,MA pakar Islamisasi Ilmu dari Malaisia serta Doktor-Doktor  IAIN Mataram yang berkompeten sesuai bidang masing-masing antara lain seperti Dr.Muhammad,M.Pd, Dekan Fakultas Tarbiyah, Dr.H.Mutawalli,MA, Dekan Fakultas Syari'ah dan Dr.Subhan Abdullah,MA Pjs.Dekan Fakultas Dakwah, Dr.Jamaluddin,MAg, Direktur Pasca Sarjana dan para Doktor Muda IAIN Mataram.

Harapan dari kegiatan Semiloka ini menurut Taufik adalah  menghasilkan kesepakatan-kesepakata mengenai paradigma keilmuan dan landasan pengembangan kurikulum di IAIN Mataram dengan dikemas dalam bentuk buku yang berjudul HORIZON ILMU TAUHIDIK dengan format buku yang ber-Index Serial Books Number.