Halaman : 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36


Seminar Nasional - Penguatan Kontribusi Perguruan Tinggi Dalam Mewujudkan Good Governance By : admin
   

Pada hari Jum’at 04 April 2014 Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Mataram mengadakan kegiatan Seminar Nasional yang bertempat di Auditorium Kampus 1 IAIN Mataram  jln Pendidikan No. 35 dengan tema “Penguatan Kontribusi Perguruan Tinggi Dalam Mewujudkan Good Governance”. Seminar Nasional ini cukup istimewa karena yang menjadi Nara sumbernya adalah orang penting di Negeri ini yaitu putra dearah Nusa Tenggara Barat Ketua Mahkama Konstitusi Prof.Dr.Hamdan Zoelva,SH.MH, dengan pokok-pokok pikiran yang disampaikan adalah “Kontribusi Perguruan Tinggi dalam Penyelenggaraan Pemilu yang Bermartabat” sedangkan pembicara kedua adalah Dr.H.Ali Masykur Musa, M.Si,M.Hum. Wakil Ketua  BPK RI, tema yang disampaikan adalah “Etos Kebangsaan Dalam Menyelamatkan Keuangan Negara (Pemanfaatan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup).

                Turut serta hadir dalam kegiatan ini Gubernur Nusa Tenggara Barat, Musyawarah Pimpinan Dearah Prop.NTB, utusan dari berbagai Perguruan Tinggi dan sejumlah pejabat dari Kantor Wilayah Kemenag Propinsi NTB. juga turut serta segenap unsur pimpinan tiga fakultas IAIN Mataram (Fakultas Tarbiyah, Fakultas Syari'ah, dan Fakultas Dakwah), dosen, pegawai, dan mahasiswa IAIN Mataram dari semua jurusan, serta segenap mahasiswa Pascasarjana konsentrasi Pendidikan Islam dan Hukum Islam. Begitu juga segenap unsur pimpinan institut turut hadir.

Mengawali sambutannya, Dr. H. Nashuddin, M.Pd Rektor IAIN Mataram mengatakan bahwa menyambut baik kedatangan dua narasumber yang cukup istimewa bagi civitas akademika IAIN Mataram kali ini. Istimewa menurutnya karena yang menjadi narasumber Seminar Nasional kali ini salah satu putera daerah Nusa Tenggara Barat yaitu Prof.Dr.Hamdan Zoelva,SH.MH. yang merupakan orang penting di Negeri ini demikian, Rektor bangga. Tidak lupa pula Pak Rektor menyatakan kebanggaannya kepada Dr.H.Ali Masykur Musa,M.Si, M.Hum sebagai Wakil Ketua BPK RI selaku narasumber kedua dalam Seminar Nasional ini, sehingga dalam perjalanan sejarahnya, Seminar Nasional di IAIN Mataram selama ini baru kali ini narasumbernya adalah putra terbaik daerah Nusa Tenggara Barat, sembari berharap kepada dua narasumber ini dapat memperjuangkan IAIN Mataram menjadi UIN Mataram kedepan. Rektor juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada segenap civitas akademika IAIN Mataram yang telah mendukung kesuksesan acara ini.

Dalam penyampaian orasinya Prof.Dr.Hamdan Zoelva,SH.MH menjelaskan bahwa pada hakekatnya perguruan tinggi memiliki posisi yang sangat strategi bagi sebuah bangsa. Dari perguruan inggi akan muncul dan melahirkan orang-orang yang berkapasitas baik, yang akan membangun Negara ini dengan baik pula. Perguruan tinggi merupakan proyek peradaban masa depan. Bahkan kondisi  masa datang suatu Negara dapat diukur dari bagaimana wajah perguruan tinggi saat ini. Perguruan tinggi merupakan arena penyemaian wadah candradimuka untuk menghasilkan generasi yang lebih baik. Karena itu merurutnya, di Perguruan tinggi pula akan dijumpai mereka yang memiliki karakter pembaharuan, memiliki tradisi dan budaya intelektual serta memiliki gagasan-gagasan baru dalam menyikapi suatu permasalahan. 

Pada konteks demokrasi lanjutnya  khususnya terkait dengan pemilihan umum, perguruan tinggi sering gamang untuk melakukan berbagai bentuk kegiatan yang bersentuhan dengan pemilihan umum, terdapat kekhawatiran dikalangan kampus, karena apabila melakukan kegiatan yang berkaitan dengan pemilihan umum akan merusak prinsip independensi dan imparsialitas kampus sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan intelektualitas yang menjadi milik semua golongan dan partisan politik katanya. Kampus adalah tempat persemaian bagi para kader dan calon pemimpin bangsa yang akan terjun pada dunia politik dan kemasyarakatan.  Dalam kontek itulah lanjutnya mendesan bagi kita untuk memikirkan ke,bali peran perguruan tinggi dalam pembangunan Demokrasi. Perguuan tinggi harus bisa menjawab pertanyaan bagaimana perguruan tinggi memainkan perannya ditengah-tengah turbulensi politik suatu negara dan bagaimana seharusnya perguruan  tinggi berperan mewujudkan penyelenggaraan pemilu 2014 yang lebih baik dan bermartabat bagi pembangunan bangsa.  

Pemilu yang bermartabat menurutnya hanya akan terwujud apabila Pertama: Aturan hukum yang baik dan lengkap dalam pelaksanaan pemilu, akan sagat berpengaruh pada kwalitas pelaksanaan pemilu; kedua  budaya emokrasii politik kontestan pemilu, baik kandidat elit politik, maupun partai politik, haruslah tercermin dalam setiap ucapan, dan tindakannya sebagai kontestan pemilu; ketiga; Penyelenggara pemilu (KPU dan Bawaslu) bersikap netral dan professional; keempat ; warga masyarakat sebagai pemangku kepentingan umat dalam pemilu memunyai kesadaran sekaligus kecerdasan tinggi bagaimana melaksanakan haknya sebagai rakyat yang berdaulat. Kelima ; sengketa atau perselisihan hasil pemilu diselesaikan oleh lembaga pendidikan yang independent dan impersial yang putusannya dihormasi dan ditaati. 

Sedangakan Dr. Ali Masykur Musa menjelaskan bahwa   Negara kita membutuhkan pemimpin yang memilikiki karakter kuat dan tangguh sehingga mampu melindungi terhadap rakyatnya dari kemiskinan dan keterpurukan. Pimpinan yang mamu memberkan jalan keluar menuju kesejahteraan rakyatnya dengan memanfaatkan sumber daya alam  (SDA) secara adil dan merata ramah lingkungan. Dngan menyitir falsafah “Tri Dharma Amerika” semboyan Pangram Mangkubuwono  III, pemimpin yang memiliki etos kebangsaan dalam dalam menjada SDA dan lingkungan, harus ampu ebawa rakyatnya kedalam sikap Rumongo Melu Handarbeni (merasa memiliki), Rumongso Melu Hangrungkebi (rasa tanggungjawab), dan  Mulat Sariro Hangrosowani (mawas diri).

 
Fakultas Dakwah dan Komunikasi Melepas 53 Mahasiswa dalam kegiatan Praktek Kerja Lapangan Terpadu By : admin
   

Fakultas Dakwah & Komunikasi IAIN Mataram Tahun Akademik 2013/2014 kembali melepas keberangkatan mahasiswa untuk berkiprah di masyarakat NTB. Peran aktif mahasiswa tersebut ditempa melalui kegiatan Praktik Kerja Lapangan Terpadu. Dalam arahannya, Wakil Dekan I, Imran M.Si menekankan perlunya menjaga nama baik almamater, banyak belajar dari pengalaman langsung dan selalu siap mengaplikasikan ilmunya. Beliau mengingatkan bahwa mahasiswa harus siap menghadapi situasi baru, menyesuaikan diri dengan lingkungan dan tentunya pandai menempatkan diri. Di tempat yang sama , Ketua Panitia PKLT FDK IAIN Mataram Dr. Thohri mengingatkan tujuan dilaksanakannya PKLT adalah agar mahasiswa mampu mengintegrasikan teori dan praktik. Mahasiswa diharapkan tidak hanya paham interkoneksi ilmu, integrasi ilmu tetapi harus integrasi-interkoneksi ilmu dan amal. PKLT adalah kesempatan emas untuk berkarya setelah menimba teori selama 3,5 tahun.

PKLT tahun ini melibatkan 53 mahasiswa dari dua jurusan yakni jurusan Pengembangan Masyarakat Islam dan Komunikasi Penyiaran Islam. Adapun lembaga yang menjadi mitra FDK IAIN Mataram selama PKLT adalah Lembaga Pemerintah dan NGO/LSM. Mahasiswa PKLT kali ini tersebar di BP PAUDNI, LPP TVRI, LPP RRI, Lombok Care, Global FM, KPID, SKB, YPA, PSMP Paramita, dll.

Doktor lulusan UPI Bandung ini juga menyampaikan bahwa dari tahun ke tahun respon masyarakat terhadap IAIN Mataran terutama Fakultas Dakwah semakin menggembirakan. Banyak mahasiswa yang direkrut bekerja sebelum selesai kuliah.

 
PELATIHAN QUANTUM WRITING MAHASISWA BIDIK MISI JURUSAN AS - FSEI IAIN MATARAM By : admin
   

Keberhasilan mahasiswa merupakan potret kesuksesan pendidikan di perguruan tinggi. Seorang mahasiswa dianggap berprestasi jika ia mampu mencapai hasil maksimal baik di dalam maupun di luar kampus. Lulus tepat waktu, Indeks Prestasi tinggi, mampu menulis dan menghasilkan karya ilmiah adalah wujud prestasi seorang mahasiswa. Namun demikian, tidak semua mahasiswa mampu membuktikan dirinya berprestasi, terutama prestasi menulis. Beberapa mahasiswa mampu meraih indeks prestasi yang tinggi dan lulus tepat waktu, tapi belum tentu mampu menulis. Di sisi lain, lebih banyak mahasiswa yang tidak mampu lulus tepat waktu, indeks pretasi rendah dan tidak memiliki softskill menulis.

Jurusan Ahwal Al-Syakhshiyah (AS) FSEI IAIN Mataram menyadari sepenuhnya kondisi tersebut. Untuk itulah Jurusan AS menggelar kegiatan bertajuk  “Pelatihan Quantum Writing Bagi Mahasiswa Program Bidik Misi Semester III Jurusan AS FSEI IAIN Mataram” pada tanggal 28 Januari 2014 di Lesehan Dini Gerimax, Mataram. Tujuan kegiatan ini untuk memaksimalkan potensi 20 mahasiswa semester III penerima Beasiswa Bidik Misi yang dianggap memiliki potensi lebih dibanding mahasiswa lainnya. Pelatihan ini dimaksudkan untuk mengasah keahlian softskill mereka di dunia tulis-menulis.

Tuti Harwati, M.Ag., Ketua Panitia dan Ketua Jurusan AS, menegaskan: “Pelatihan softskill Quantum Writing ini dilaksanakan karena komitmen Jurusan AS untuk mengasah minat dan bakat menulis mahasiswa bidik misi sebagai penerima beasiswa berprestasi. Ini penting, karena mahasiswa bidik misi selain harus memiliki IP tidak boleh kurang dari 3,00 di kampus, juga harus dibekali dengan kemampuan menulis supaya berprestasi juga di luar kampus”.

Sekretaris Jurusan AS, Ahmad Muhasim sekaligus sekretaris panitia menambahkan “Pelatihan Quantum Writing ini sangat penting bagi mahasiswa sekarang. Sebab, saat ini mahasiswa justru lebih sibuk facebookan, telponan, sms-an dan lain sebagainya. Akhirnya, waktu dan konsentrasi mereka untuk serius berprestasi di kampus buyar. Jurusan AS ingin membangkitkan gairah menulis mahasiswa, khususnya bagi mahasiswa bidik misi yang dituntut untuk memiliki prestasi lebih. Salah satunya harus bisa menulis.”

Narasumber yang diundang dalam Pelatihan Quantum Writing tersebut adalah para pakar berpengalaman dalam dunia tulis-menulis., antara lain: Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag., Dr. Fawaizul Umam, M.Ag., dan Dr. Kurniawan, MH.

Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag menyatakan bahwa “Manusia dan jin itu tercipta untuk menyembah kepada Allah. Caranya menyembah sudah ditentukan oleh Allah. Jadi profesi manusia di hadapan Allah adalah penyembah, dan bukti keprofesionalan seseorang hamba ditentukan oleh seberapa taat ia menyembah Allah. Demikian juga dengan gelar mahasiswa. Ia dituntut untuk membuktikan keprofesionalannya sebagai mahasiswa dengan berapa IP yang diraih, lulus tepat waktu atau tidak, dan mampu menulis atau tidak. Itu semua harus dibuktikan supaya dikatakan sebagai mahasiswa yang berprestasi. Kalau itu tidak bisa, jangan pernah mengaku jadi mahasiswa.”

Menulis tidak hanya diwjibkan bagi mahasiswa. Menurut Dr. Kurniawan, MH., “Berdasarkan Surat Edaran Dirjen Dikti No. 152/E/T/2012 Tentang Publikasi Karya Ilmiah, maka para dosen justru lebih diwajibkan untuk senantiasa menulis dan mempublikasikan karya ilmiahnya, baik dalam bentuk buku, jurnal terakreditasi, artikel dan lain sebagainya. Akan tetapi, sama seperti mahasiswa, tidak setiap dosen mampu menulis dengan cepat dan berkualitas. Oleh karena itu, pelatihan Quantum Writing ini juga perlu bagi para dosen.”

Untuk bisa menghasilkan tulisan yang berkualitas tentu saja tidak mudah dan memerlukan proses yang panjang. Karena itu, banyak kalangan menilai bahwa menulis itu sulit, dan akhirnya malas menulis mulai membudaya. Menurut Dr. Fawaizul Umam, M.Ag., “Menulis bisa dimulai dengan hal-hal yang sederhana dan menyenangkan tapi mampu membuat orang lain terpengaruh. Quantum kan artinya ledakan dahsyat, sehingga Quantum Writing artinya bagaimana supaya tulisan sederhana dari hal-hal sederhana itu memiliki daya ledak tinggi hingga bisa menimbulkan efek akademis yang luar biasa. Dengan metode Quantum Writing, menulis ilmiah sekarang bisa semudah membuat status di media sosial seperti facebook, twiter dan lain-lain”.

Pada akhir acara, para peserta diwajibkan membuat satu tulisan. Ini dimaksudkan supaya para peserta tidak hanya memahami Quantum Writing secara teori, tapi juga mampu secara praktik.