Halaman : 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34


STADIUM GENERAL FAKULTAS TARBIYAH IAIN MATARAM By : admin
   

Studium General merupakan kegiatan rutin di lembaga Perguruan Tinggi setelah menjalani kegitan libur semester, baik semester ganjil maupun semester genap.

Drs.Supardi,M.Pd selaku Ketua Panitia menjelaskan bahwa Stadium general yang berlangsung di kampus 2 IAIN Mataram ini bertemakan "Internalisasi Pendidikan Karakter dalam Kehidupan Akademik di Perguruan Tinggi" sedangkan Narasumbernya adalah Dr.Abdurrahaman Abdullah,MA. Anggota DPR-RI Dapil NTB, Tahun 2009-2014 dipadati peserta.

Yang hadir dalam acara tersebut lanjutnya adalah unsur Pimpinan IAIN Mataram, Dekan dan para Pembantu Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Mataram, Para Dosen Senior di lingkungan IAIN Mataram, para Ketua Jurusan pada fakultas Tarbiyah, para Pejabat, Mahasiswa dan Seluruh Mahasiswa baru Fakultas Tarbiyah IAIN Mataram tahun 2012-2013.

Para mahasiswa antusias mendengar paparan Abdurrahaman Abdullah ketika membahas tentang Pendidikan Karakter. Pendidikan Karakter menurutnya setiap orang bertanggung jawab atas perbuatannya artinya setiap orang bertanggung jawab atas karakter dirinya, dilanjutkannya bahwa karakter bukan knowing, tetapi doing, karena karakter adalah sifat-sifat perilaku sebagai ciri pembeda seseorang. Lebih lanjut dijelaskannya bahwa ada 6 nilai universal pendidikan karakter menurutnya adalah pertama: honesty (jujur) berarti apa yang diucapkan sama dengan apa yang dilakukan tanpa perlu ada orang yang melihat; kedua: trust Orang yang jujur otomatis dapat dipercaya (trust); ketiga: fair (adil) adalah bagaimana memperlakukan orang lain secara adil dengan memberikan kesempatan yang sama tanpa membedakan agama, suku atau golongan; keempat, jika sudah mampu konsisten memperoleh karakter positif (honesty, trust dan fair), maka dengan sendirinya mudah mendapatkan yang keempat: yaitu respect (menghargai/penghargaan) dari orang lain, kemudian lanjutnya bahwa respect akan tumbuh manakala sudah mampu menghargai perbedaan yang dimiliki orang lain sehingga tidak mudah terjebak menghakimi orang lain; Sedangkan yang kelima Care adalah peduli untuk bergerak menolong kesulitan orang lain tanpa pamrih dan selanjutnya bahwa karakter ini sangat dekat dengan nilai kasih sayang. Seperti bersabar, mamaafkan, dan bersedia menunda kesenangan berkorban demi orang lain; dan yang keenam Responsibility adalah mampu menyelesaikan beban tanggung jawab sampai tuntas dan tidak meninggalkan beban kesulitan pada orang lain.

Pembentukan karakter menurutnya adalah mulai dari diri sendiri sedangkan orang lain adalah merupakan sarana pendukung dan penunjang dalam pembentukan karakter manusia. Guru/Dosen yang berkarakter baik, bukan hanya mengajar mengenai apa itu kebaikan, tetapi juga menjadi murid pertama dari apa yang diajarkan, dengan kata lain berbuat baik dari kebaikan yang diajarkan. Lingkungan yang berkarakter baik adalah kumpulan dari para Guru/Dosen yang berkarakter baik, ditunjang oleh orang tua yang juga berkarakter baik, dan didukung pula oleh faktor-faktor lain seperti kurikulum dan sebagainya, demikian ungkapnya.

Dalam Sambutannya Rektor IAIN Mataram yang diwakili Pembantu Rektor I Bidang Akademik Prof.Dr.HM.Taufik,MA mengharapkan kepada para peserta untuk menyimak dan memperhatikan dengan serius apa yang disampaikan oleh penceramah kemudian dapat diamalkan dan direalisasikan untuk diri sendiri khususnya dan masyarakat pada umumnya.

 
STUDIUM GENERAL SEMESTER GANJIL IAIN MATARAM TAHUN 2012 By : admin
   

Studium General di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Mataram berlangsung lancar. Studium general yang berlangsung di Aula IAIN Mataram yang mengambil tema "Hukum Islam dan Dakwah, Strategi dan Implementasi" yang dilaksanakan secara gabungan antara fakultas syari'ah dan fakultas dakwah ini dipadati peserta.

Menurut Tuti Herawati,M.Ag sebagai panitia dan juga selaku ketua jurusan Ahwalus Shahsiyah Fakultas Syari'ah, bahwa Studium General kali ini gabungan fakultas Syari'ah dan Dakwah, sedangkan untuk fakultas Tarbiyah akan melaksanakan sendiri di kampus dua di Jempong, mengingat kondisi tempat dan waktu bagi mahasiswa yang perlu dipertimbangkan, dan juga Materi penyampaiannya menjurus pada  pemahaman keagamaan bukan pada kependidikan, karena Tarbiyah adalah kajian pendidikan. Lebih lanjut Tuti menjelaskan bahwa yang hadir pada acara tersebut, disamping mahasiswa peserta studium general, juga hadir pula seluruh dosen dan karyawan pada kedua fakultas.

Rendra Khaldum,M.Ag. selaku panitia dan juga sekjur Bimbingan Konseling Islam (BKI) fakultas Dakwah mengatakan, bahwa selaku Narasumber dalam kegiatan tersebut adalah Prof.Dr.Ahmad Zahro al-Hasany, MA alumni Universitas Al Azhar Kairo Mesir. Dalam pembahasannya yang berhubungan dengan tema tersebut mengangkat "Memahami tentang Khilafiyah" hal ini dibahas keterkaitannya dengan hukum islam (Fak.Syari'ah). Pemahaman tentang khilafiat dimaksud antara lain adalah masalah zikir, qunut, azzan, sholat tarawih dan lain-lain. Sedangkan yang terkait dengan pengembangan fak Dakwah adalah "Pokok-pokok pikiran Reorientasi Pengambangan dakwah". Dalam pembahasannya Ahmad Zahro menjelaskan bahwa; komunikasi yang nyambung antara subyek dengan obyek dakwah,  mengenal obyek dakwah secara baik, mengetahui kelebihan-kekurangan serta kesenangannya, berada ditengah-tengah dan hidup bersama dengan obyek dakwah adalah merupakan kunci kesuksesan keberhasilan para da'i. Lebih lanjut menurutnya bahwa intelektualitas kultural obyek dakwah dulu dengan saat ini sudah jauh berbeda, oleh karenan itu diperlukan orientasi pengembangan dakwah dengan melalui beberapa kajian yaitu :

Pertama Reoroientasi Format Dakwah yaitu  dakwah dengan perbuatan (bi al-hal), dakwah dengan harta (bi al-mal), dakwah dengan ucapan (bi al-maqal), dakwah dengan tulisan (bi al-qalam), dan dakwah dengan kekuasaan (bi al-quwwah). dan bila disesuaikan dengan sikonnya dapat pula ditambah dengan format dakwah dengan jaringa (bi asy-syabakah) dan dakwah dengan sistem (bi al-andhimah). Kedua adalah Reorientasi Pendekatan, Metode dan Tekhnik Dakwah dalam hal ini adalah metode ilmiah (al-hikmah), metode nasehat (al-mau'idhah al-hasanah), metode diskusi (al-mujaddalah), metode keteladanan (al uswah al-hasanah), dengan pendekatan peresonal, kultural maupun spiritrual dengan dasar pertimbangan bahwa semua metode diatas  adalah penetapan Qur'any. Ketiga adalah Reorienrasi Psikologi Dakwah dengan karakteristik obyektif dakwah yaitu heterogen sehingga juru dakwah harus kaya variasi, penerimanya pasif sehingga juru dakwah harus aktif, jika daya serap mereka tidak sama sehingga juru dakwah harus bijak, mereka orang yang masih belajar sehingga juru dakwah harus tekun dan telaten, ada juga yang suka hiburan, juru dakwahpun harus humoris, mereka berperasaan jurudakwahpun harus hati-hati dan secara umum, juru dakwah harus tanggap dan peka terhadap gejala kejenuhan dengan semboyan "Lebih baik kurang dari pada lebih". Demikian uraiannya.

Rektor IAIN Mataram diwakili Pembantu Rektor I Prof.Dr. HM Taufik,MA mengatakan, kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari kegiatan akademik IAIN Mataram pada semester ganjil tahun 2012/2013. Idealnya, kegiatan ini wajib ditempuh oleh mahasiswa IAIN Mataram pada semua jurusan dan lintas semester sebelum menempuh kelas reguler dikelas masing-masing. Kemudian yang ingin diwujudkan adalah membangun dan menumbuh kembangkan spirit belajar dan membangun imajinasi, disamping untuk kreasi intelektualitas setelah fakum selama sebulan akibat libur menjelang bulan puasa. Sehubungan dengan tema studium general kali ini Taufik menjelaskan bahwa keterpaduan antara ilmu syari'ah dan ilmu dakwah sangan penting artinya dalam rangka pengembangan ajaran islan yang murni dan benar.

 
HALAL BIHALAL IAIN MATARAM 2012 By : admin
   

Halal bihalal sudah menjadi tradisi bagi keluarga besar IAIN Mataram, mengiringi Hari Raya Idul Fitri setiap tahunnya demikian penjelasan ketua panitia Drs.H.Achsanuddi,M.Pd dan juga selaku Pemantu Rektor II. Untuk tahun ini lanjutnya keluarga besar IAIN Mataram kembali merayakan halal bihalal 14 Syawwal 1433 H (01 September 2012 M) di Aula utama IAIN Mataram. Seperti tahun-tahun sebelumnya acara dengan tema "Saling Memaafkan dan Meningkatkan Kebersamaan" ini menurutnya, selain dihadiri seluruh Civitas Akademik, Dharma Wanita, serta Sesepuh dan Pendiri IAIN Mataram dan juga dihadiri Kakan Kemenag NTB, Kakan Kemenag Kota Mataram, Kepala Pengadilan Agama Mataran dan Ketua STHN Gde Puja Mataram dan beberapa undangan lainnya.

Lebih lanjut Achsanuddin, sebagaimana halnya Halal bihalal pada umumnya, kegiatan ini juga diisi dengan uraian hikmah Halal bihalal oleh Dr.Fakhrurrozi,MA Pembantu Dekan III Fakultas Dakwah IAIN Mataram. Dalam uraiannya, Fakhrurrozi menjelaskan bahwa halal bihalal dimaknai secara vertikal dan horizontal. Secara veritikal dimana ‘halal' bermakna menghalalkan dengan Allah, melalui media shalat, puasa yang baru saja kita lalui. Sedangkan secara horizontal ‘bihalal' bermakna menghalalkan dengan sesama manusia, melalui silaturrahmi, saling memaafkan dan sebagainya. Hal ini sejalan dengan pemaknaan ‘idul fitri'  yang tidak hanya bermakna kembali kepada kesucian (kesalehan individu), melainkan juga internalisasi nilai Islam dalam koneks kemanusiaan dan kehidupan bermasyarakat (kesalehan sosial), juga dengan melalui Silaturrahim menjauhkan kita dari sifat sombong dan angkuh, karena yang berhak memiliki sifat yang demikian itu hanyalah Allah SWT. Oleh karena itu menurutnya bahwa untuk menghilangkan sifat sombong dan angkuh  adalah selalu merendahkan diri dan senantiasa menjalin hubungan silaturrahin diantara sesama.

            Mengawali sambutannya Dr.H.Nashuddin,M.Pd selaku Rektor mengucapkan maaf lahir dan batin kepada seluruh keluarga besar IAIN Mataram atas kepemimpinannya selama ini. Silaturrahim adalah merupakan ajang komunikasi bagi kita semua, dengan berkomunikasi yang lancar, silaturrahim menjadi semakin baik, disamping itu pula dengan lanjutnya silaturrahim juga menjadikan obat penenang hati dari segala macam penyakit serta merupakan sarana saling mendoakan antara yang sehat kepada yang sakit dan yang sempat kepada yang sempit, demikian ungkapnya semabari mengajak para hadirin untuk selalu membiasakan diri untuk selalu berkomunikasi antara sesama dan tetap menjalin hubungan silaturrahim.  

Mengahiri sambutannya Nashuddin berharap melalui moment halal bihalal ini atas nama civitas akademika IAIN Mataram memohon maaf jika ada hal-hal yang kurang berkenan dan lewat kesempatan ini pula mengajak civitas akademika IAIN Mataram untuk meningkatkan kebersamaan, bahu membahu membangun IAIN Mataram menjadi maju dan berdaya saing menuju IAIN Mataram yang berdedikasi, akuntabel, religius dan unggul. Disela-sela sambutannya juga menghimbau kepada para ibu anggota Dharma Wanita mendorong suaminya untuk lebih rajin masuk kantor melaksanakan aktifitasnya sebagai abdi Negara dan masyarakat sembari berharap agar rejki yang diperoleh mendapat barokah dari Allah SWT.