Halaman : 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34


IAIN MATARAM MEWISUDA SARJANA S1 dan S2 SEMESTER GENAP TAHUN 2012/2013 By : admin
   

MATARAM - Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Mataram Dr.H.Nashuddin,M.Pd hari ini Sabtu 09 Nopember 2013 mewisuda 669 orang wisudawan/wisudawati dari 3 fakultas.

Dalam sambutannya Naashuddin menjelaskan bahwa momentum Hari Pahlawan ini menjadi spirit bagi civitas akademika IAIN Mataram untuk menciptakan pahlawan-pahlawan penerus bangsa yang herois dan agamais yang siap menghadapi tantangan global. Upaya ke arah tersebut IAIN Mataram sudah dan terus membenahi dari meningkatkan penguatan kerja akademik dengan memberikan pelayanan yang prima ke pada seluruh civitas akademika IAIN Mataram, mulai dari anggaran penelitian dosen terus ditingkatkan, penunjang Tri Dharma dikembangkan, dan pengabdian kepada masyarakat terus diintensifkan, transfaransi dan akuntabilitas terus diupayakan. Kesemua itu lanjutnya menjadi konsen untuk menunjukkan kerja akademik yang lebih baik dan progresif demi mencapai mimpi besar menuju terciptanya miliu kampus yang berdedikasi, akuntabel, religius, dan unggul.

Disamping itu lanjut Rektor,  Akselerasi menuju perubahan yang lebih baik adalah upaya ke arah kemajuan dimulai dari pimpinan, telah, sedang dan akan terus membenahi diri dalam arti yang sangat luas seperti membenahi pelayanan akademik, membenahi pelayanan administratif dan membenahi pelayanan kepada mahasiswa dan masyarakat.

Lebih lanjut beliau menjelaskan bahwa hal tersebut telah dilakukan dan akan terus ditingkatkan seperti Pertama, penyelenggaraan perkuliahan, telah dapat dilaksanakan sesuai waktu yang direncanakan dengan frekuensi kehadiran dosen 90% aktif. Kedua, penertiban pelayanan akademik bagi mahasiswa telah diupayakan. Ketiga, koordinasi dan komunikasi antar pejabat di lingkungan civitas akademik sangat kondusif dan harmonis. Dan yang Keempat, adalah pembenahan sarana dan prasarana seperti perluasan gedung Aula dan kelengkapan sarana perkuliahan,

Kelengkapan sarana dan prasarana tersebut menurutnya perlu diimbangi dengan melakukan pengelolaan sumber daya manusia (SDM), sumber daya dana (SDD), dan sumber daya fasilitas (SDF) secara amanah, transparan, demokratis, egaliter, elegan, tanpa monopoli, dan bertanggungjawab terhadap masyarakat maupun pemerintah, dalam rangka meningkatkan kapasitas pelayanan terhadap peserta didik/mahasiswa.

Kedepan lanjut Rektor peran-peran yang dapat dilakukan dalam menciptakan sumberdaya manusia dalam hal ini sumber daya mahasiswa yang berkualitas, produktif, kompetitif,  mandiri, cendekia dan islami antara lain adalah melakukan fungsi-fungsi pembinaan dan kaderisasi mahasiswa yang berorientasi pada kebutuhan riil masyarakat, dengan melakukan modifikasi pola-pola pembinaan dan kaderisasi yang sesuai dengan perkembangan zaman, membuka kesempatan yang luas bagi terjadinya dialektika kemasyarakatan, dan selanjutnya melakukan keberpihakan (komitmen) secara jelas terhadap kepentingan masyarakat sesuai dengan visi dan misi lembaga, melakukan kajian-kajian kebijakan strategis dengan mengoptimalkan fungsi-fungsi unit di lembaga sebagai kelompok pengembang, dan pemikir visioner, serta mengenalkan dan menginternalisasikan fungsi-fungsi manajemen, metoda kepemimpinan, dan praktik-praktik penyelenggaraan lembaga secara moralis dan religius sebagai bagian dari sarana peningkatan mutu Tridharma Perguruan Tinggi.

Mengahiri sambutannya Rektor berharap kepada suluruh Wisudawan/wisudawati sebagai generasi penerus adalah Kesiapan. Siap dalam arti siap jasmani dan rohani, siap hati dan lisan. siap teori dan praktek, siap ilmu, dan siap ikhlas untuk menghadapi masyarakat. Intinya siap berpikir cerdas, berkerja keras dan berkerja ikhlas. Itu kata kunci yang harus dicamkan oleh para wisudawan dan wisudawati sembari berpesan selalu menjaga nama baik al-mamater,  mengamalkan ilmu yang proleh, hargai dan hormati guru, dosen, orang tua serta jadilah manusia yang pandai berterima kasih kepada Allah dan sesame, demikiaan harapannya.

Drs.Burhanuddin selaku Sekretaris panitia dan juga selaku Kabag Akademik dan Kemahasiswaan IAIN Mataram menjelaskan bahwa dari 698 wisudawan, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) 557 orang, Fakultas Syari'ah dan Ekonomi Islam (FSEI) 58 orang, dan Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) 55 orang dan Pascasarjana 20 orang. Jumlah tersebut lanjutnya masing-masing  yang memperoleh predikat Cumlaude bagi sarjana S1 sebanyak 13 orang, dan yang tertinggi nilai IPK-nya adalah Wirawan Jamhuri dengan IPK 3.92 dari jurusan PBA untuk FSEI 6 orang dan yang tertinggi nilai IPK-nya adalah Jasri Hasan dengan nilai IPK 3.93 dari jurusan Ahwalusyakhsiyyah (AS), sedangkan FDK yang memperoleh nilai cumlaude sebanyak 2 orang dan yang tertinggi nilai IPK adalah Muh.Azwandi dari jurusan PMI dengan nilai IPK 3.83. Sedangkan bagi program Pascasarjana lanjutnya yang memperoleh Predikat Terpuji,  dari Prodi PAI sebanyak 3 orang yaitu Muharir dengaan IPK 3.77, Suwardi IPK 3.67 dan Zannul Muttakin IPK 3.67 sedangkan dari Prodi Hukum Keluarga 1 orang yaitu Hamdun IPK 3.63 yang lainnya rata-rata memperoleh Predikat Amat Baik. Sedangkan Tesis terbaik 2 orang yaitu pertama  Muharir dari Prodi PAI Nilai 3.75 dan yang kedua L Patimura Parhan Nilai 3.75 dari Prodi AS.

Bagi wisudawan/wisudawati terbaik (Cumlaude) tersebut lanjutnya akan diambil 13 orang untuk memproleh penghargaan dari Rektor berupa Tabanas. Hal tersebut lanjutnya, sebagai penghargaan atas ketekunan dan kecerdasannya dalam menyelesaikan perkuliahan tepat waktu dan karena memperoleh nilai yang sangat memuaskan selama perkuliahan, juga memotivasi mahasiswa/mahasiswi lainnya untuk segera menyelesaikan studi tepat waktu di IAIN Mataram.

Persyaratan menjadi alumni lulusan terbaik ungkap  Burhan mahasiswa tersebut harus menyelesaikan study tepat waktu, Indeks Prestasi Komulatif (IPK) pada masing-masing jurusan harus terbaik, berakhlaq dan berbudi pekerti yang baik, aktif dan berprestasi selama menjalankan studi di IAIN Mataram.

Mengahkiri penjelasannya Burhan berharap semoga acara wisuda ini dapat berlangsung lancar dan sukses serta dapat dijadikan sebagai ajang silaturahmi antara mahasiswa, orang tua/wali mahasiswa, dan seluruh civitas akademika IAIN Mataram.

 
WORKSHOP PENYUSUNAN SOP INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) MATARAM By : admin
   

Perguruan Tinggi merupakan wahana pendidikan tinggi tempat menggodok dan mencetak generasi masa depan. Untuk mewujudkan cita ideal tersebut, setiap perguruan tinggi diharuskan untuk menyelenggarakan pendidikan dengan manajemen profesional. Sebagai pelayan publik di bidang pendidikan, perguruan tinggi mesti menyiapkan perangkap pelayanan maksimal. Untuk kepentingan tersebut, pemerintahh mempertegas dalam PP No. 65 tahun 2005 tentang pedoman penyusunan penerapan standar pelayanan minimal. Demikian penjelasan Dr.Kadri selaku Ketua Panitia Workshop Penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) IAIN Mataram sekaligus Ketua Lembaga Penjamin Mutu (LPM) IAIN Mataram.

SOP  lanjut Kadra merupakan salah satu instrumen pelayanan yang bisa membantu tertatanya tugas setiap pegawai dan seluruh civitas akademika yang ada di perguruan tinggi. Di samping sebagai guiden, SOP juga dimaknai dan berfungsi sebagai jaminan dilaksanakannya praktek good governance karena di dalamnya mengatur petunjuk dan prosedur yang dijadikan sebagai referensi bersama untuk semua orang yang memiliki kepentingan dengan suatu layanan apapun di perguruan tinggi. Lebih lanjut Kadri menjelaskan bahwa IAIN Mataram sadar betul akan pentingnya standar pelayanan sebagai referensi dan pedoman penyelenggaraan pendidikan bagi Civitas Akademika di kampus lanjutnya, namun demikian menurutnya selama ini, IAIN Mataram sudah menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran dengan standar tertentu, dan bahkan telah mendokumentasikan beberapa SOP yang terkait di bidang akademik, akan tetapi sambungnya, untuk kepentingan penyesuaian dan penyelarasan dengan perkembangan dan tuntutan kebutuhan pelayanan optimal di kampus, menurut Kadri dirasa perlu untuk mereview kembali Standar Operating Prosedure IAIN Mataram yang telah disusun sebelumnya, dan menyusun SOP baru yang dianggap perlu.

Kegiatan ini menurutnya dilaksanakan dalam tiga tahapan, yakni pertama Penyusunan draf Standar Operating Procedure. Tahapan ini, tim penyusunan draf SOP merancang dan menyusun draf berdasarkan tradisi kegiatan yang selama ini dilakukan dan dipadukan dengan konsep SOP yang berasal dari Perguruan Tinggi lainnnya. Kegiatan ini berlangsung di sekretariat kampus IAIN Mataram.

Untuk tahap kedua Workshop SOP. Tahapan ini lanjutnya merupakan lanjutan dari tahapan sebelumnya. Pada tahapan ini akan dikumpulkan beberapa pihak terkait untuk membahas dan menyempurnakan draf SOP yang telah disusun oleh tim penyusun draf. Kegiatan ini direncanakan berlangsung di hotel Lombok Garden selama dua hari. Pembahasan selama dua hari akan dimaksimalkan untuk menyepakati konsep SOP. Kegiatan akan diawali dengan penjelasan dan pembukaan serimonial, kemudian dilanjutkan dengan sidang komisi, dan selanjutnya akan diadakan sidang pleno untuk membahas hasil sidang komisi demikian katanya.

Sedangkan untuk tahap tiga  Perumusan Standar Operating Procedure. Pada tahap ini akan dirumuskan semua masukan yang diberikan selama tahap kedua berlangsung. Kegiatan ini pula menurutnya dilaksanakan di kampus IAIN Mataram oleh tim perumus yang telah ditunjuk. Hasil kerja tim perumus inilah yang akan menjadi produk final bagi SOP IAIN Mataram. Demikian penjelasannya.   

Adapun tujuan secara umum kegiatan ini adalah untuk menyusun SOP yang belum ada dan mereview SOP yang sudah ada tetapi dinilai tidak relevan lagi dengan kondisi saat ini. Sedangkan tujuan Khususnya adalah bertujuan untuk mereview standar operating procedure yang terkait dengan kegiatan akademik di kampus IAIN Mataram, yakni penerimaan mahasiswa baru, registrasi mahasiswa, penyusunan KRS dan KPRS, perkuliahan dan praktikum, perpustakaan, evaluasi proses perkuliahan, Ujian Mid dan Akhir Semester, Munaqasyah Skripsi dan Tesis, Wisuda, pengambilan Ijazah, rekrutmen dosen karyawan honorer, pengelolaan Rusunawa, tata persuratan dan pengarsipan, penyusunan dan pengusulan anggaran, pelaksanaan anggaran, analisis realisasi anggaran, pengelolaan dan pemakmuran Masjid Kampus, penggunaan Aula/Auditorium, Pengadaan Barang, inventarisasi dan pemeliharaan kekayaan, Gedung Rektorat, Gedung Perkuliahan.

Materi dalam kegiatan workshop penyusunan SOP ini lebih banyak terkait dengan kegiatan penyusunan dan pembahasan draf SOP yang telah disiapkan sebelumnya, sehingga peserta langsung berdiskusi dan bekerja hingga terumuskannya SOP yang disepakati bersama oleh seluruh peserta workshop. Kalaupun ada materi workshop di luar hal yang teknis seperti di atas, hanya dalam konteks materi umum yang terkait dengan kebijakan, baik di level kementerian maupun pada tingkat IAIN Mataram.

Narasumber dalam kegiatan ini antara lain adalah Rektor IAIN Mataram, Dr. Nurul Hiedayati, Ph.D (LPM UIN Syarif Hidayatullah Jakarta) dan Ketua Lembaga Penjaminan Mutu IAIN Mataram Dr.Kadri. Sedangkan yang menjadi pesrta dalam kegiatan ini diikuti oleh 45 orang pejabat yang ada di lingkungan IAIN Mataram.

 
IAIN MATARAM WORKSHOP PENGEMBANGAN STUDI AL-QUR’AN PTAI By : admin
   

Rektor IAIN Mataram Dr.H.Nashuddin,M.Pd membuka Workshop Pengembangan Studi Al-Qur'an PTAI di Hotel Jayakarta Senggigi Lombok Barat tanggal 30 November sd 1 Desember 2013. Dalam sambutannya Rektor menjelaskan bahwa dengan Qur'anik Center merupakan Aicon IAIN Mataram, Qur'nik Center  lanjut Rektor akan mengkaji 3 bidang kajian yaitu tentang pengembangan ilmu pengetahuan, penelitain dan dokumentasi dalam artian bahwa lembaga IAIN Mataram adalah pusat penyimpanan atau merupakan Manuskrip berbagai al-Qur'an Dunia demikian ungkapnya seraya berharap bahwa IAIN Mataram kedepan lebih maju dan berkembang sesuai tuntutan dan perkembangan zaman.

Disaat ini, eksistensi lembaga pendidikan tidak dapat menafikan peran serta "pasar" sebagai pihak pengguna jasa (lulusan)-nya. Mungkin saja, suatu saat lembaga-lembaga pendidikan Islam, termasuk perguruan tinggi, bisa gulung tikar atau menjadi tamu di rumah sendiri jika tidak mampu merespon kebutuhan "pasar", terlebih jika tidak lagi diminati oleh masyarakat. Demikina penjelasan Drs.H.M.Zaedi Abdad selaku ketua panitia workshop Pengembangan Studi Al-Qur'a di PTAI yang berlangsung di Kampus 1 IAIN Mataram baru lalu. Lebih lanjut  Zaedi menjelaskan bahwa memasuki abad ke-21, bangsa Indonesia dihadapkan pada berbagai tantangan besar berskala global yang muncul dari proses globalisasi sejak paruh kedua abad ke-20 dan diperkirakan semakin intensif pada abad mendatang. Globalisasi tidak hanya mendorong terjadinya transformasi peradaban dunia melalui proses modernisasi, industrialisasi, dan revolusi informasi, melainkan juga menimbulkan perubahan-perubahan dalam struktur kehidupan bangsa-bangsa di dunia, termasuk Indonesia. Perubahan-perubahan ini juga tidak menutup kemungkian akan merambah pada wilayah agama, termasuk pemarjinalan lembaga perguruan tinggi Islam.

Merespon kondisi demikian, menurut Zaedi perubahan IAIN menjadi UIN yang tergabung dalam "4 in 1" (IAIN Medan, IAIN Palembang, IAIN Walisongo Semarang, dan IAIN Mataram) adalah salah satu bentuk respon dari perguruan tinggi Islam untuk menyelaraskan misi perguruan tinggi Islam dengan kebutuhan "pasar". Perubahan ini meenurutnya tentu saja membawa konsekwensi perguruan tinggi Islam, misalnya, untuk membuka diri terhadap calon-calon mahasiswa yang berasal dari sekolah-sekolah umum (bukan madrasah dan pesantren), dan harus mampu menjalin komunikasi antara perguruan tinggi yang bercirikan Islam dengan masyarakat di luar kampus (link and match). Oleh karena itu lanjutnya, selain harus mempertimbangkan kebutuhan "pasar" sebagai pihak pengguna jasa (lulusan perguruan tinggi), tentu saja perguruan tinggi Islam harus tetap mempertahankan ciri khas keislamannya (baca ke-IAIN-an)nya. Salah satu cara mempertahankan ciri khas keislamannya menurut Zaedi adalah dengan mendirikan pusat-pusat kajian al-Qur'an (qur'anic centre), pengembangan kajian-kajian al-Qur'an (developing qur'anic studies) yang mampu menjawab problema umat saat ini, dan pengembangan metodologi pembelajaran al-Qur'an (qur'anic learning) untuk mahasiswa dan masyarakat Muslim yang masih belum mampu dan mahir membaca al-Qur'an.

Sejalan dengan itu Zaedi mengungkapkan bahwa IAIN Mataram adalah satu-satunya perguruan tinggi negeri Islam yang berada di kawasan Nusa tenggara yang saat ini akan berubah menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) dengan mengambil ciri sebagai pusat kajian al-Qur'an (Qur'anic Centre) sebagai brand icon. Langkah-langkah strategis menyangkut pengkajian, pengembangan lembaga, pendalaman, dan bahkan penerapan nilai-nilai al-Qur'an berdasarkan research kajian ilmiah (akademis) akan dilakukan dan dikembangkan di IAIN (UIN) Mataram. Dengan upaya ini dia berharapan bahwa  IAIN Mataram berubah menjadi UIN Mataram, selain dapat merespon kebutuhan "pasar", juga masih tidak kehilangan ciri khas keislaman (baca: ke-IAIN-an)nya, sehingga dapat bermanfaat bagi umat manusia (rahmat li al-‘alamin). Oleh karena itu menurutnya untuk mengawali kegiatan dalam lembaga Qur'anic Centre IAIN Mataram ini diselenggarakan workshop dengan mengangkat tema "Pengembangan Studi al-Qur'an di PTAI". Melalui kegiatan workshop ini diharapkan akan ditemukan sebuah arah pengembangan lembaga kajian al-Qur'an (qur'anic centre), kajian-kajian al-Qur'an (quranic studies), dan pengembangan metode pembelajaran al-Qur'an (quranic learning) yang ideal dalam rangka menjawab tuntutan masyarakat (sosial expectations) abad ke-21 terhadap perguruan tinggi Islam di Indonesia.

Adapun tujuan dari kegiata ini menurut Zaedi  antara lain adalah Menemukan arah dan konsep yang kongkrit untuk pengembangan Qur'anic Centre sebagai pusat pengkajian, penelitian, pendalaman, dan penerapan nilai-nilai al-Qur'an dalam menghadapi globalisasi dan otonomi perguruan tinggi. Mencari model dan bentuk pengembangan Qur'anic Centre sebagai upaya penggemblengan atau kaderisasi dalam bidang pengajaran al-Qur'an yang tepat dan cepat.  Yang diharapkan dari kegiatan workshop ini adalah menghasilkan dokumen pengembangan Qur'anic Centre yang dapat dijadikan sebagai standar operasional kelembagaan.

Sedangkan Narasumber dalam kegiatan workshop Qur'anic Centre ini, direncanakan akan menghadirkan para pakar dan praktisi al Qur'an, antara lain; Dr. TGH. M. Zainul Majdi, (Gubernur NTB: Fungsi dan Peran al Qur'an dalam Pemberdayaan Masyarakat NTB), Dr. H. Achsin Sakho' Muhammad, MA. (Rektor IIQ Jakarta); (Integrasi  al Qur'an dan Science di PTAI) , Dr. H. Muhlis Hanafi, MA. (Baitul Qur'an Jakarta) (Tema: Potret Kelembagaan Studi al-Qur'an di Indonesia dan Dunia Islam), Dr. Hj. Khoiratul Idawati, M. Ag. (Penemu Pembelajaran al-Qur'an dengan system Hanifida). (Tema: Metode Cepat Pembelajaran al-Qur'an di PTAI), Dr. Moch. Nur Ichwan, (UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta); (Kajian Heurmenetika al-Qur'an), Drs. H. M. Zaidi Abdad, M. Ag. (Tema: Potret Quranic Centre IAIN Mataram dan arah Pengembangan menuju PTAI yang integral).

Peserta workshop lanjut Zaedi sebanyak 50 orang, terdiri atas para pengelola Qur'anic Centre dan akademisi IAIN Mataram yang consern dalam bidang al-Qur'an, praktisi-al Qur'an dan para pengasuh pondok pesantren di wilayah Lombok NTB, serta perwakilan dari IAIN 4 in 1 (IAIN Medan, IAIN Semarang, dan IAIN Palembang). Masing-masing utusan tersebut dapat dirincikan sebagai berikut adaah, Tim Qur'anic Centre sebanyak 12 orang, Perwakilan 4 in 1 dari tiga Institut masing-masing 5 orang, Dosen Tafsir al-Qur'an dari IAIN Mataram 13 orang, Praktisi dan pengasuh pondok pesantren se Lombok sebanyak 10 orang.

Mengenai waktu dan tempat pelaksanaan workshop pengembangan studi al-Quran di PTAI  dilaksanakan pada hari Sabtu dan Minggu, tanggal 30 November sd. 1 Desember 2013, bertempat di Hotel Jayakarta Senggigi Lombok Barat sebagaimana  Jadwal pelaksanaan.