Halaman : 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33


IAIN MATARAM WORKSHOP PENGEMBANGAN STUDI AL-QUR’AN PTAI By : admin
   

Rektor IAIN Mataram Dr.H.Nashuddin,M.Pd membuka Workshop Pengembangan Studi Al-Qur'an PTAI di Hotel Jayakarta Senggigi Lombok Barat tanggal 30 November sd 1 Desember 2013. Dalam sambutannya Rektor menjelaskan bahwa dengan Qur'anik Center merupakan Aicon IAIN Mataram, Qur'nik Center  lanjut Rektor akan mengkaji 3 bidang kajian yaitu tentang pengembangan ilmu pengetahuan, penelitain dan dokumentasi dalam artian bahwa lembaga IAIN Mataram adalah pusat penyimpanan atau merupakan Manuskrip berbagai al-Qur'an Dunia demikian ungkapnya seraya berharap bahwa IAIN Mataram kedepan lebih maju dan berkembang sesuai tuntutan dan perkembangan zaman.

Disaat ini, eksistensi lembaga pendidikan tidak dapat menafikan peran serta "pasar" sebagai pihak pengguna jasa (lulusan)-nya. Mungkin saja, suatu saat lembaga-lembaga pendidikan Islam, termasuk perguruan tinggi, bisa gulung tikar atau menjadi tamu di rumah sendiri jika tidak mampu merespon kebutuhan "pasar", terlebih jika tidak lagi diminati oleh masyarakat. Demikina penjelasan Drs.H.M.Zaedi Abdad selaku ketua panitia workshop Pengembangan Studi Al-Qur'a di PTAI yang berlangsung di Kampus 1 IAIN Mataram baru lalu. Lebih lanjut  Zaedi menjelaskan bahwa memasuki abad ke-21, bangsa Indonesia dihadapkan pada berbagai tantangan besar berskala global yang muncul dari proses globalisasi sejak paruh kedua abad ke-20 dan diperkirakan semakin intensif pada abad mendatang. Globalisasi tidak hanya mendorong terjadinya transformasi peradaban dunia melalui proses modernisasi, industrialisasi, dan revolusi informasi, melainkan juga menimbulkan perubahan-perubahan dalam struktur kehidupan bangsa-bangsa di dunia, termasuk Indonesia. Perubahan-perubahan ini juga tidak menutup kemungkian akan merambah pada wilayah agama, termasuk pemarjinalan lembaga perguruan tinggi Islam.

Merespon kondisi demikian, menurut Zaedi perubahan IAIN menjadi UIN yang tergabung dalam "4 in 1" (IAIN Medan, IAIN Palembang, IAIN Walisongo Semarang, dan IAIN Mataram) adalah salah satu bentuk respon dari perguruan tinggi Islam untuk menyelaraskan misi perguruan tinggi Islam dengan kebutuhan "pasar". Perubahan ini meenurutnya tentu saja membawa konsekwensi perguruan tinggi Islam, misalnya, untuk membuka diri terhadap calon-calon mahasiswa yang berasal dari sekolah-sekolah umum (bukan madrasah dan pesantren), dan harus mampu menjalin komunikasi antara perguruan tinggi yang bercirikan Islam dengan masyarakat di luar kampus (link and match). Oleh karena itu lanjutnya, selain harus mempertimbangkan kebutuhan "pasar" sebagai pihak pengguna jasa (lulusan perguruan tinggi), tentu saja perguruan tinggi Islam harus tetap mempertahankan ciri khas keislamannya (baca ke-IAIN-an)nya. Salah satu cara mempertahankan ciri khas keislamannya menurut Zaedi adalah dengan mendirikan pusat-pusat kajian al-Qur'an (qur'anic centre), pengembangan kajian-kajian al-Qur'an (developing qur'anic studies) yang mampu menjawab problema umat saat ini, dan pengembangan metodologi pembelajaran al-Qur'an (qur'anic learning) untuk mahasiswa dan masyarakat Muslim yang masih belum mampu dan mahir membaca al-Qur'an.

Sejalan dengan itu Zaedi mengungkapkan bahwa IAIN Mataram adalah satu-satunya perguruan tinggi negeri Islam yang berada di kawasan Nusa tenggara yang saat ini akan berubah menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) dengan mengambil ciri sebagai pusat kajian al-Qur'an (Qur'anic Centre) sebagai brand icon. Langkah-langkah strategis menyangkut pengkajian, pengembangan lembaga, pendalaman, dan bahkan penerapan nilai-nilai al-Qur'an berdasarkan research kajian ilmiah (akademis) akan dilakukan dan dikembangkan di IAIN (UIN) Mataram. Dengan upaya ini dia berharapan bahwa  IAIN Mataram berubah menjadi UIN Mataram, selain dapat merespon kebutuhan "pasar", juga masih tidak kehilangan ciri khas keislaman (baca: ke-IAIN-an)nya, sehingga dapat bermanfaat bagi umat manusia (rahmat li al-‘alamin). Oleh karena itu menurutnya untuk mengawali kegiatan dalam lembaga Qur'anic Centre IAIN Mataram ini diselenggarakan workshop dengan mengangkat tema "Pengembangan Studi al-Qur'an di PTAI". Melalui kegiatan workshop ini diharapkan akan ditemukan sebuah arah pengembangan lembaga kajian al-Qur'an (qur'anic centre), kajian-kajian al-Qur'an (quranic studies), dan pengembangan metode pembelajaran al-Qur'an (quranic learning) yang ideal dalam rangka menjawab tuntutan masyarakat (sosial expectations) abad ke-21 terhadap perguruan tinggi Islam di Indonesia.

Adapun tujuan dari kegiata ini menurut Zaedi  antara lain adalah Menemukan arah dan konsep yang kongkrit untuk pengembangan Qur'anic Centre sebagai pusat pengkajian, penelitian, pendalaman, dan penerapan nilai-nilai al-Qur'an dalam menghadapi globalisasi dan otonomi perguruan tinggi. Mencari model dan bentuk pengembangan Qur'anic Centre sebagai upaya penggemblengan atau kaderisasi dalam bidang pengajaran al-Qur'an yang tepat dan cepat.  Yang diharapkan dari kegiatan workshop ini adalah menghasilkan dokumen pengembangan Qur'anic Centre yang dapat dijadikan sebagai standar operasional kelembagaan.

Sedangkan Narasumber dalam kegiatan workshop Qur'anic Centre ini, direncanakan akan menghadirkan para pakar dan praktisi al Qur'an, antara lain; Dr. TGH. M. Zainul Majdi, (Gubernur NTB: Fungsi dan Peran al Qur'an dalam Pemberdayaan Masyarakat NTB), Dr. H. Achsin Sakho' Muhammad, MA. (Rektor IIQ Jakarta); (Integrasi  al Qur'an dan Science di PTAI) , Dr. H. Muhlis Hanafi, MA. (Baitul Qur'an Jakarta) (Tema: Potret Kelembagaan Studi al-Qur'an di Indonesia dan Dunia Islam), Dr. Hj. Khoiratul Idawati, M. Ag. (Penemu Pembelajaran al-Qur'an dengan system Hanifida). (Tema: Metode Cepat Pembelajaran al-Qur'an di PTAI), Dr. Moch. Nur Ichwan, (UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta); (Kajian Heurmenetika al-Qur'an), Drs. H. M. Zaidi Abdad, M. Ag. (Tema: Potret Quranic Centre IAIN Mataram dan arah Pengembangan menuju PTAI yang integral).

Peserta workshop lanjut Zaedi sebanyak 50 orang, terdiri atas para pengelola Qur'anic Centre dan akademisi IAIN Mataram yang consern dalam bidang al-Qur'an, praktisi-al Qur'an dan para pengasuh pondok pesantren di wilayah Lombok NTB, serta perwakilan dari IAIN 4 in 1 (IAIN Medan, IAIN Semarang, dan IAIN Palembang). Masing-masing utusan tersebut dapat dirincikan sebagai berikut adaah, Tim Qur'anic Centre sebanyak 12 orang, Perwakilan 4 in 1 dari tiga Institut masing-masing 5 orang, Dosen Tafsir al-Qur'an dari IAIN Mataram 13 orang, Praktisi dan pengasuh pondok pesantren se Lombok sebanyak 10 orang.

Mengenai waktu dan tempat pelaksanaan workshop pengembangan studi al-Quran di PTAI  dilaksanakan pada hari Sabtu dan Minggu, tanggal 30 November sd. 1 Desember 2013, bertempat di Hotel Jayakarta Senggigi Lombok Barat sebagaimana  Jadwal pelaksanaan.

 
WORKSHOP KURIKULUM, SILABUS DAN SAP PASCASARJANA IAIN MATARAM By : admin
   

Mataram-Pascasarjana IAIN Mataram berdiri tiga tahun yang lalu tepatnya pada pertengahan tahun 2010, berdasarkan Ijin operasional Direktur Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Nomor: Dj.I/279/2010 tanggal 25 Mei 2010 yang menyetujui pembukaan 2 (dua) program studi (Prodi), yaitu Magister Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Hukum Keluarga (Ahwal Syakhsiyyah). Demikian penjelasan Direktur Pascasarjana IAIN mataram Dr.Jamaluddin,M.Pd.
Lahirnya Pascasarjana IAIN Mataram lanjut Jamal memberikan harapan baru dalam rangka peningkatan kualitas sumber daya manusia di NTB khususnya dan Indonesia pada umumnya. Dalam upaya meningkatkan eksistensinya diperlukan infrastruktur yang memadai dalam upaya memenuhi segala kebutuhan pelaksanaan akademik dan penunjang akademik yang mendukung kelancaran dan ketercapaian penyelenggaraan Perguruan Tinggi Agama Islam.
Kualitas mutu pendidikan menjadi isu yang utama dalam kontek pendidikan di perguruan tinggi, tak terkecuali IAIN Mataram kata Jamal. Perguruan tinggi dikatakan bermutu apabila mampu menetapkan dan mewujudkan visinya melalui pelaksanaan misi, serta mampu memenuhi kebutuhan/memuaskan stakeholders yaitu kebutuhan masyarakat, dunia kerja dan profesional. Sehingga, perguruan tinggi harus mampu merencanakan, menjalankan dan mengendalikan suatu proses yang menjamin pencapaian mutu. Sebuah proses pendidikan yang bermutu tentunya harus juga didukung oleh faktor-faktor penunjang proses pendidikan yang bermutu pula.
Mutu pendidikan menurut Jamal harus bersifat menyeluruh menyangkut semua komponen, salah satunya adalah kurikulum dan silabi. Kurikulum tidak hanya dilihat dari satu aspek saja tetapi dari berbagai aspek, dari aspek filosofis; pendidikan yang berbasis pada nilai-nilai luhur, nilai akademik, kebutuhan peserta didik dan masyarakat; Aspek yuridis : (a) RPJMN 2010-2014 Sektor Pendidikan, (b) Penataan dan penyempurnaan kurikulum, (c) Percepatan Pelaksanaan Prioritas Pembangunan Nasional, (d) berdasarkan nilai-nilai Budaya bangsa untuk membentuk daya saing dan karakter bangsa dan (e) Kurikulum berorientasi pada pengembangan kompetensi.
Kurikulum menurut Jamal harus bersifat komprehensif, kompetitif, fleksibel, dan adaptif. Kurikulum harus berfungsi sebagai pedoman untuk menjamin mutu dan kompetensi sesuai dengan program studi magister yang ditempuh. Oleh karena itu evaluasi kurikulum sangat diperlukan dan harus dilaksanakan secara berkala dengan melibatkan berbagai pihak (stakeholders) seperti pemakai lulusan, alumni, pihak yang berminat dan masyarakat pada umumnya. Evaluasi kurikulum dapat dilaksanakan secara integratif maupun monolitik Integratif adalah perubahan/pengembangan materi tidak secara menyeluruh (parsial). Monolitik adalah perubahan pada tingkat mata kuliah. Semua hal tersebut dilakukan dalam kerangka untuk : (a) merespon perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (b) merespon perubahan sosial di luar sistem pendidikan, (c) memenuhi kebutuhan mahasiswa, (d) merespon perubahan sistem pendidikan nasional. Tujuan Kegiatan kegiatan workshop ini lanjut Jamal yaitu untuk melakukan evaluasi (review) kurikulum dan silabi program studi magister PAI dan AS; mempersiapkan dan merancang Satuan Acara Perkualiahan (SAP) program studi magister PAI dan AS, penyusunan kurikulum dan silabi program studi baru yakni program studi magister ekonomi syariah, manajemen pendidikan islam dan program studi magister studi al-qur'an hadits yang akan dibuka dalam waktu dekat. Kegiatan ini dilaksanakan hari Sabtu tanggal 21 September 2013, termpat di Hotel Lombok Raya Mataram, Jln. Panca Usaha No. 11 Mataram, Lombok dengan berbagai tahapan yaitu tahap persiapan seperti penyiapan hal-hal teknis, seperti koordinasi tempat kegiatan, persiapan perlengkapan dan workshop kit, konsolidasi narasumber, konfirmasi peserta, dan beberapa kegiatan serupa lainnya. menyusun draf dan konsep yang terkait dengan kurikulum program magister yang telah berjalan dan rencana pengembangan kurikulum untuk program studi baru. Tahap pelaksanaan dan tahap pelaporan
Peserta workshop perjumlah 50 orang, seluruhnya bersumber dari unsur dosen, mahasiswa, alumi, pengguna dan steakholder pascasarjana IAIN Mataram, sedangkan Narasumber yang akan mengisi kegiatan ini adalah Dr. H. Nashuddin, M.Pd. Rektor IAIN Mataram, Prof. Dr. Sutrisno, MA. (Guru Besar Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta) dan Dr. Jamaluddin, MA. (Direktur Pascasarjana IAIN Mataram) dengan target yang ingin dicapai seperti erlaksananya kegiatan evaluasi kurikulum yang dapat melibatkan dosen, mahasiswa, alumni, pengguna dan staeakholder dan tersusunnya buku silabus dan SAP program studi magister pada IAIN Mataram demikian Jamal mengakhiri.

 
IAIN MATARAM YUDISIUM CALON WISUDAWAN By : admin
   

MATARAM - IAIN Mataram kembali meyudisium 670 calon wisudawan periode semester genap tahun akademik 2012/2013 demikian penjelasan Sekretaris Panitia Wisuda Smester Genap tahun 2012/2013 Mataram Drs.Burhanuddin. Seluruh peserta yudisium tersebut lanjutnya tersebar di tiga fakultas, masing-masing Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) 557 orang, Fakultas Syari'ah dan Ekonomi Islam (FSEI) 58 orang, dan Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) 55 orang. Kegiatan yudisium berlangsung dimasing-masing fakultas. Secara berturut-turut FSEI dan FDK berlangsung pada hari yang sama yaitu Sabtu, 26 Oktober 2013, sedangkan FITK berlangsung hari Senin 28 Oktober 2013 bertempat di kampus I IAIN Mataram. Acara ini selain dihadiri seluruh calon wisudawan dan dosen, juga dari unsur pimpinan fakultas dan institut.

Lebih lanjut Burhan menjelaskan bahwa rangkaian prosesi yudisium selain mengukuhkan calon wisudawan secara keseluruhan, juga ada pemberian penghargaan kepada calon wisudawan terbaik di masing-masing fakultas oleh para Dekan setelah pembacaan Ikrar oleh para wisudawan. Untuk FITK, yang memperoleh predikat Cumlaude sebanyak 13 orang, dan yang tertinggi nilai IPK-nya adalah Wirawan Jamhuri dengan IPK 3.92 dari jurusan PBA untuk FSEI 6 orang dan yang tertinggi nilai IPK-nya adalah Jasri Hasan dengan nilai IPK 3.93 dari jurusan Ahwalusyakhsiyyah (AS), sedangkan FDK yang memperoleh nilai cumlaude sebanyak 2 orang dan yang tertinggi nilai IPK adalah Muh.Azwandi dari jurusan PMI dengan nilai IPK 3.83.
Para Dekan Fakultas lanjut Burhan, kembali mengingatkan kepada para peserta yudisium agar berbagai pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama mengenyam pendidikan di IAIN Mataram hendaknya diamalkan dan dikembangkan. Keragaman disiplin ilmu yang dimiliki dipersatukan oleh ikatan almamater yang melekat pada diri masing-masing calon wisudawan. Karena itu para peserta yudisium ditekankan untuk tidak melupakan almamaternya, menjunjung tinggi dan selalu menjaga nama baik almamter.
Dr.Muhammad,M.Pd,MS. selaku Dekan Fakultas Tarbiyah dalam sambutannya ketika meyudisium calon wisudawan pada fakultas Tarbiyah, selain memberikan apresiasi yang tinggi terhadap seluruh peserta yudisium atas tuntasnya beban akademik dan atas prestasi yang diraihnya. Muhammad menyatakan bahwa setelah proses panjang yang dilalui selama menjadi mahasiswa diharapkan akan lahir sumber daya yang professional, yang secara terus menerus melakukan pembelajaran tanpa henti sejalan dengan tantangan dan tuntutan yang semakin tinggi dan kompleks".
Sedangkan Dr.Mutawali selaku Dekan fakultas syariah menjelaskan bahwa keberhasilan fakultas syari'ah mencetak sarjana seperti ini adalah berkat kerjasama dan kekompakan semua pihak di fakultas syari'ah terutama sekali civitas akademika fakultas syari'ah IAIN Mataram, oleh karena itu patutlah kita bersyukur kepada Allah SWT atas nikmat yang diberikan-Nya sembari berharap kepada seluruh alumni fakultas syari'ah untuk dapat menerapkan ilmu yang diperoleh untuk kepentingan masyarkat setelah berada di lingkungan dan daerah masing-masing dan selalu menjaga nama baik Almamater IAIN Mataram.
Bagi Dekan FKD Dr. Subhan Abdullah Acim,MA dalam sambutannya beliau berpesan kepada para calon Wisudawan untuk selalu adakan pendekatan kepada sesame alumni, sebab mereka telah banyak kesan dan pengalaman bersama masyarakat. "Jalinlah hubungan dengan sesame alumni dalam rangka mensukseskan program penyuluhan di masyarakat, pengembangan jurnalis dan bahasa tidak diabaikan, baik bahasa Arab maupun bahasa Inggeris, sembari beharap agar selama berkecimpung dimasyarakat untuk selalu menjaga citra almamater IAIN Mataram umumnya dan FDK pada khususnya.