Halaman : 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41


IAIN MATARAM GELAR KULIAH UMUM DAN DISKUSI PUBLIK BERSAMA KETUA MAHKAMAH KONSTITUSI By : admin
   

mahmudmdSetelah sukses menggelar Seminar Internasional pada hari Sabtu lalu di Hotel Santika dengan tema, TOWARD A NEW PARADIGM OF ISLAMIC AGENDA FOR HUMAN DEVELOPMEN bersama PROF. JASSER AUDA dari Qatar dan Ali Abdul Mun'im dari Mesir, hari ini (Sabtu, 26 Januari, 2013), IAIN Mataram menggelar Kuliah Umum dan Diskusi Publik, bertempat di Hotel Grand Legi, dengan Narasumber Prof. Dr. H. Moh. Mahfud, MD, SH, SU, ketua Mahkamah Konstitusi RI.

Alhamdulillah, kerja akademik yang sedang dan akan berlansung pada hari ini merupakan rangkaian dari "JIHAD ILMIAH" Fakultas Syari'ah, IAIN Mataram, yang telah berlangsung sejak penghunjung tahun 2011, pada saat itu, telah ditandatangani kerjasama dengan berbagai instansi baik pemerintah, maupun lembaga-lembaga lainnya di tingkat provinsi. Kerjasama itu, kami sebut dengan "Sillaturahmi Akademik." Kemudian, tahun 2012, Fakultas Syari'ah, menjalin kerjasama dengan BNPT Jakarta, dan Jakarta Intepreneur College, serta melaksanakan Seminar Internasional dan akan menjalin kerjasama dengan Wolonggong University, Austaralia. Maka, kegiatan hari ini jelas menjadi rangkaian yang diharapkan nanti dapat menjadi magnet tersendiri bagi pengembangan IAIN Mataram untuk masa-masa yang akan datang, Kata Dekan Fakultas Syari'ah IAIN Mataram, Dr. H. Mutawalli, MA, yang sekaligus penanggungjawab acara.

Diskusi pada hari ini yang mengambil tema "ISLAM DAN MASA DEPAN KEPEMIMPINAN BANGSA DI INDONESIA" merupakan tema pilihan cerdas. Bagaimana pun, tema tersebut cukup kontektual dan aktual. Kontektualitas dan aktualitas tema ini, setidaknya, dapat ditilik dari dua perspektif, (1) perspektif warisan intelektual Islam (al-Turats al-Islami, The Heretage of Islam), dan, (2) dari perspektif pola kepemimpinan Indonesia dimasa kini.

Pertama, perspektif warisan intelektual Islam hendak berusaha merevitalisasi bagaimana konstruksi kepemimpinan dalam Islam. Dalam perspektif Islam, kepemimpinan meniscayakan sikap 'adil, tegas, terbuka, visioner, objectif, menempatkan kepentingan umat atas kepentingan pribadi, kaya ide, baik secara teoretis-praksis, dan toleran. Dalam konteks ini, setidaknya, ada tiga persyaratan penting:

Pertama, pemimpin yang bersih (al-‘Adalah). Karena pemimpin adalah teladan bagi publik, karenanya ia harus betul-betul tidak mempunyai catatan hitam di masa lalunya. Pemimpin yang bersih menjadi bagian terpenting mencitrakan organisasi (pemerintahan) yang bersih pula. Lebih dari itu, diharapkan dapat memberikan makna transenden bagi politik, yang selama ini selalu dicitrakan "kotor" dan "busuk". Rekonstruksi untuk menjaring pemimpin dan kepemimpinan yang bersih harus menjadi bagian terpenting dalam pendewasaan demokratisasi.

Kedua, pemimpin yang tegas (al-Kifayah). Dalam konteks penegakan hukum, dibutuhkan pemimpin yang benar-benar meletakkan kebenaran dan keadilan di atas segala-galanya. Dalam konteks pemberantasan korupsi diperlukan pemimpin yang tegas, sehingga penyakit yang menggurita bangsa ini dapat dituntaskan. Pemimpin yang tegas akan mengutamakan kemaslahatan umum di atas kepentingan golongan tertentu. Di sini, ketegasan seorang pemimpin untuk kepentingan bangsa harus menjadi salah satu kriteria penting dalam menentukan pemimpin.

Ketiga, pemimpin yang cerdas (al-‘Ilm). Pemimpin diandaikan sebagai arsitek miniatur publik. Karenanya, ia harus mempunyai kecerdasan dan ketangkasan dalam mengambil langkah-langkah strategis guna mewujudkan perubahan yang berpihak pada kepentingan publik. Kaidahnya, pemimpin yang cerdas lebih dianjurkan oleh agama daripada pemimpin yang kurang cerdas. Seorang pemimpin harus berani dan siap menerima kritikan, tidak arogan. Sebab, pemimpin adalah orang yang arif (bijaksana). Pemimpin niscaya juga bersikap toleran, bukan otoriter. Toleran adalah pandangan tentang sebuah penghargaan, sedangkan otoriter adalah cermin dari sikap merampas hak demokratis seseorang.

Sementara itu Dr. Masnun, M.Ag selaku ketua panitia menambahkan, kegiatan diskusi publik hari ini dihadiri oleh 400 lebih peserta. Selain civitas akademika IAIN, panitia juga mengundang Guberbur, Kapolda, Ketua DPRD, Walikota, Rektor perguruan tinggi, lembaga peradilan, kehakiman, kejaksaan, KPU, Banwaslu, KIPD, Ombudsman, Ormas-ormas, pesantren, partai politik, dan sejumlah instansi dan lembaga terkait lainnya. Ditambahkannya, hajat kegiatan ini adalah untuk mencari format dan model kepemimpinan bangsa yang dapat diterima oleh publik secara luas.  

Menurut Kabag HUMAS, IAIN Mataram, Drs. Tamjidillah, M.Pd, kegiatan-kegiatan di IAIN Mataram, akhir-akhir ini memang sangat ramai dan padat. Hari Jumat kemarin, di IAIN Mataram dari pagi sampai sore, ada rapat koordinasi Panitia AICIS  XIII, sebuah perhelatan ilmiah akbar dan paling bergengsi bagi Kementerian Agama RI, yang juga akan berlangsung di Mataram bulan Nopember tahun ini. 

 

 
IAIN MATARAM MENGADAKAN SEMINAR INTERNASIONAL By : admin
   

Sebagai implementasi dari visi besar IAIN menjadi perguruan tinggi Islam terkemuka di wilayah Indonesia Timur dan memberikan kontribusi nyata (shadaqoh ilmiahnya) bagi masyarakat NTB, IAIN Mataram terus berbenah diri semaksimal mungkin (haqqo jihadih). Kerjasama terus dilakukan dengan berbagai pihak seperti PEMDA dan terakhir dengan Islamic Development Bank (IDB ), dengan kawalan Kementerian Agama RI. IAIN Mataram merupakan salah satu dari For in One, selain IAIN Medan, IAIN Semarang dan IAIN Palembang yang memperoleh bantuan IDB untuk melakukan transformasi menuju Universitas Islam Negeri (UIN).

Selain bangunan fisik yang dikembangkan oleh IAIN Mataram, penguatan kemampuan SDM (human development) seperti dosen, karyawan dan mahasiswa) adalah hal yang menjadi prioritas kami, kata Rektor IAIN Mataram, Dr. H. Nashuddin, M.Pd,  dalam sambutan pembukaan Seminar Internasional yang diselenggarakan oleh IAIN Mataram di Hotel Santika, hari Sabtu, 19 Januari 2013 kemarin.

Lebih lanjut, Rektor IAIN Mataram, pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) berbasis al-Qur'an lewat qur'anic centernya adalah proyek unggulan dari IAIN Mataram. proyek ilmiah ini sangat strategis bagi IAIN, karena posisinya berada di daerah populasi islamnya yang mayoritas, dimana al-Qur'an sebagai kamus kehidupannya dan diapit oleh komunitas yang sangat plural, secara etnik, budaya dan agama.

Nilai-nilai fundamental al-qur'an seperti keadilan (al-‘adalah), toleransi (tasamuh), egaliter (al-musawah), menghargai perbedaan (qabulul akhar), dan isu-isu kemanusiaan lainnya adalah tema-tema pokok yang harus dikhutbahkan oleh civitas academika IAIN Mataram.

Menurut Ketua Panitia, Prof. Dr. HM. Taufik, MA, juga Wakil Rektor Bidang Akademik, Seminar ini bertemakan: TOWARD A NEW PARADIGM OF ISLAMIC AGENDA FOR HUMAN DEVELOPMENT" menjadikan Al-Qur'an dan Maqashid Syari'ah sebagai perspektif.  Hadir sebagai pembahas adalah Prof. Jasser Auda, Ph. D (peneliti pada Centre for Islamic Legislation and Ethics "CILE", Qatar Foundation) dan Aly Abdelmoneim (peneliti dari Mesir, kandidat doktor).

Seminar ini diikuti oleh seluruh dosen IAIN Mataram, Mahasiswa Pascasarjana IAIN Mataram, Pimpinan PTAIS se-Pulau Lombok, LSM dan tamu undangan khusus dan diselenggarakan dengan target 1) untuk menjembatani dialog antara para sarjana muslim mengenai isu-isu kemanusiaan dalam perspektif al-Qur'an dan maqasid syari'ah. 2)  mendorong percepatan perkembangan IAIN Mataram dalam nuansa akademiknya, sekaligus meretas jalan bagi penguatan semangat transformatifnya menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram. Dan 3) untuk menjajaki kerjasama dengan berbagai pihak, terutama qatar foundation. Karena Prof. Jasser Auda adalah wakil direktur qatar foundation, lanjut Prof. Taufik.

Tawaran utama yang disampaikan oleh Prof. Jasser adalah penekan penggunaan Maqasid Syari'ah dalam memaknai doktrin Islam. Pembangunan sumber Daya Manusia misalnya di Pulau Lombok harus mempertimbangkan prinsip-prinsip Maqasid Syari'ah (Maksud-Maksud Tuhan/Syara') dan Maqashid Al-Halqi (keinginan-keinginan masyarakat).  Prof. Jasser memberikan paradigma baru dalam memaknai maqashid syari'ah yang selma ini menjadi wacana diskursif di kalangan intelektual muslim. Misalnya saja hifdzu al-nasl dalam teori maqasid asy-syari'ah lama dimaknai ulang dengan perlindungan terhadap keluarga dan institusi keluarga, hifdzu al-‘aql dalam teori maqasid asy-syari'ah lama dimaknai ulang dengan melipatgandakan pola pikir dan research ilmiah; mengutamakan perjalanan untuk mencari ilmu pengetahuan, menekan pola pikir yang mendahulukan kriminalitas kerumunan gerombolan; menghindari upaya-upaya untuk meremhkan kerja otak. Hifdzu an-nafs dalam teori maqasid asy-syari'ah lama dimaknai ulang dengan melindungi martabat kemanusiaan dan HAM. Hifdzu al-din dalam teori maqasid asy-syari'ah lama dimaknai ulang dengan menjaga, melindungi dan menghormati kebebasan beragama dan berkepercayaan. Hifdzu al-mal dalam teori maqasid asy-syari'ah lama dimaknai ulang dengan mengutamakan kepedulian sosial, pembangunan dan kesejahteraan sosial.

Sedangkan Ali Abdoel Mon'im dalam orasinya mengatakan,  Islam, dalam versi terakhirnya yang dibawakan Nabi Muhammad SAW, sejak hari pertama dideklarasikan dari gua hirā', lahir sebagai agama yang ber-world view (pandangan hidup) ilmiah, sistematis, dan konsekwen. Ketiga ciri world view Islami itu nampak jelas sejak awal mulanya Islam, sejak diwahyukannya ayat pertama Quran yang berbuyi: Iqra', alias: bacalah.

Quran dipenuhi dengan seruan untuk mendayagunakan akal, dan peringatan bagi orang-orang yang enggan menggunakan akalnya dengan seksama, baik pada aspek pengaitan (‘aql) antar fakta (‘alāmāt/āyāt, tanda-tanda/‘ilm) maupun pada aspek mengikat diri sendiri berdasarkan fakta itu (hijr atau hikmah).

ebagai turunan alami dari world view Islami yang ilmiah, sistematis, dan konsekwen, ‘Audahberupaya menjembatani antara ilmu-ilmu, baik yang diangap ‘ulūm al-dīn' maupun yang diangap ulūm al-dunia', baik ilmu-ilmu sosial maupun ilmu-ilmu alam. ‘Audah, dengan tegas, memadukan ilmu Syariat, ilmu-ilmu sosial dan ilmu-ilmu alam, khususnya pada karya fenomenalnya: Maqāsid al-Syariah as Philosophy of Islamic Law A Systems Approach.

Pada buku ini, meski ukurannya yang kecil, orientasi antar-disipliner nampak mengarahkan pengkajian Jāser‘Auda tentang al-Maqāsid, yang dipadukan dengan filsafat akhlak, Teologi Sistematik, pembangunan, ... dst. 

 

 
FAKULTAS DAKWAH IAIN MATARAM MELAKUKAN PEMBEKALAN PKL MAHASISWA By : admin
   

Rektor IAIN Mataram diwakili Pgs.Dekan Fakultas Dakwah IAIN Mataram Dr.Subhan Abdullah Acim,MA membuka Pembekalan Praktik Kerja Lapangan (PKL) Mahasiswa Fakultas Dakwah  IAIN Mataram. Yang hadir dalam acara tersebut para Wakil Dekan, Kabag TU, para Dosen Senior dan para  pejabat eselon IV di lingkungan fakultas dakwah.

Dalam sambutannya Subhan menjelaskan bahwa Pendidikan yang diselenggarakan di perguruan tinggi akan menghasilkan sumberdaya manusia yang terdidik, dan akan menjadi anggota masyarakat yang mampu secara akademik dan profesional baik secara praktis maupun teoritis. Pendidikan tinggi pada hakikatnya merupakan lembaga yang dapat menerapkan, mengembangkan, dan menciptakan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kesenian bagi generasi masa depan bangsa. Sebagai upaya mewujudkan hal tersebut menurutnya, fakultas dakwah perlu menyelenggarakan kegiatan PKL yang mengaplikasikan langsung ilmu pengetahuan yang mereka peroleh di bangku kuliah. sehingga mutu dan kualitas lulusannya dapat menjawab tuntutan dan tantangan zaman. Mengakhiri sambutannya Subhan berharap dengan kegiatan PKL ini fakultas dakwah dapat memperoleh umpan balik sebagai hasil pengintegrasian mahasiswa dengan instansi terkait dan masyarakat, sehingga pengembangan ilmu yang diasuh di fakultas dakwah dapat lebih marketable dan exeptable.

Mengakhiri sambutannya Subhan menjelaskan bahwa dalam rangka pengembangan kelembagaan maka fakultas dakwah telah mengadakan MoU dengan beberapa instansi terkait dan berikutnya MoU akan dilaksanakan terhdap lembaga/instansi yang digunakan sebagai lokasi PKL tahun ini. Kepada para panitia Subhan menyampaikan penghargaan yang tinggi atas partisipasinya mensukseskan kegiatan ini dan kepada peserta berpesan agar menjaga nama baik Civitas akademika IAIN Mataram umumnya dan Fakutas Dakah pada khususnya.  

Ketua Panitia Satriawan,MA. juga selaku Sekretaris Jurusan KPI pada Fakultas Dakwah menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan agar mahasiswa dapat mempraktikkan pengetahuan yang diperoleh selama di perkuliahan dan mampu menyampaikan pesan-pesan Agama Islam secara lisan, tulisan, tindakan nyata dalam rangka pengembangan masyarakat, baik di lingkungan formal maupun non formal. Sedangkan sasaran dari kegiatan ini bagi mahasiswa menurutnya adalah memperdalam penghayatan, cara berpikir dan bertindak secara interdisipliner, sehingga dapat menghayati arti kerja sama antara bidang ilmu, memiliki kemampuan dasar profesional dalam bidang dakwah, mampu mempergunakan media dakwah yang tersedia, dan dapat mengetahui secara langsung kondisi masyarakat sebagai sasaran dakwah.

Bagi civitas akademika IAIN Mataram lanjutnya dapat memperoleh umpan balik sebagai pengabdian mahasiswa di tengah-tengah masyarakat, sehingga kurikulum, materi perkuliahan dan ilmu pengetahuan yang diasuh, dapat lebih disesuaikan dengan tuntutan nyata di masyarakat, menjalin kerjasama, melakukan promosi dan sosialisasi bagi keberadaan fakultas dakwah khususnya dan IAIN Mataram pada umumnya. Sedangkan bagi masyarakat menurutnya, memiliki kesadaran terhadap pentingnya pembinaan mental spiritual, meningkatnya keterampilan masyarakat dalam memecahkan problem-problem kehidupan keagamaan, dan terselesaikannya berbagai masalah kehidupan social keagamaan bagi masyarakat baik secara kualitatif maupun kuantitatif.

ebih lanjut Satriawan menjelaskan bahwa kegitan PKL kali ini adalah paling spektakler bagi Fakultas Dakwah. Karena beberapa hal pertama ditinjau dari segi jumlah PKL sekarang ini mengalami peningkatan sampai dengan 300 % bahkan 400 % lebih banyak dibanding tahun-tahun sebelumnya tahun ini  129 orang, sementara tahun-tahun sebelumnya hanya 30 sampai dengan 40 orang. Kedua dari segi lokasi pada tahun ini 23 instansi/lembaga, sementara sebelumnya hanya 2 atau 3 lokasi bahkan cukup 1 lokasi saja. Sedangkan untuk kedepan akan lebih banyak lagi mengingat kehadiran jurusan BKI tidak bisa dianggap enteng karena jumlah mahasiswanya yang cukup banyak akan ikut mewarnai suasana. Bahkan nyaris akan meningkat dua kali lipat dari jumlah peserta PKL tahun ini, demikian ungkapnya.

Kegiatan PKL ini masih menurut Satriawan diawali dengan observasi lapangan dan telah dilaksanakan pada tanggal 02 sd 05 Januari 2013 lalu, dilanjutkan dengan pembekalan yang dilaksanakan pada hari Sabtu 14 Januari 2013 dan kemudian penempatan mahasiswa PKL dilaksanakan pada tanggal 21 Januari dan PKL berakhir pada tanggal 08 Maret 2013. Menyinggung masalah lokasi PKL yaitu lokasi RRI Regional Mataram, TVRI Mataram, Lombok TV, TV 9, Harian Lombok Post, Harian NTB Post, PSTW Puspakarma Mataram, PSKW Budi Rini Mataram, PSMP Para Mita Mataram, RPPSA Paramita Narmada, PSAA Harapan Mataram, RPPSA Putra Utama Narmada, YPA Mataram, Global FM, Radio Suara Kota FM, Radio Lombok Post FM, dan di beberapa lokasi Desa Binaan.